Showing posts with label Pearl. Show all posts
Showing posts with label Pearl. Show all posts

Monday, June 12, 2017

Yang Waras Ngalah…


by Eunike Santosa

“Yang Waras... Ngalah...” bagi teman-teman yang familiar kalimat ini, saya mengajak kita semua untuk menghela nafas bersama-sama... *hahhhhhhhh......* (hembus keluar)

Pernah berurusan dengan orang yang pengen buat kalian jambak rambut sendiri? (agak lebai sih yah contohnya, tapi kalian pasti mengerti maksud saya hehe..) Untuk saya, kalimat tersebut sering saya dengar ketika saya masuk dunia kerja. Berhadapan dengan orang-orang yang mempunyai kepribadian yang berbeda-beda, kepribadian ganda, hingga kepribadian tidak jelas, membuat saya setiap hari memijat-mijat kepala sendiri di kantor. Bos saya pun sering berkata, “Kerjaan sih gampang, yang susah tuh kerja sama orang!” Perkataan tersebut ada benarnya memang, mengingat setiap kita adalah manusia dengan kehendak, kepribadian, dan pikiran masing-masing. 

Seiring waktu, saya melihat kebanyakan orang yang saya temui tidak bisa menahan sabar. Semakin sering tentunya kalimat di judul artikel ini terdengar. Banyak orang yang sangat ahli dalam bidangnya namun mengalami banyak kesulitan ketika berada di arena sosial. Mereka kesulitan untuk mengkontrol emosi mereka. Justru, orang-orang yang bisa bertahan adalah mereka yang bisa dengan baik menguasai emosi mereka padahal skill yang dimiliki tidak terlalu hebat. Orang seperti ini mempunyai kesabaran dan empati yang tinggi dalam berurusan dengan orang lain. Dunia pun mengakui kemampuan mengendalikan emosi ini dan banyak dikaitkan dengan emosi intelektual Begitu banyak buku, jurnal dan tulisan psikologi yang terbit, ditulis untuk membantu perkembangan diri manusia. 

Nahhh, tapiiiiiii, sifat ini sebenarnya sudah banyak ditulis di Alkitab! Dalam membuat tulisan ini, saya mencari dan meriset kata ‘sabar’ di Alkitab. Ketemunya lumayan banyak ayat yang mereferensikan bagaimana seseorang bisa menjaga perilakunya. Apa saja yang Alkitab katakan mengenai kesabaran? 


1. Kesabaran Bisa Mengubah Takdir. 

Sadis juga yah sub judulnya. Hahha... mengubah takdir... Tapi itulah yang Alkitab katakan di: Amsal 25:15. “Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang.” Nah, hal ini terasa banget ketika berhadapan dengan orang yang sedang tidak stabil (baca: emosian, sensitif, labil, or bahasa kerennya “baper” kali yah?) Papa saya kalau sedang marah, agak susah diajak berbicara dengan logis (padahal pria loh, saya perempuan.. kok kebalik yah? Haha). Ketika saya remaja, saya bersikeras dengan ego saya bahwa saya benar ketika berargumen dengan papa (wong saya benar kok). Nah, tapiii, apakah saya memenangkan argumentasi? No no no, adanya malah makin panas... Beberapa tahun kemudian, saya tambah tua tentunya, dan dengan pertolongan Roh Kudus yang menegur hati ego saya, saya mengubah cara saya berbicara dengan Papa. Jadi ketika Papa hendak naik darah dan menjadi irasional, daripada berkata: “Tindakan Papa salah dan tidak masuk akal, tidak Alkitabiah ini!” yang saya katakan adalah: “Papa kan baik dan cinta Tuhan, jangan marah donk, nanti daku and Tuhan sedih!” *kedip mata!* (nah loh, bingung deh si papa... hahaha) Tapi badai langsung reda, ego turun, hati senang, hubungan membaik. Haleluya! 

Dalam Pengkotbah 10:4 mengatakan: “Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar.” Dengan sabar, kita bisa menghentikan hal-hal yang tidak diinginkan sebelum terlambat terjadi. Bapak Thomas Jefferson, mantan presiden Amerika, berkata bahwa ketika marah, hitung hingga 10 kemudian baru berbicara, kalau sangat marah, hitunglah hingga 100. Saya setuju sekali! Ketika sedang berada dalam kondisi labil (‘emosian’), gampang sekali kita melakukan hal-hal yang bisa menyakiti orang lain. Sulit bagi kita untuk mengendalikan otak kita untuk berpikir jernih, terlebih ketika berada di puncak emosi yang membara. Oleh karena itu, buah roh yang satu ini tentunya adalah buah dari kemenangan oleh percobaan-percobaan emosi. :)

Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.
(Amsal 15:18)


2. Sabar Pangkal Bijak, Ga Sabar (lawan kata sabar apa yah?) Pangkal Bodoh. 


Saya suka dengan peribahasa-peribahasa Indonesia. Tinggal di negara lain membuat saya lebih mengenal keunikan bahasa Indonesia dengan budayanya sendiri. Salah satu peribahasa yang sering diajarkan ketika saya berada di sekolah dasar adalah ‘rajin pangkal pandai’ atau ‘hemat pangkal kaya’, saya rasa untuk konteks kesabaran, subjudul diatas adalah representasi dari ayat-ayat Alkitab berikut hehe.. 

Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.
(Amsal 14:17)

Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.
(Amsal 14:29)

Tentunya tidak bisa dipungkiri bahwa dengan melatih diri bersabar, kita bisa mendapatkan banyak faedah. Dengan menunda emosi, kita menekankan diri untuk tidak egois, tidak mengutamakan kehendak emosi pribadi tetapi kepentingan orang lain. Saya melihat bahwa semakin sering saya bersabar ketika berurusan dengan orang, semakin saya bisa melatih diri untuk menjadi pengertian. Bukan hanya bersimpati, namun berempati terhadap orang lain. Daripada menghakimi lawan bicara, melompat kepada kesimpulan yang tidak-tidak, kesabaran mengajarkan saya untuk melihat orang lain dari perspektif Kristus, yaitu dengan kasih. Setiap orang mempunyai peperangan masing-masing. Mengapa seseorang bisa hingga menjadi “tidak waras” pasti ada alasan dibaliknya yang tidak kita ketahui. Bisa saja ternyata bosmu yang melampiaskan kemarahan kepadamu ternyata baru saja mengetahui kalau suaminya selingkuh. Atau ketika sahabatmu tidak bisa mengangkat teleponmu karena kamu baru putus dari pacarmu, itu karena orangtuanya tiba-tiba masuk rumah sakit. You never know right? Poin pentingnya adalah, dengan bersabar, kamu bisa menjadi semakin bijaksana melihat situasi. Tidak sabar bisa berujung kepada konflik yang bisa menghasilkan luka-luka yang tidak perlu. Orang apa yang suka terluka dengan tidak perlu? Orang bodoh pastinya. 


3. Orang Sabar Dipuji. 


Last but not the least, orang mana yang tidak suka dipuji? Hehehe... Pernahkah kalian melihat orang sabar dihina? Dalam Amsal 16:32 berkata bahwa “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” Alkitab menyatakan bahwa ‘sabar’ itu lebih dari ‘hero’. Pujian lebih lanjut pun dikonfirmasi di Amsal 19:11, “Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.” Bersabarlah teman, mungkin ketika kamu sedang mengalami masalah, tidak ada orang yang bisa memahamimu, malah kamu ditantang oleh Allah untuk mengerti akan orang lain. Saya tidak menyangkal bahwa hal ini tentunya susah, dan kalau pun bisa terlewati, tidak menjamin bahwa orang-orang disekitarmu akan memujimu. Namun, Bapa di surga melihat semuanya, pujian dari Dia lah saja yang penting dan itu cukup :)

Jadi, ketika membuka media sosial dan membaca status atau komen-komen aneh yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu merajalela, apa yang harus dilakukan? 

“Yang waras ngalah...” :P

Friday, May 12, 2017

The Last Message



by Poppy Noviana

Ingatkah kita pada salah satu pesan terakhir Yesus ketika untuk terakhir kalinya Dia bersama murid-murid-Nya, sebelum meninggalkan bumi untuk kembali ke rumah Bapa?

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang dunia berikan kepadamu. Jangan gelisah dan gentar hatimu (Yohanes 14:27)

Damai sejahtera dari Yesus itu tidak dapat disamakan dengan damai dari dunia, seperti nyanyian dari Mazmur 23 ini:

Tuhan adalah Gembalaku
Takkan kekurangan aku
Dia membaringkan aku
Di padang yang berumput hijau

Dia membimbingku ke air yang tenang
Dia menyegarkan jiwaku
Dia menuntunku di jalan yang benar
Oleh kar'na namaNya

Sekalipun aku berjalan
Dalam lembah kekelaman

Aku tidak takut bahaya
Sebab Engkau besertaku
GadaMu dan tongkatMu
Itulah yang menghibur aku

Dunia menawarkan ketenangan dan kepastian semu dalam menghadapi tantangan kehidupan. Hal ini bisa kita rasakan sendiri; seperti memiliki jaminan kesehatan, jaminan hari tua, bahkah jaminan kematian dan pembiayaan atas keluarga yang ditinggalkan. Namun, damai sejahtera yang Allah berikan tidak demikian. Dia memberikan Roh Penghibur (alias Roh Kudus) yang akan mengingatkan dan mengajarkan segala sesuatu sesuai dengan kebutuhan pewahyuan hikmat yang kita perlukan. Ya, kita membutuhkan Roh Kudus untuk menghadapi kehidupan dan tantangan di dalamnya dengan nyaman dan tenang. Roh inilah yang akan memimpin kehidupan manusia untuk merasakan damai sejahtera yang sejati; bukan karena apa yang manusia telah lakukan, tapi karena anugerah yang Tuhan berikan dalam hidup setiap orang yang mengasihi-Nya dan bergantung kepada ketetapan-Nya dengan sepenuh hati.

Saya pernah mengalami masa sulit dimana saya tahu kekuatan saya tidak dapat menghadapinya. Ketika itu saya menghadapi kesulitan biaya untuk membayar seluruh kebutuhan peti mati, penguburan, penutupan biaya operasi di rumah sakit untuk almarhum ayahanda tercinta... Belum selesai rasa sedih karena kehilangan sosok orangtua yang kukasihi, masalah pun bertambah dengan beban biaya yang begitu banyak.

Peristiwa ini sangat traumatis bagi saya, namun Allah mencukupkan segala sesuatunya lebih daripada apa yang saya perhitungkan. Dia tidak pernah mempermalukan saya, asalkan saya menerima jawaban doa saya di dalam hati sebelum saya melihatnya dinyatakan di depan mata. Hah? Maksudnya gimana? Iman. Ya, saya sedang berbicara soal iman yang teguh dan sikap hati untuk percaya bahwa hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus akan membawa saya pada damai sejahtera yang sejati. Damai sejahtera ini tidak dapat diberikan oleh dunia. Dunia tidak dapat memberikan sesuatu yang tidak menguntungkan baginya; sementara Allah selalu memberikan apa yang menguntungkan bagi kita, pengorbanan dan kesetiaan-Nya.

Damai sejahtera Allah tidak hanya muncul dalam kondisi tenang saja, tapi juga di dalam situasi penuh badai dan terpaan masalah kehidupan. Walaupun demikian, selalu ada jawaban, harapan dan pertolongan di saat yang tepat saat kita sungguh-sungguh bergantung pada kekuatan-Nya.

Anugerah damai sejahtera itu biasanya benar-benar dapat dirasakan justru saat berada dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Misalnya kondisi sakit dan menderita yang dihadapi atau muncul begitu saja. Tapi hati dan pikiran kita tetap tenang dan yakin pada penyertaan Allah yang bertanggung jawab itu. Yaa... kurang lebih seperti itulah gambaran sederhana damai sejahtera Allah.

Jadi, janganlah gelisah dan gentar hatimu. Apa yang saya dan kamu alami hari-hari ini mungkin terkesan berat, namun percayalah dan tetap tenang berjalan dalam prosesnya sambil berseru meminta pertolongan Tuhan, agar Dia menyertai setiap langkah kita. Tidak ada jaminan paling sempurna selain dari Sang Empunya Langit dan Bumi. Maut saja dapat dikalahkan-Nya, apalagi persoalan-persoalan dunia! Dia bukan Tuhan yang tidak turut merasakan kesulitan-kesulitan kita, karena itu Dia turun ke dunia untuk merasakan sulitnya jadi manusia.

Selanjutnya: Kuatkanlah hatimu. Damai sejahtera Allah menaungi hidupmu sekarang dan sampai selama-lamanya.

Friday, March 25, 2016

See Your Ads in Pearl

Kami membuka kesempatan bagi Pembaca yang ingin memasang iklan dalam blog majalah Pearl yang memiliki sekitar 3.700 views setiap bulannya; dan majalah Pearl yang juga dibaca oleh teman-teman Indonesia di manca negara, seperti: Singapore, Germany, Australia, America, dan banyak lagi.

Ketentuan pemasangan iklan adalah sebagai berikut:

  • Large 900 px by 380 px: Rp.300.000,- untuk 2 bulan
    iklan akan diletakkan di halaman depan website kami
  • Small 204 px by 300 px: Rp.180.000,- untuk 2 bulan
    iklan akan diletakkan di halaman blog kami.


Bila teman-teman berminat, silahkan mendaftarkan diri beserta iklan product kalian di majalahpearl(at)gmail.com.

Dana yang terkumpul akan kami gunakan untuk operasional website Pearl. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemasangan iklan, silahkan menghubungi email tertera di atas. Yuk buruan, tempat terbatas! :D

Monday, March 21, 2016

Majalah Pearl edisi cetak PO ke-2!!

Hallo, ladies! 

Kami dengan sangat bersukacita mau mengabarkan kepada teman - teman bahwa dalam rangka merayakan ulang tahun Majalah Pearl yang ke-5, kami akan menerbitkan Special Edition versi cetak. Majalah Pearl edisi cetak ini akan terbit dengan tema "Panggilan" dan akan membahas tentang pangilan kita sebagai wanita - wanita Allah, baik dalam kapasitas kita sebagai seorang single, istri, maupun ibu. Penulis - penulis untuk Majalah Pearl edisi cetak ini adalah para penulis terpercaya yang sudah lama melayani bersama Majalah Pearl, seperti Grace Suryani, Mekar Andaryani Pradipta, Nelly Handrianto, dan banyak lagi.



For your information, majalah Pearl edisi cetak ini  tidak akan diupload ke website Majalah Pearl, jadi kalau teman - teman ingin baca, silakan PO selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2016 :) Majalah Pearl edisi cetak ini berisi lebih dari 80 halaman dengan ukuran 27 cm X 21 cm. Harga Majalah Pearl edisi cetak ini adalah Rp. 85.000 (Ongkos kirim ditanggung pembaca. Untuk check berapa harga ongkos kirim ke alamatmu, silakan check ke www.jne.co.id. Pengiriman dilakukan dari Jakarta, dan 1 majalah seberat kira - kira 550-600 gr). 

Tertarik? Yuk teman - teman, pesan sekarang juga. Pre-Order kedua ini akan ditutup tanggal 31 Maret 2016 lho. Jangan ketinggalan lagi yak! Hehe..

Bagaimana cara PO?
1. Transfer sesuai dengan harga majalah (Rp.85.000) dan ongkos kirim ke BCA atas nama Felisia dengan nomor account: 0650554698.  Jika nominal yang ditransfer tidak tepat (kelebihan atau kekurangan), tim Majalah Pearl akan menghubungi kamu.

2. Kirimkan bukti transfer ke majalahpearl@gmail.com
Jangan lupa sebutkan nama (sesuai nama di rekening yang kamu pakai untuk transfer), alamat lengkap, nomor telepon, dan jumlah majalah yang dipesan. 

3. Tunggu dengan sabar karena Majalah Pearl edisi Spesial akan dikirimkan langsung ke alamatmu paling mulai pertengahan bulan Mei 2016.

Tunggu apa lagi? Yuk buruan order! Jangan sampe ketinggalan! :)







Thursday, February 25, 2016

Majalah Pearl edisi CETAK!

Hallo, ladies! 

Kami dengan sangat bersukacita mau mengabarkan kepada teman - teman bahwa dalam rangka merayakan ulang tahun Majalah Pearl yang ke-5, kami akan menerbitkan Special Edition versi cetak. Majalah Pearl edisi cetak ini akan terbit dengan tema "Panggilan" dan akan membahas tentang pangilan kita sebagai wanita - wanita Allah, baik dalam kapasitas kita sebagai seorang single, istri, maupun ibu. Penulis - penulis untuk Majalah Pearl edisi cetak ini adalah para penulis terpercaya yang sudah lama melayani bersama Majalah Pearl, seperti Grace Suryani, Mekar Andaryani Pradipta, Nelly Handrianto, dan banyak lagi.




For your information, majalah Pearl edisi cetak ini  tidak akan diupload ke website Majalah Pearl, jadi kalau teman - teman ingin baca, silakan PO selambat-lambatnya tanggal 29 February 2016). :) Majalah Pearl edisi cetak ini berisi lebih dari 80 halaman dengan ukuran 27 cm X 21 cm. Harga Majalah Pearl edisi cetak ini adalah Rp. 65.000 (Ongkos kirim ditanggung pembaca. Untuk check berapa harga ongkos kirim ke alamatmu, silakan check ke www.jne.co.id. Pengiriman dilakukan dari Jakarta, dan 1 majalah seberat kira - kira 550-600 gr). 

Tertarik? Yuk teman - teman, pesan sekarang juga. Pre-Order akan ditutup tanggal 29 February 2016 lho. Bagaimana cara PO?

1. Transfer sesuai dengan harga majalah (Rp. 65.000) dan ongos kirim ke BCA atas nama Felisia dengan nomor account: 0650554698.  Jika nominal yang ditransfer tidak tepat (kelebihan atau kekurangan), tim Majalah Pearl akan menghubungi kamu.

2. Kirimkan bukti transfer ke majalahpearl@gmail.com
Jangan lupa sebutkan nama (sesuai nama di rekening yang kamu pakai untuk transfer), alamat lengkap, nomor telepon, dan jumlah majalah yang dipesan. 

3. Tunggu dengan sabar karena Majalah Pearl edisi Spesial akan dikirimkan langsung ke alamatmu paling lambat bulan April 2016.

Tunggu apalagi? Yuk buruan order :)