Tuesday, February 27, 2018

Menjadi Single yang Maksimal




by Lasma Frida

Topik tentang menjadi seorang single yang utuh sepertinya sudah sering dibahas. Kita sudah banyak mendengarnya dari berbagai macam kotbah dan membacanya dari buku atau artikel. Setiap kali kita membaca bagian-bagian tersebut kita akan berkata pada Tuhan, “Ya, hanya Tuhan yang memenuhi kehidupanku dan menjadi sumber kebahagiaanku.”

Eh, tapi bagaimana caranya supaya bisa menjadi single yang utuh dan menjadi Pengantin Kristus yang siap menyambut Mempelai Prianya? Selama ini mungkin kita hanya mendapat penjelasan bahwa kita harus menerima kasih Kristus dan memandang diri kita seperti bagaimana Kristus memandang diri kita. Tapi, apakah ada cara-cara praktis? Di bawah ini beberapa hal yang dapat membantu kita menjadi wanita single yang maksimal di dalam Tuhan.

1. Intim Dengan Tuhan 
Aih, mungkin sudah pasti tahu soal syarat mutlak ini. Kita tidak akan pernah merasa utuh tanpa memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Hubungan baik yang seperti apa? Berdoa setiap hari, pagi, sore, dan malam? Ke gereja tiap minggu atau 3 kali dalam seminggu? Tidak melanggar aturannya? Melakukan apa yang Ia katakan?

Eitsss, semua itu adalah buah dari keintiman dengan Tuhan. Tapi yang paling penting tentang keintiman dengan Tuhan adalah melibatkan Dia dalam kehidupan kita 24 jam (bahkan dalam mimpimu sekalipun – Saya serius).

Katakan yang menjadi isi hati kita sepenuhnya pada Tuhan. Entah itu keluh kesah, amarah, sukacita, ketakutan, kekuatiran... Apa pun... Jangan sembunyikan apa pun di hadapan Tuhan. Jangan berpura-pura kuat dan bukalah sekecil apa pun yang kita rasakan, ungkapkan pada Tuhan. Hal ini akan membuat Roh Kudus bebas bekerja di dalam kita, memberi kita pengertian baru dan pengenalan akan Allah dengan lebih dalam. 

Tapiiii, kita juga akan sulit bertumbuh dalam kebenaran jika kita sendiri tidak pernah membaca Alkitab. Alkitab berisi Firman Allah, isi hati-Nya, kerinduan-Nya, amarah-Nya, janji-janji-Nya, perintah-perintah-Nya, di sana kita akan menemukan siapa Allah. Firman Tuhan-lah yang membuat kita mengerti apa yang menjadi pikiran Allah dalam setiap masalah kita. Kita akan mengerti apa yang Dia mau untuk kita lakukan di situasi yang kita hadapi. 

Baca Firman Tuhan, terbuka sepenuhnya pada Dia, dan kita akan mengerti siapa Tuhan sesungguhnya. Dalam setiap masalah yang kita hadapi, kita akan menemukan kita semakin mengasihi Tuhan setiap waktunya.

Jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah (Amsal 2:4-5).

2. Melayani 
Melayani di sini bukan hanya tentang pelayanan gereja, seperti menyanyi, menari, penerima tamu, pendoa atau yang lain-lain. Melayani di sini bicara mengenai hati yang mau menjawab kebutuhan orang lain. Mari kita coba bayangkan saat salah satu teman kuliah/sekolah/kantor tampak sangat murung dan lesu lalu kita datang padanya dan bertanya ‘ada apa?’. Mungkin dia tidak akan langsung menceritakan masalahnya, tetapi apapun responnya, kita sebenarnya sedang melakukan pelayanan. Kita menunjukkan bahwa kita peduli dan kita ingin, walau hanya sedikit, meringankan beban teman kita dan melihatnya ceria lagi.

Apa lagi yang bisa menjadi pelayanan? Memberi tempat duduk pada ibu hamil, manula atau orang sakit pada saat berada di bus yang penuh. Itu sebuah pelayanan. Membuat guyonan di tengah-tengah kejenuhan suasana kerja agar teman-teman sekerja bisa lebih ceria, itu juga sebuah pelayanan.

Melayani tidak perlu keahlian yang WAH. Mulai pelayanan kita dari hati.

Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.
(Filipi 2: 3)

Pelayanan bukan tentang diri kita sendiri, bukan supaya kita dekat dengan Tuhan. Justru karena kita telah menerima kasih karunia dari Tuhan maka kita ingin orang lain menerima karunia yang sama. Bagaimana orang lain bisa merasakan kasih karunia tersebut? Dengan kita melayani. Dengan menjadi perpanjangan tangan Tuhan. Dengan menjadi pipa saluran kasih karunia Tuhan.

Ada hal lain yang perlu kita perhatikan. Layanilah sesuai kebutuhan orang lain, bukan berdasarkan apa yang menurut kita baik. Apa yang menurut kita baik belum tentu apa yang dibutuhkan orang tersebut. Bukankah terkadang kita menjadi sok pintar dan menjawab kebutuhan orang lain berdasarkan pikiran kita sendiri? Orang yang perlu didengarkan mungkin kita nasehati, orang butuh ditolong mungkin malah hanya kita semangati padahal kita punya kapasitas untuk membantu walau hanya sedikit. Bukankah kita melayani bukan agar dipandang baik oleh orang lain, tapi supaya orang lain mendapatkan kasih karunia dan memuliakan nama Tuhan?

Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
(Filipi 2: 4)

Saat kita melayani sesuai kebutuhan orang lain, pelayanan kita menjadi lebih maksimal, orang yang kita layani bisa melihat pekerjaan tangan Tuhan, kita sendiri bisa melihat bahwa Tuhan bisa bekerja di dalam hidup kita.

3. Membangun Diri 
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
(Matius 25:21)

Tahu ayat di atas kan? Kalimat pujian yang diberikan kepada hamba yang berhasil melipat gandakan talenta yang dipercayakan padanya. Apakah hari-hari ini kita para wanita single masih setia membangun talenta kita?

Talenta di sini bukan hanya bicara tentang kemampuan kita seperti menyanyi, menari, akting, menulis, memasak, dan sebagainya, tetapi juga pengetahuan kita dan keterampilan kita. Tidak jarang bukan kita menemukan kita pelayan Tuhan, memiliki pelayanan yang luar biasa, tetapi menjadi begitu terbatas saat berada di situasi tertentu. Misalnya, masalah miskomunikasi. Bukankah sering kali kita bertindak seperti customer yang menyebalkan saat pelayanan yang diberikan tidak memuaskan? Padahal kita anak Tuhan. Kenapa begitu? Itu karena kita tidak tahu bagaimana berkomunikasi dengan baik. Padahal komunikasi adalah hal yang bisa dipelajari. 

Hal lain apa lagi yang bisa kita pelajari? Mengatur keuangan, kepemimpinan, manajemen, kemampuan mendengarkan, diplomasi, pengetahuan umum, semuanya itu dapat membantu kita untuk melayani dengan lebih maksimal.

Pernah dengar ayat ini?

Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
(2 Petrus 1: 5-7)

Pengetahuan membantu kita mengontrol diri kita sendiri dan memahami orang lain. Bukankah lebih mudah menerima orang lain saat kita tahu tentang teori kepribadian daripada kita tidak tahu sama sekali? 

Membangun diri dapat diartikan dengan memaksimalkan talenta yang sudah Tuhan berikan. Puji Tuhan sekarang sudah ada internet yang memfasilitasi kita untuk bisa banyak belajar tanpa biaya mahal. Kita semakin dipermudah untuk memperlengkapi diri menjadi pengantin yang lebih cakap. Cakap dalam bertindak dan berkata-kata.

Jadi intinya, menjadi single yang utuh dan maksimal tidak cukup hanya duduk diam menerima kasih Tuhan. Bertindaklah dan bagikan apa yang telah kita terima dari Tuhan. Jika hari ini kita bisa memberi 1, tetapi kapasitas kita 2, maka maksimalkanlah agar kita bisa memberi 2. Sukacita yang Tuhan berikan akan berlipat ganda saat kita bisa membagikan. Seperti sebuah cawan yang dituang anggur, jika kita tidak menuangkan anggur itu ke cawan lain yang kososng, maka anggur itu akan meluap-luap dan terbuang percuma. Jatuh, diserap tanah. Sayang sekali bukan? Jika kita tidak menuangkannya ke cawan yang lain, maka kita tidak akan bisa menerima anggur yang baru.

Tidak cukup hanya menerima dari Tuhan, kita perlu memberi. Tidak perlu memberi pada Tuhan karena Tuhan memiliki segala-galanya. Berikan pada mereka yang membutuhkan. Membutuhkan bantuan, membutuhkan sahabat, membutuhkan penerimaan, membutuhkan penghiburan, membutuhkan kasih, dan membutuhkan pengampunan. Jadilah perpanjangan tangan Tuhan.

Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
(Matius 25 : 40)

Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
(1 Kor 13:3)

No comments:

Post a Comment

Share Your Thoughts! ^^