Showing posts with label Stephanie Gunawan. Show all posts
Showing posts with label Stephanie Gunawan. Show all posts

Tuesday, January 1, 2019

A Fresh New Start


by Stephanie Gunawan


HARI BARU PENUH WARNA 

Saya menapaki hari yang baru
Ada yang berbeda
Kali ini berwarna
Padahal sampai kemarin semuanya masih hitam putih
Ya ini sungguhan! 
Hari ini semua tampak berwarna!
Apa yang telah terjadi?
Ah saya ingat...
Kemarin saya membebaskan hati saya 
Untuk merasa 


Yak hari ini adalah hari baru! Saya akan menjalankan komitmen baru saya, yaitu membebaskan hati saya untuk merasa! Saya tidak takut lagi untuk mengalami emosi, baik positif maupun negatif. Walaupun saya tahu bahwa merasakan emosi negatif sangat tidak enak, saya percaya kasih Allah akan memampukan saya untuk berani merasakan emosi yang terpahit sekalipun. :) Saya akan mewarnai lembaran baru saya dengan tiga cara, yaitu Get close to Jesus, berpartisipasi dalam komunitas baru, dan mempraktekkan kebiasaan positif baru. Dengan menjalani tiga cara tadi, saya harap saya akan menjadi seorang wanita yang semakin serupa dengan Kristus. 


// GET CLOSE TO JESUS

Langkah pertama ini adalah langkah yang gak mungkin saya lewati. Ini sangat penting! Supaya bisa berbuah, saya harus nempel kaya perangko ke pohonnya. 

"Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa."
(Yohanes 15:5)

See? Gak ada ranting yang bisa menumbuhkan daun dan buah kalau dia terlepas dari pohon utamanya. Seperti itulah saya. Kalo saya terlepas dari Yesus, saya tidak akan bisa bertumbuh dan berbuah. Jadi, sangat penting untuk makin lengket sama Yesus! 


Gimana caranya supaya makin lengket ma Yesus? 

Ngobrol donk... Apa lagi kalo bukan ngobrol? Persis seperti kita membina persahabatan dengan teman, atau membina hubungan dengan pasangan, kita pasti ngobrol untuk mengenal doi lebih dekat. Gimana mau lengket kalo ngobrol aja gak pernah? Ingat, ngobrol itu artinya kita berbicara dan mendengarkan. Pihak sana pun harus berbicara dan mendengarkan. Kalo salah satu ngomong mulu dan satunya lagi dengerin doank, itu sih acara pidato, bukan ngobrol! 

~ Jadi, kita harus berbicara ke Tuhan (sementara Tuhan mendengarkan) dan mendengarkan Tuhan (sementara Tuhan berbicara). ~

1. BERBICARA KE TUHAN (sementara Tuhan mendengarkan) ada dua cara: 
A) Lisan. 
Lisan sendiri ada dua cara:
Ngomong sambil ngoceh-ngoceh, cuap-cuap bersuara sambil berdoa.
Ngomong dalam hati.

Tenang aja, Tuhan denger dua-duanya kok. Bahkan sebelum kita ngomong, Dia sebenernya udah tau kita mau ngomong apa. Dia udah tau hari-hari kita, bahkan sebelum kita lahir.

"Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya." - (Mazmur 139:16)

Intinya, curhat deh ke Tuhan apa yang kita alami dan rasakan hari itu. Persis kaya laporan ke pacar, gak pernah absen! :)


B) Tulisan
Kalo yang ini, kita bisa menulis surat atau puisi untuk Tuhan. Kita bisa curahkan isi hati kita dengan menulis diary yang ditujukan ke Tuhan Yesus. Bisa juga dengan membuat puisi yang kita persembahkan pada-Nya. Pokoknya persis seperti kita nulis SMS/BBM/email/surat untuk orang yang kita kasihi. 

2. MENDENGARKAN TUHAN (sementara Tuhan berbicara) 

Zaman sekarang, Tuhan jarang berbicara kepada kita seperti Dia berbicara kepada Adam (Kejadian 3:9-12), Abraham (Kejadian 18:23-32), dan Musa (Keluaran 19: 19-20) yang bisa langsung denger suara Tuhan. Bukan berarti gak pernah lho yah, tapi lebih jarang. Cara yang lebih sering kita jumpai sekarang adalah: 

// Melalui Alkitab. 
Teman-teman bayangkan sebuah film yang ada adegan seorang pria mendapat surat dari kekasih wanitanya, padahal mereka sudah lamaaa sekali tidak bertemu. Pas dia baca, biasanya ada suara perempuannya gitu kan lagi membacakan suratnya? Kebayang? Maksudnya, seolah-olah si pria sedang mendengar suara wanita itu langsung melalui suratnya. Nah seperti itu juga kalo membaca Alkitab. Bayangkan ada suara Allah yang ngomong langsung ke kita. Alkitab itu adalah surat cinta Allah untuk kita. Jadi, baca dan bayangkan deh suara-Nya! 

// Melalui orang lain. 
Saudara-saudara kita dalam Kristus biasanya akan lebih peka untuk menegur kita dengan Firman Allah kalau mereka melihat ada yang tidak benar dari hidup kita. Mereka bisa menjadi teman bertumbuh bersama. Kita saling kirim ayat, membicarakan khotbah, mendoakan, berbagi pengalaman iman, dan sebagainya. 

Tapi jangan terpaku pada mereka yang Kristen saja. Tuhan gak membatasi kuasa-Nya. Dia bisa memakai orang-orang yang belum Kristen sekalipun untuk menyampaikan isi hati-Nya. Jadi, sebaiknya kita pun peka untuk memperhatikan teguran dari orang lain. Jika memang tegurannya sesuai dengan nilai-nilai yang Yesus ajarkan, tentu sebaiknya kita dengarkan. 

// Melalui media cetak dan media audio-visual. 
Tuhan seringkali memakai buku/majalah/koran/papan iklan/sticker di kaca belakang mobil, dan lain-lain yang berisikan/bertuliskan tentang firman Allah untuk berbicara kepada kita. Selain itu, Dia bisa memakai film/iklan/video youtube/nyanyian pujian untuk menyampaikan firmanNya. Jadi, pekalah terhadap apa yang kalian lihat, baca, dan dengar. Mungkin Tuhan mau menyampaikan sesuatu. 


// BERPARTISIPASI DALAM KOMUNITAS BARU

Ini artinya kita menghabiskan waktu dengan orang-orang baru yang membantu kita makin bertumbuh dalam kasih Kristus. Sebaiknya cari komunitas yang positif, misalnya persekutuan di rumah tetangga (kalau ada), kelompok pemahaman Alkitab, paduan suara gereja, komunitas peduli AIDS, komunitas peduli korban bencana alam, dan sebagainya. Selain kita punya hubungan pribadi yang erat dengan Bapa, kita perlu komunitas untuk saling menguatkan. Jangan cari komunitas barunya di tempat-tempat yang tidak tepat, seperti klub malam dan diskotik. Kalau di tempat yang minuman keras beredar dengan mudah dan banyak godaan seksualnya, apakah kita akan makin bertumbuh dalam iman pada Kristus? Teman-teman bisa jawab sendiri. Carilah lingkungan yang berdasarkan kasih Kristus. 

Jangan menutup hati juga jika ada cinta yang bersemi di komunitas baru itu. Mungkin ini saat yang tepat untuk hati kita belajar mencintai dan dicintai sekali lagi. Dengan demikian, hati juga akan belajar untuk bebas merasa dan hari-hari kita akan lebih berwarna. Ikut sertakan Tuhan Yesus juga yah dalam cinta yang baru ini! ;) 


// MEMPRAKTEKKAN KEBIASAAN POSITIF BARU

Kalau ini lebih mengacu pada kebiasaan kita sehari-hari. Wanita yang berkarakter Allah adalah wanita yang rajin. Rajin ngapain? Tentunya bukan rajin guling-gulingan di tempat tidur atau rajin nonton film seri Korea sepanjang hari. :p Kita harus rajin berlatih melakukan hal yang bisa jadi berkat untuk orang lain, bukan hanya menyenangkan diri sendiri. Apa saja yang bisa kita lakukan terutama kalau kita belum menikah? As singles, we can do: 

1. Bangun pagi 
"Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata."
(Amsal 6: 10-11)

Hehehe ayatnya nancep banget yah?! Kalau kita malas-malasan, siap-siap aja akan jadi miskin dan serba kekurangan! Okay, saya sendiri masih berlatih untuk bisa bangun pagi! Jadi, ayo kita berlatih bersama-sama! :) Dengan bangun pagi, kita bisa saat teduh lebih tenang dan kita bisa mengerjakan lebih banyak kegiatan di hari itu. 

2. Baca buku 
Buku adalah jendela informasi dunia. Banyak sekali yang kita bisa pelajari dari membaca. Mau belajar tentang apa? Singleness? Relationship? Marriage? Pregnancy? Motherhood? Sewing? Cooking? Music? Law? Politics? History? Medical? Novel? Semuanya sudah ditulis! Tinggal masuk ke toko buku, sebaiknya cari buku yang sudah direkomendasi oleh teman atau mendapat predikat bestseller, beli, baca di rumah! Saya percaya kalian akan punya perspektif baru setelah membaca. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo gemar membaca buku! Buku akan memperkaya pemahaman dan pengetahuan kita. 

3. Belajar masak 
Saya yakin zaman sekarang sedikit cewe yang bisa masak, kan udah ada mama atau mbak yang masakin di rumah. Hehe... Ngaku deh, saya sendiri juga begitu. Tapi, saya gak mau bilang hal itu benar ataupun baik lho ya. Kita semua sadar bahwa ketika kita berkeluarga nanti, istri harus menyediakan makanan bagi rumah tangganya. Mari kita lihat sebuah ayat dari Amsal 31 yang berbicara mengenai ‘Puji-pujian untuk istri yang cakap’.  

"Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan."
(Amsal 31: 15)

Lihat! Istri yang cakap menurut Amsal 31 adalah istri yang bangun saat subuh, lalu siapin makanan untuk rumah tangganya. Ho!! Memang seringkali kita alasan, “Ah gak usah belajar masak sekarang, nanti kalo udah married juga bisa sendiri. Mau gak mau masak, akhirnya bisa karena biasa.” Yah itu memang benar. Kalau udah kepepet gak ada yang masakin, akhirnya kita belajar masak juga. Kan kalau beli jadi dari luar terus, mahal... Nanti berdampak negatif ke keuangan rumah tangga. Tapi, apa salahnya kalau kita mulai mencoba sejak sekarang? Coba deh mulai dengan mengikuti tantangan memasak yang diadakan di majalah Pearl setiap edisinya. :) Kita bisa belajar mempersiapkan diri untuk menyediakan makanan untuk seisi rumah kita nanti. Saya juga akan berusaha! 

Nah, itu tiga ide tentang kebiasaan positif baru yang bisa kita kerjakan selama masih single. Sekarang kita simak yuk tips dari anggota tim yang sudah menikah tentang kebiasaan positif mereka ketika masih single! 


* Dari Ci Lia *

1. Banyak baca, ngerenungin en NGAPAL AYAT Firman serta menggalinya
karena ada masa- masa di mana kita gak punya cukup waktu buat mengali FT tapi Roh Kudus bisa munculin banyak kebenaran FT yang uda kita baca dan tersimpan dalam memori en hati kita yang dirhemakan kembali. 

2. Giving yourself buat melayani, bukan cuma di gereja tapi DI RUMAH.
Nanti kalo uda merid tinggal pisah dari keluarga, uda gak ada kesempatan BANYAK MELAYANI mereka. Bantuin mama lakuin tugas-tugas IRT-nya termasuk bantuin ngurus adik (ini sangat NGEFEK) karena aku dulu banyak belajar ngurus baby pas ngurus adik-adik aku. 

3. Latihan berfungsi as a supportive woman dengan cara:
kirim kata-kata encouragement ato profetic message (pesan Tuhan/firman Tuhan yang kita dapat setelah mendoakan orang tersebut) buat pemimpin rohani/otoritas/rekan sepelayanan dan juga appreciation words. 


* Dari Ci Sarah *

1. Focus on the Lord and what He is calling you to do.
If God calls you to go to Africa, then GO TO AFRICA and serve Him. =) Jangan membuat rencana yang berfokus kepada 'mendapat pasangan hidup'. Misalnya kalo Tuhan panggil ke Afrika, gak usah pusing "gimana bisa dapat pasangan hidup kalo gw berkutat di tengah hutan?" 

2. Disiplinkan diri dengan time management yang baik.
Dengan time management yang baik, kamu lebih bisa mengatur waktu untuk spend time with God biarpun sedang sibuk. Nanti if you get married, kebiasaan punya schedule yang baik ini akan sangat membantu kamu untuk tetap bisa punya waktu untuk Tuhan di tengah-tengah tugas-tugas yang demikian banyaknya sebagai istri dan ibu. 

3. Surround yourself with God-loving friends.
Mereka-mereka ini yang akan sangat membantu kamu untuk terus bertumbuh dalam kebenaran akan Firman Tuhan. 


* Dari Ci Grace * 

1. Spend time to serve in your church!
Akan ada saatnya nanti setelah berkeluarga dan punya anak (terutama kalau anaknya masih bayi) bakal sulit untuk melayani di gereja. Jadi semasa masa single, ataupun belum married, gunakan waktumu untuk melayani kerajaan Allah di gerejamu. 

2. Belajar bikin laporan keuangan.
Catat pengeluaran dan pemasukan, belajar menabung. Banyak keluarga mengalami masalah dan pertengkaran karena masalah ekonomi. Jadi ada baiknya selama masih sendiri kita belajar untuk menata keuangan pribadi dengan baik sebelum akhirnya nanti Tuhan percayakan untuk mengatur keuangan keluarga. 

3. Bergaullah dengan lawan jenis sebanyak-banyaknya.
Setelah menikah nanti, jumlah teman pria pasti berkurang drastis :p And it's supposed to be like that... :p Masa muda, masa sekolah, masa kuliah itu masa yang memang Tuhan rancang untuk kita bergaul dengan orang dan lawan jenis sebanyak-banyaknya. Karena akan ada waktunya, di mana kita tidak lagi seharusnya bergaul dengan lawan jenis sebanyak-banyaknya tapi sebaliknya berusaha mengenal pasangan kita sebaik-baiknya. :) 


***


Gimana, teman-teman? Siap mengikuti A Fresh New Start as a single ala majalah Pearl? Siap mengisi hari-hari kita dengan penuh warna? Ayo kita makin mengeratkan hati dengan Yesus, bergabung dengan komunitas baru, dan melatih kebiasaan positif yang baru! Teladani juga contoh-contoh yang sudah diberikan oleh para penulis yang telah menyelesaikan masa single- nya dengan baik! Dengan pertolongan Tuhan Yesus, saya yakin kita bisa semakin serupa dengan-Nya!

Wednesday, December 26, 2018

Christ-Centered Goal Setting



By Stephanie Gunawan

Eh, udah Natal lagi!! Cepet yah waktu berlalu… :) Gimana teman-teman? Apakah selama tahun 2018 ini kita udah melakukan hal-hal yang menyenangkan hati Tuhan Yesus? Apakah aktivitas kita udah mendukung perluasan Kerajaan Allah? Atau.. masih ada hal-hal yang sebenernya dari awal tahun pengen kita kerjain untuk Tuhan, tapi kita tunda terus? Tahun depan, kita kerjain hal-hal yang nyenengin Yesus yok! 

Di momen Natal kali ini, saya mau ajak temen-temen untuk bikin goal setting bareng. Ini bukan sembarang goal setting lho. Goal-setting yang majalah Pearl ajak temen-temen untuk gabung adalah goal setting yang terfokus pada KRISTUS. Jadi, nama programnya adalah: 2019 Christ-centered Goal Setting. Hehe... Kita akan bikin goals yang punya dua tujuan.

Tujuan pertama adalah:

"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
(Matius 28:19-20)

Kita mau belajar untuk mewartakan kabar keselamatan dari Tuhan Yesus ini ke lebih banyak orang. Jadi, kita gak mau jadi perempuan yang cuma diem-diem aja di comfort zone, tapi kita mau reach out orang-orang di luar sana untuk denger firman. Intinya, gak nyimpen kabar sukacita itu untuk diri kita sendiri, tapi kita bagiin juga ke orang lain.

Tujuan kedua adalah:

"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji."
(Amsal 31: 30)

Kalo ini, kita mau belajar untuk jadi perempuan yang cantik hatinya, bukan sekedar cantik luarnya. Kita mau berubah hari demi hari supaya semakin serupa Kristus. Kita mau jadi wanita-wanita Allah. So, tahun depan kita latihan supaya bisa jadi seperti wanita yang ada di Amsal 31 itu.
Okay, ini program-program yang saya tawarkan untuk teman-teman pilih.
Program-program untuk mencapai tujuan pertama:
  • Program tahunan
  1. Ikut mission trip minimal 1 kali dalam setahun.
  2. Ajak satu sampai lima orang baru untuk ikut ke gereja dalam setahun.
  3. Ikut satu pelayanan di gereja, baik jadi penerima tamu, tim persembahan, tim musik, tim tari, tim konsumsi, guru Sekolah Minggu, atau wadah pelayanan apapun yang tersedia di gereja kamu.
  4. Mengadakan satu atau dua kali kunjungan ke panti asuhan atau panti werda dan membagikan Alkitab di sana.
  • Program bulanan
  1. Membeli traktat sebanyak 12 buah dan membagikannya ke satu orang setiap bulannya.
  2. Menulis notes di Facebook tentang kebaikan Kristus yang teman-teman alami sebulan sekali.
  3. Membeli 12 kartu kecil yang berisikan ayat Alkitab di toko buku Kristen dan membagikannya ke teman-teman yang sedang lemah imannya sebulan sekali.
  4. Mengirim SMS atau broadcast ayat untuk teman-teman yang kalian ingat sedang perlu didukung imannya sebulan sekali.
Program-program untuk mencapai tujuan yang kedua:
  • Program tahunan
  1. Baca Alkitab seluruhnya.
  2. Belajar beli baju yang sopan, kaga kekurangan bahan, 3 bulan sekali aja beli 1-3 potong baju.
  3. Berdoa dan berpuasa bagi keselamatan jiwa-jiwa bangsa Indonesia setiap hari Selasa sepanjang tahun.
  • Program bulanan
  1. Mempelajari 12 tokoh wanita dalam Alkitab, 1 bulan 1 tokoh. Misalnya Sarah (Kej. 12-23), Ribka (Kej. 24-28), Ester (Est. 1-10), Debora (Hak. 4-5), Rut (Rut 1-4), Hana ibu Samuel (1 Sam. 1-2), Abigail istri Daud (1 Sam. 25), Maria ibu Yesus (Luk. 1), Maria Magdalena (Mat.27: 55-56; Mrk. 15: 40), Priskila (Kis . 18), Lidia (Kis. 16: 14), perempuan Samaria (Yoh. 4), dll.
  2. Belajar masak, 1 bulan 1 menu.
  3. Belajar menjahit, 1 bulan 1 prakarya tangan (cross stitch, menyulam, benerin kancing baju yang lepas, dsb.)
  4. Belajar menabung, targetin sebulan ada simpanan 10-30% dari total penghasilan.
  5. Belajar merapikan barang-barang yang berserakan di kamar, 1 bulan 1 kali beresin kamar.
  6. Baca buku rohani yang membantu kita lebih memahami firman Tuhan, 1 bulan 1 buku.
  7. Belajar mengenai keseimbangan gizi supaya nanti bisa menyediakan makanan yang bergizi untuk suami dan anak-anak, 1 bulan 1 tips tentang gizi.
  8. Menghafalkan ayat Alkitab, 1 bulan 1 ayat.



Pastikan teman-teman memilih goal yang memang mungkin untuk teman-teman lakukan. Jangan pilih kegiatan yang memang tidak memungkinkan untuk dilakukan, misalnya pilih ikut mission trip, tapi baru aja ada baby kecil nongol di rumah. Tentu yang jadi mama belum bisa meninggalkan bayinya donk yah. ^^ So, cari goals-nya yang mungkin bisa dilakukan selama kalian masih di dalam kota aja. Tapi untuk yang single dan gak ada ikatan kontrak kerja, tentu no problemo kalo pilih ikut mission trip. Harus pinter-pinter juga putar otak untuk punya dana melaksanakan goal kalian. Misalnya kalian ingin ke panti asuhan dan bagikan Alkitab, nah dana untuk beli Alkitab-nya dari mana? Mungkin kalian bisa kumpulin beberapa teman, terus patungan bareng. Atau bisa juga kalian jual-jual sesuatu, keuntungannya dipakai untuk beli Alkitab. Atau memang dari dana tabungan pribadi. Yah pokoknya hal-hal kreatif yang bisa membantu kalian mewujudkan goal itu deh.

Selain itu, program-program yang saya tulis di atas tentu boleh kalian tambahkan sendiri. Mungkin ada yang punya ide lain, tentu saja boleh. Intinya, cari goals yang bikin kita makin berubah serupa karakter Kristus dan kita memperluas kerajaan-Nya. 

Sekarang, saya berikan tabel kosong yang bisa teman-teman isi. Pilih dua goals untuk program bulanan dan dua goals untuk program tahunan di setiap tujuan. Kalau mau lebih dari dua, boleh juga. Untuk program bulanan, setiap akhir bulan teman-teman bisa isi kolomnya dengan huruf S (sukses) kalau memang bulan itu sukses melaksanakan goal-nya. Isi dengan huruf BS (belum sukses) kalau di bulan itu teman-teman belum berhasil melaksanakan goal. Kalau yang untuk program tahunan, tentunya diisi di akhir Desember tahun 2019. Nanti di akhir tahun 2019, kita bisa menghitung berapa kali kita berhasil melaksanakan goal kita.



Gimana, jelas?? Jelas donk yah... Hehe. Semoga goal setting ini membantu kita untuk lebih fokus dalam beraktifitas untuk Tuhan Yesus, bukan sekedar untuk diri kita sendiri. Satu hal yang sangat penting juga: sertakan Yesus dalam perencanaanmu! Berdoalah sebelum membuat goal setting dan tetap berdoalah agar setiap harinya kita bisa menjalankan komitmen ini. 

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung ", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."
(Yakobus 4:13-15)

Oke teman-teman, selamat membuat goal setting untuk tahun 2015 yang berpusat hanya pada Kristus!

Friday, November 16, 2018

Single and Satisfied



by Stephanie Gunawan

Hey girls! Siapa yang lagi baca blog ini, statusnya lagi jomblo?? Hayoo angkat tangan!! :) Gimana rasanya jomblo, girls? Are you happy? Apakah perasaan kalian kaya di lagunya Oppie Andarista – Single Happy? ‘Aku baik baik saja menikmati hidup yang aku punya, hidupku sangat sempurna, I’m single and very happy… Mengejar mimpi-mimpi indah, bebas lakukan yang aku suka; berteman dengan siapa saja, I’m single and very happy...’ Bener gak kaya gitu? Hehe..

Well, I hope so. Tapi saya harap kalian senangnya bukan karena terpaksa yah. Beberapa orang yang sebenarnya terpanggil untuk punya pasangan, namun sekarang BELUM ada pasangan, bisa aja pura-pura bahagia. Bisa aja dia bilang I’m single and very happy, tapi sebenernya dalam hati, ia merasa sedih. Dia berpikir bahwa ia akan bahagia kalau udah punya pasangan. Sekarang pertanyaannya, apakah kalau kita nanti sudah punya pasangan, kita akan selalu senang, gak pernah sedih lagi? Gak mungkin donk yah … Pasti kita tetep bisa merasa sedih. Mungkin sedihnya karena si dia membuat keputusan-keputusan yang kita gak ngerti, sms-nya udah gak seromantis dulu lagi, lupa tanggal jadian, bilang kita lelet, lama banget dandannya, dan sebagainya. Pasti sedih ato kesel-kesel gitu kan? Nah, dari sini saya mau menggaris bawahi bahwa kesenangan kita tidak mutlak ditentukan dari hal kita punya pasangan atau ngga. Ada hal lain yang menentukan kesenangan abadi kita. Apakah itu? Keep on reading... ;)

Pertama-tama, kita perluas arti kata ‘single’ dulu ya. Single sebenernya bukan berarti jomblo atau gak punya pacar. Single itu adalah suatu keadaan di mana kita merasa utuh. Sekali lagi yah, single adalah SUATU KEADAAN DI MANA KITA MERASA UTUH. Orang seringkali berpikir bahwa ia akan merasa utuh kalo dia dapet cinta dari seorang pacar. It’s a big NO! NO NO NO! Itu bener-bener pemikiran yang salah!! Kita gak akan pernah bisa utuh karena kita punya pacar. Tapiii, kita akan utuh ketika kita punya hubungan yang erat dengan Tuhan Yesus.

Allah menciptakan manusia dengan satu kebutuhan yang sangat spesifik, yaitu kebutuhan akan cinta. Jauh di dalam hati kita, kita amat sangat ingin, pengen banget, rindu berat untuk merasakan yang namanya dicintai. Tul kan? Betuuulll… Sayang sekali, seringkali kita nyari cinta itu dari sumber yang salah, yaitu pacar kita. Padahal, pacar juga manusia berdosa lho… Sama aja ama kita. Pacar kita pasti punya kelemahan. Kita gak bisa selalu ngarepin pacar bakal maniiiisss terus sama kita. Dia pasti juga bisa bikin salah dan bikin kita merasa tidak dicintai. Bisa juga sebaliknya, kita yang bikin salah dan membuat pacar merasa tidak dicintai. Buntut-buntutnya kita ribut. Sekali, dua kali, sepuluh kali, lima puluh kali, gak keitung… Dan akhirnya kita merasa sudah tidak ada cinta di dalam hubungan ini. Cinta kita habis. 

But don’t worry! ^^ Ada satu sumber cinta yang stock cintanya gak bakal habis-habis. Makin kita lengket ma sumber cinta itu, pasti kita bener-bener terbuai dengan cintanya. Makin kita deket-deket, pasti kita makin berasa dicintai. Makin kita berhubungan erat, kita pasti berasa disayang, diinginkan, dihargai, dihormati, didukung, dimanja, dan diterima. So sweet yah?! :) Hehe... Mau mau mau??? Kalo mau, yuks nempel kaya perangko ma sumber cinta itu.

Siapa sih ni yang dari tadi disebut-sebut sebagai sumber cinta? I bet you already know the answer. Bener kan? Pasti kalian udah tau deh... Siapaaa?? Yup! Betoooll!! TUHAN YESUS!!! Dialah sumber cinta itu. GOD is LOVE. Tuhan Yesus, Allah itu sendirilah yang punya stock cinta penuuuhh mulu. Dia mau bagi-bagiin cinta-Nya ke semua manusia. Dia mau membuat kisah fairy tale yang manis dan pernah kita dengar itu menjadi benar-benar nyata dalam hidup kita.

Satu-satunya hal yang akan membuat kita merasa utuh adalah: Tuhan Yesus. Pribadi Yesus mampu mengisi hati kita dengan cinta yang banyaaakk sekali, gak bakal ada habisnya.

Seperti dalam fairy tale, di mana kehidupan sang putri terasa begitu indah, kita pun bisa mempunyai kisah hidup yang sama indahnya seperti itu. Kalo di fairy tale, seringkali putrinya dijahatin oleh tokoh antagonis kan yah. Entah oleh ratu yang iri dengan kecantikan putri, atau penyihir jahat yang menculik putri, atau oleh peri jahat yang mengutuk putri. Pokoknya si putrinya dijahatin mulu dah, dibuat menderita. Gak bisa si putri hidupnya tenang.

Well, it’s the same in our lives. Kita, sebagai putri-putri Allah, mengalami hal serupa. Kita menderita oleh karena dosa. Ada tokoh antagonis-nya: si iblis. Udah dari lahir kita naturnya berdosa, ditambah lagi godaan-godaan iblis yang memanggil-manggil kita terus. Kita ditawarin bohong lah, nyuri lah, judi lah, narkoba lah, bunuh diri lah, ngelawan orang tua lah, maki-maki atasan kita lah, masturbasi lah, free sex lah, dan banyak lagi godaan lainnya yang gak terhitung. Kita tertawan dalam menara dosa yang membuat kita merasa bahwa kita bukan orang benar. Kesalahan kita banyak dan kita gak pantas dicintai. Kita tidak berharga. Kehidupan kita penuh dengan kegelapan, benar-benar berbeda dengan the sweet fairy tale we’ve ever heard. It’s totally dark. Kita menderita.

Uh oh!! Help help!! Kita pengen bisa hidup dengan bebas. Kita pengen punya kisah kehidupan yang manis, gak penuh dengan dosa. Kita pengen merasa bahwa kita adalah orang benar dan pantas dicintai. Kita selalu bermimpi punya kehidupan yang indah kaya di dongeng-dongeng itu! Help!!

Girls, Tuhan tau bahwa kita ingin punya hidup yang indah, as sweet as the fairy tale. Tuhan tau kita tertawan dalam menara dosa dan kita gak bisa melepaskan diri kita sendiri. Kita butuh pertolongan. Ketika Ia menyadari bahwa kita tertawan dan tak berdaya, Ia pun merasa sedih. Ia gak tahan ngeliat manusia ciptaan-Nya yang dikasihi-Nya terus-terusan menangis karena terikat jerat dosa. Hati-Nya pun pedih melihat kita terpenjara dalam kungkungan dosa. Ia rindu menyelamatkan kita.

So, He came!! He came to save us!! He is our Knight in shining armor! Dia mau bebasin kita dari menara dosa. Dia pahlawan kita. Dia tau bahwa HANYA DIALAH SATU-SATUNYA yang bisa memberi kebebasan pada kita. Hanya Dia satu-satunya yang bisa menggantikan semua kegelapan dalam hidup kita dengan terang. Hanya Dia satu-satunya yang sanggup memberikan cinta yang gak akan pernah habis untuk kita. Hanya Dia satu-satunya yang akan membuat kita merasa utuh, lengkap. Hanya Dia satu-satunya yang akan menjawab kebutuhan dasar kita, yaitu untuk dicintai. Dia bener-bener tau semua hal itu. Mengapa? Simply because He is the One who creates us with such longing in our hearts.

Girls, serius deh, cari Tuhan Yesus kalau mau bener-bener utuh dan bahagia. Memang kebahagiaan yang dirasakan tuh gak model hepi euphoria terus-terusan. Tetep ada masa-masa di mana kita merasa hidup ini penuh tantangan, bikin kita jengkel, kesel, sedih, marah, dan sebagainya. Tapi, satu hal yang kalian gak akan pernah sangka. Kalian akan merasakan kedamaian sejati dalam hati kalian. Apa lagi sih yang kita cari kalo bukan perasaan damai? Kita akan puas saat kita bisa tenang karena tau kita dicintai dan dianggap berharga. Kita pun bisa merasa bahwa kita adalah orang benar karena Yesus menjadikan kita benar. Dan gak cuman itu, bahkan Ia juga memberikan bonus! Hidup kekal! Kita gak akan binasa, tapi akan memerintah selama-lamanya bareng Dia. Keren banget kan?! Mantap lah! Gak percaya? Check all of these Bible verses!

1. Kita tenang karena tau kita dicintai, dikasihi.

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
(1 Yohanes 4: 10)

2. Yesus juga bilang bahwa kita berharga di mata-Nya.

Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
(Matius 10: 31)

3. Kita juga bisa lega karena tau kita ini dibenarkan oleh Yesus. Kita tidak lagi dirundung perasaan bersalah seumur hidup, kita telah dibenarkan oleh darah Yesus.

Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
(Roma 3: 24)

4. Gak tanggung-tanggung, kita juga dipastikan akan menerima jaminan hidup kekal.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
(Yohanes 3:16)

5. Plus, kita akan memerintah bersama-sama dengan-Nya nanti. :)

… dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.
(Wahyu 20:6)

Luar biasa kan kalo kita ikut Tuhan Yesus?? Ia memberikan sedemikian banyak sukacita yang pasti dan membawa damai abadi untuk kita. Tunggu apa lagi? Ayo nempel yang erat ma Tuhan Yesus!

Girls, jadilah singles yang utuh di dalam Yesus, yang nyari cinta sejati hanya dari Yesus, bukan dari sumber-sumber lain. Saya percaya kehidupan kalian yang tadinya suram akan pelan-pelan berubah menjadi manis kayak di dongeng-dongeng. Pada akhirnya, kalian akan puas menjalani hidup ini karena kalian tau bahwa kisah fairy tale itu gak cuman khayalan, tapi bener-bener kenyataan. Jesus is the One who brings the sweet fairy tale into our reality. Live with HIM!

Thursday, November 8, 2018

Menjaga Kekudusan




by Stephanie Gunawan

Berbicara tentang menjaga kekudusan... Hmm... Emang sebenernya kita tuh gak kudus yah? Atau... Sebenernya kita kudus, tapi bisa jadi gak kudus karena kelalaian kita? Apa sih maksudnya kudus? Apa yang harus kudus?

Yang harus kudus itu adalah: HATI KITA.


Kenapa hati kita harus kudus? 

 Karena seperti air mencerminkan wajah, 
demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.
(Amsal 27: 19)

Dari hati kitalah terpancar seluruh kehidupan kita.
(Amsal 4: 23) 

Kalau hati kita kudus, pasti tindakan kita juga kudus/suci/murni. Kita akan melakukan segala sesuatu dengan hati yang tulus, tanpa pura-pura, tanpa pakai topeng. 

Lalu, apa hati kita bisa jadi gak kudus? Tentu saja bisa! Sejak kita lahir, kita adalah manusia berdosa (Roma 3:23). Dosa membuat hati kita berkeinginan untuk menyukai hal-hal yang Allah gak sukai. Misalnya, Allah gak suka kita berpikiran jorok, tapi kita demeeenn banget mikir jorok. Itu tuh contoh perilaku yang bertentangan dengan kehendak Allah.

Nah pada zaman Musa, Allah memberikan hukum Taurat bagi bangsa Israel untuk menuntun mereka berjalan dalam kekudusan. Tapi ... apa yang kemudian terjadi? Bangsa Israel malahan berkali-kali jatuh dalam dosa dan mendukakan hati Allah. Kok bisa begitu yah? Kenapa dikasih hukum Taurat, mereka jadi makin berdosa?

Rasul Paulus menjelaskan di Roma 7:7, 11.
(Ay. 7) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!
(Ay. 11) Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku.

Mereka mulai mengingini hal-hal yang tadinya tidak mereka inginkan. Dosa menipu mereka. Namun setelah melakukannya, mereka merasa menyesal karena tahu bahwa itu tidak sesuai dengan kehendak Allah. Akhirnya, mereka berusaha mengurangi rasa bersalah mereka dengan menjalankan hukum Taurat itu dengan penuh perjuangan. Mereka mengekang dirinya dengan hukum Taurat. Mereka menilai dirinya dengan hukum Taurat. Kalau tindakan mereka sesuai dengan hukum Taurat, mereka adalah orang saleh. Tapi kalau tidak, mereka adalah orang berdosa. Mereka berusaha keras menahan dirinya untuk tidak membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tidak berbohong, dan sebagainya untuk membenarkan dirinya di hadapan Allah dan juga manusia. Mereka hidup di bawah hukum Taurat. Kehidupan seperti itu pasti sulit sekaliii... 
 
Tapi, syukur kepada Allah!! Ia merelakan Anak-Nya, Yesus Kristus, untuk mati di kayu salib menebus dosa kita semua. Sejak saat itu, kita tidak hidup di bawah hukum Taurat lagi, tetapi di bawah kasih karunia. Kita tidak perlu berjuang dengan kekuatan kita sendiri untuk membuat diri kita merasa benar, tidak berdosa. Ia yang mengerjakannya untuk kita. 

Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. 
(Roma 6:14)


(Roma 7:4-6)
(Ay. 4) Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.
(Ay. 5) Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.
(Ay. 6) Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat. 

Praise the Lord! Praise the Lord! :) Kita sudah hidup di dalam Yesus Kristus, di dalam kasih karunia-Nya! Yeeaayy!! 


(Roma 8:1-4)
(Ay. 1) Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam
Kristus Yesus.
(Ay. 2) Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
(Ay. 3) Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
(Ay. 4) supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

Jadi, sekarang adalah saatnya bagi kita untuk HIDUP DALAM ROH! Artinya, kita hidup dalam Roh Kudus, yaitu dalam Roh Allah, Roh Kristus. Kita hidup untuk menyenangkan Allah bukan dengan usaha kita sendiri, melainkan melalui pertolongan Roh Kudus yang berdiam dalam hati kita.

Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
(Roma 8: 11)

Jadi, berdoalah minta Tuhan Yesus untuk diam di dalam hati kamu. Ingat bahwa dari hati kitalah terpancar seluruh kehidupan kita (Amsal 4: 23). Kalau di dalam hati kita ada Kristus, maka seluruh kehidupan kita akan memancarkan Kristus. ^^

Okay, sekarang saatnya sharing pribadi dari saya! Hoho. Selain kesombongan, impurity juga merupakan pergumulan saya yang terbesar. Saya bergumul dengan dosa ketidak-kudusan. Sebelum saya bener-bener bertobat, saya tau bahwa berpikiran kotor tu dosa. Berimajinasi tentang saya sedang berhubungan sex dengan seseorang juga dosa. Menstimulasi diri saya sendiri supaya terangsang pun dosa. Memakai pakaian yang terbuka untuk menggoda pikiran-pikiran pria juga ga pernah bisa dibilang tindakan yang benar. Well well well, semua pelajaran yang saya denger di Sekolah Minggu, saya hafal! Kadang-kadang saya menang juga kalo kuis Alkitab. Tapi, saya tetap saja melakukan dosa-dosa di atas. Pikir saya, “Toh gak ada orang lain yang tau.” Saya ingin merasa senang karena keinginan saya tercapai. Gak peduli apa keinginan Allah, yang penting keinginan saya terlaksana!

Setelah melakukan dosa-dosa di atas, pada awalnya saya merasa senang. Tapi... biasanya akan berakhir dengan perasaan kotor, jijik ma diri sendiri. Saya merasa bersalah juga pada Tuhan Yesus. Tapi apa daya, seringkali ketika godaan itu datang (biasanya kalo saya masih tidur- tiduran di ranjang padahal mestinya udah bangun n mandi -.-“), saya tak kuasa menolaknya. Saya berusaha keras dengan sekuat tenaga untuk gak mikir jorok, gak berimajinasi tentang hubungan sex, gak menstimulasi diri saya sendiri, dan menahan diri untuk gak pake baju-baju yang terbuka. Saya kalah. Gak pernah satu kali pun saya sanggup menolak godaan dosa. Saya berusaha melaksanakan hukum Taurat dengan kekuatan saya sendiri, dan saya gagal. :( 

Tapi, sesuatu terjadi. Allah menemplak saya dengan keras. Ia menghancurkan saya sampai saya sadar bahwa satu-satunya yang saya butuhkan HANYALAH pertolongan Kristus. Ia memperbaiki bagian ‘dalam’ dari diri saya, yaitu HATI saya. Yesus memberikan Roh Kudus-Nya untuk tinggal dalam hati saya dan menolong saya. Roh Kudus pelan-pelan menuntun saya untuk mengenal pribadi Yesus. Roh Kudus menunjukkan betapa Yesus sangat mengasihi saya dan rindu agar saya hidup dalam kekudusan. Merasakan kasih-Nya yang begitu dalam untuk saya, saya gak bisa berkata apa-apa lagi. Saya mau membalas kasih-Nya! Saya mau mengikuti kehendak-Nya, yaitu berjalan dalam kekudusan! Kalau dulu saya mengandalkan kekuatan saya sendiri untuk berjalan dalam kekudusan, sekarang ngga lagi deh. Udah tau hasilnya, pasti gagal! 

So, saya mau mengandalkan kekuatan Tuhan Yesus untuk membawa saya hidup dalam kekudusan. Sekarang Ia sudah tinggal di dalam hati saya, pasti Ia akan selalu mengingatkan dan menegur saya kalo saya udah kompromi lagi dengan ketidak-kudusan. :)

Puji Tuhan! Sekarang saya tidak perlu berjuang sendiri dalam menjaga kekudusan, tetapi berdua dengan Tuhan Yesus. Memang beberapa kali terakhir ini pun sempat gagal, tapi saya percaya Ia akan melakukan pekerjaan yang indah dalam diri saya. Walaupun saya jatuh berkali- kali, Ia akan mengangkat saya berkali-kali. Pelajaran menjaga kekudusan ini sulit, tapi bukan berarti tidak mungkin untuk lulus selama saya menjalaninya bersama Yesus. Ayo teman-teman juga belajar menjaga kekudusan berdua dengan Tuhan Yesus!

Monday, August 20, 2018

Save His Money


by Stephanie Gunawan 

Nyiapin wedding tuh seru, heboh, dan menantang! 

Waktu awal persiapan, kami bikin budgeting. Kami punya target maksimum pengeluaran buat hari H, katakanlah sejumlah Rp X. Dari X itu, kami coba anggarkan: sekian buat makanan, sekian buat kue pengantin, sekian buat jas, gaun, baju orang tua, gedung, dll. 

Anyway, ternyata saya punya hati yang rada gak bener. Saya punya pemikiran gini. Misalnya, saya dan Mr. K udah budgetin untuk kue pengantin seharga 4 juta; saya mikirnya: “OKE! Saya akan cari model kue yang harganya 4 juta. Ngapain cari kue yang harga 1 juta kalau kita udah alokasiin dana 4 juta untuk kue? Toh perlengkapan yang lain juga masih bisa dibeli sesuai dengan jumlah yang kita anggarkan. Baiklaaahh!!” 

Sampe suatu ketika, saya punya keinginan-keinginan yang semakin “luar biasa”. Hahaha. Saya merasa sumber awalnya ada beberapa, tapi yang cukup berpengaruh adalah hasil browsing di internet. Dari melihat di website spesialis wedding, sampai liatin foto temen-temen yang udah ngadain wedding, semuanya bikin saya mupeng! Saya liatin dekorasinya, foto pre-wednya, kuenya, bajunya... Aaarrhhh, mau kaya gitu! Mau kaya gini! 

Mr. K ajak ngomong saya, “Fani, kalau keinginan kamu kaya gini, kita bisa over budget.” Ah, betul juga. Tapi saya masih berpikir, “Kan masih dalam budget... Kayanya gak apa-apa... Bisa lah...” Tapi tetep, Mr. K dengan tegas namun lembut (ciieehh, emang Mr. K paling bisa begitu! I am so lucky.) menjelaskan, lebih baik kami usaha agar tidak terlalu muluk-muluk. 

Saya cerita ke ci Diana yang pimpin Ensemble Galilea (anyway, namanya sekarang uda Galilea Orchestra lho) tentang hal ini. Tetapi dia bilang, “Fani, cici merasa,—sorry yah sebelumnya—kamu ada roh serakah.” Jederr!!! Cici melanjutkan, “Kalau kamu udah budget-in 4 juta buat kue, bukan berarti kamu mesti pake 4 juta kan. Kalau emang ada kue yang oke dan harganya 3,5 juta, itu kan lebih baik. Kamu bisa simpen 500 ribunya dan pake buat kepentingan yang lain.” 

Saya masih berontak dan berpikir, “Kan kepentingan yang lain juga udah ada budget-nya. Apa salahnya pakai semuanya?” Tapi jawaban yang muncul dari mulut saya adalah, “Hm... Mungkin aku pengen begitu karena dari kecil aku merasa gak pernah dapet apa-apa. Jadi sekarang kalau saya mau dikasih kue harga segitu, why should I not receive that?” I don’t know why I always believed that lie, padahal sebenernya ada banyak hal yang bisa saya syukuri. 

Ci Diana bilang, “Gimana kalau kamu melihat masa kecil kamu sebagai bentuk latihan untuk kamu berhemat? Daripada menyalahkan orang tua kamu yang gak kasih kamu macem-macem barang, kamu seharusnya bersyukur udah diajarin ortu kamu untuk hanya beli apa yang perlu dan penting. Dan sekarang, kamu bisa praktekkan kebiasaan baik itu.” 

Pembicaraan itu membuat saya berpikir. Entah gimana, saya teringat Amsal 31:12. 

"Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya."
(Amsal 31:12)

Ia berbuat baik kepada suaminya... 
Ia berbuat baik kepada suaminya...
Sekali lagi, ia berbuat baik kepada suaminya...
Hmmm...

Ngabisin duit suami termasuk perbuatan jahat yah? Padahal dia carinya cape-cape. Seringkali kalo ketemu, dia juga lelah dan bawa cerita kalau di toko begini-begitu. Kemudian... Uang yang dia cari dengan susah payah malah saya pakai sembarangan buat beli sesuatu yang terlalu mahal. Padahal mungkin gak usah semahal itu, juga udah dapet barangnya. 

Yeah, I think so. Saya rasa, memanfaatkan penghasilan suami untuk keperluan—atau lebih tepatnya keinginan—saya sampai berlebihan, termasuk perbuatan jahat. Oh, no!! Masa saya jadi istri yang jahat? Gak mau dooonkk... Kan mau jadi wanita seperti dalam Amsal 31. Masa’ malah ngabisin duit suami seenaknya?? 

Hmm... saya mesti pinter pakai uang dia. Pinter ngaturnya juga. Gimana caranya yah? Mungkin saya akan mulai dari stop minta barang yang mahal-mahal. Kebutuhan sekunder, seperti: upgrade ini, upgrade itu, gak usah deh. Utamakan kebutuhan primer dulu aja. Kalau memang mau ada tambahan dekorasi yang manis-manis, coba cari di Youtube ide-ide kreatif gimana bikin ini itu. Be creative, save his money, save his pride. Itu PENTING!! :) Dan yang gak kalah penting: Be grateful! Saya akan belajar mencukupkan diri dengan provision yang disediakan suami and be grateful. :) Ya iya lah bersyukur. Apa sih yang gak bisa disyukuri? Ada yang memilih saya untuk jadi istrinya lhooo! KYAA!!! KYAA!!! *euphoria jejingkrakan* Senang sekaliiiii... Hihihihihi... XD 

Well, itulah salah satu pelajaran yang saya dapat dari masa persiapan ini. Ternyata jadi seorang istri harus belajar mengelola duit suami. Sekarang Mr. K masih cami (calon suami), tapi ntar kan beneran jadi suami (Amin!). Jadi gak ada salahnya kalau dari masa persiapan ini saya mulai belajar mengelola keuangan dengan baik. Nantinya, udah gak ada “uang dia” atau “uang saya”, yang ada cuma uang kami. So, sama sekali gak ada ruginya saya belajar dari sekarang. \(^.^)/

Wednesday, July 11, 2018

When Two Pray



by Stephanie Gunawan

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.
(Matius 18: 19-20)

Di hari Minggu yang cerah, seusai ibadah, Jessica dan Vina sedang sama-sama menikmati mie ayam yang ada di seberang gereja. Keduanya memang dekat sejak masih di bangku SMA. Mereka sering berbagi cerita dan saling memberi nasihat. Kali ini, tampaknya Jessica sedang galau dan ingin bercerita pada Vina.

Jessica: Vin, gue mau cerita nih... *wajah galau*

Vina: Mau cerita apa Jes? Tentang si doi yaaa?

Jessica: Iya, Vin. Gue bingung...

Vina: Bingung kenapa?

Jessica: Selama ini kan gue udah pacaran sama si Dhanu, dan Dhanu udah mulai ngomongin soal pernikahan. Gue rasanya... bimbang gitu... Dhanu sih oke. Kita sering sharing firman Tuhan, cerita soal pelayanan kita masing-masing, kerjaan kita, teman-teman kita, keluarga kita, yah sudah hampir semuanya kita ceritakan. So far, gue melihat dia kandidat yang oke.

Vina: Lalu?

Jessica: Tapi, apa pernikahan adalah langkah yang tepat untuk kami sekarang? Ini kan keputusan sekali seumur hidup, Vin. Gue gak mau salah bikin keputusan. Tapi gue juga gak berani memutuskan, karena gue tau gue gak sempurna. Gue orang yang berdosa. Pasti bisa aja gue membuat keputusan yang salah. Rasanya gak mantep, Vin. Padahal gue udah berdoa lho sama Tuhan Yesus... Gue tanya dalam doa gue, apakah menikah dengan Dhanu adalah keputusan yang tepat, apakah itu yang Tuhan Yesus inginkan bagi gue... Tapi, kayanya gue kok clueless yah kali ini. Gue gak merasa dengar jawaban Tuhan. Gue gak tau Tuhan maunya apa.

Vina: Hm... Apakah lu udah pernah berdoa berdua sama Dhanu, mendoakan hal ini?

Jessica: Berdoa berdua? Yang bener, Vin? Memangnya perlu yah berdoa berdua?

Vina: Ya iyalah Jes. Kalian perlu banget berdoa bersama, berdoa berdua. Keputusan ini bukan cuma penting untuk lu doank, tapi juga penting untuk Dhanu. Saat kalian berdoa bersama, kalian bisa saling memberkati, saling menguatkan, saling menjaga dan saling menambahkan iman kepada Yesus Kristus.

Jessica: Maksudnya? Gue belum pernah lho berdoa berdua sama seorang cowo, apalagi kalau cowo itu pacar gue.

Vina: Maksudnya gini... Kalian bisa saling memberkati. Lu bisa doakan Dhanu agar dia diberi hati yang bersukacita di dalam Yesus, sukacitanya penuh di dalam Yesus. Lalu, supaya Dhanu selalu mengutamakan cinta akan Yesus daripada cinta akan yang lain, bahkan cintanya ke elu, Jes. Inget Galatia 1:10

"Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus."

Doakan juga supaya Dhanu sehat, aman dalam perlindungan Tuhan. Bukankah itu memberkati Dhanu? Kemudian, kuatkan dia juga saat imannya melemah. Kalau dia sedang cape, gak sempet baca Alkitab, lu doakan agar Tuhan Yesus yang menyegarkan roh Dhanu. Minta agar Dhanu semangatnya menyala-nyala dalam mencari Yesus, kerinduannya akan Yesus terus bertambah. Doakan agar Dhanu bisa menyelesaikan semua tugas pelayanannya dengan baik. Yang ini inget Roma 12:11

"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah Rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." 

Kuatkan dia, Jes. Berdoa bersama juga bisa membantu kalian saling menjaga. Jes, gue tahu gak mudah pacaran zaman sekarang. Kita selalu punya kesempatan untuk berduaan sama pacar kita. Buntut-buntutnya, pacaran kita bisa gak kudus. Bahaya kan? Makanya, saling mendoakan agar Tuhan Yesus jagain pikiran kita. Jangan mikirnya yang ngga-ngga, maunya deket secara fisik terus. Tuhan Yesus aja bilang di Matius 26:41.

"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Jadi, mendingan pas berduaan itu, kalian gunakan waktunya untuk berdoa bersama. Lebih baik kan? Nah, kalau sudah berdoa demikian, pasti deh kalian semakin beriman pada Yesus. Kalian tahu, bahwa satu-satunya sumber kekuatan dan penghiburan kalian ada pada Yesus, bukan pada pasangan masing-masing. Ibrani 12:2

"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah."

Jessica: Oh, gitu yah Vin.. Terus, lu sendiri selama ini berdoa bareng Kenny?

Vina: Iya Jes. Sejak pacaran, gue udah berdoa bareng Kenny. Gak dari awal-awal sih. Tapi sejak kami lebih serius berpikir tentang pernikahan, gue ajak Kenny berdoa. 

Jessica: Lho? Bukannya mestinya Kenny yang ngajak yah? Setau gue, cowo yang harus lebih memimpin.

Vina: Ya betul, memang sebaiknya cowo yang memimpin. Saat itu, gue diberi tahu oleh kakak rohani gue. Terus gue cerita sama Kenny. Gue bilang, “Ken, tadi aku telponan sama kakak rohani. Dia ingatkan kita untuk berdoa bersama, agar kita saling menjaga satu sama lain, supaya kudus hubungannya. Dia bilang sangat penting untuk berdoa bersama.” Kenny setuju tuh, Jes. Setelah dia setuju, baru deh gue tanya, “Kenny, maukah kamu yang memimpin doa bersama kita?” Kenny pun mau. Jadi, dia punya kesempatan melatih dirinya menjadi imam di keluarga kami nantinya. Hati juga tenang kan kalau tahu calon suami kita mau berdoa dan mengandalkan kekuatan Tuhan Yesus dan bukan kekuatannya sendiri?

Jessica: Oh begitu yah... Iya betul, Vina. Gue juga ingin punya calon suami yang menjadi pemimpin rohani di keluarga gue nantinya. 

Vina: Nah, lu yang berikan kesempatannya, Jes. Izinkan Dhanu latihan memimpin doa kalian.

Jessica: Oke, Vin! Terus, sekarang setelah married sama Kenny, apakah kalian masih berdoa bersama?

Vina: Ya tentu donk, Jes. Sangat mudah bagi kami meneruskan kebiasaan berdoa bersama ini. Sebelum tidur, pasti kami berdoa bersama. Sebelum Kenny berangkat kerja, kami juga berdoa bersama. Kami selalu ingat ayat yang kami pasang di undangan pernikahan kami. Lu inget donk Jes, ayatnya? Kan gue bagi lu satu. Hehe...

Jessica: Iya, iya gue inget! Ayatnya dari... Mazmur 127:1. Bunyinya "Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya." Betul kan?

Vina: Betul! Ternyata ada orang yang membaca undangan pernikahan gue dengan seksama. Haha. Gitu Jes, gak mungkin rumah tangga gue bisa berjalan dengan lancar tanpa Tuhan Yesus. Ada banyak hal baru yang harus kami sesuaikan, ada miskomunikasi yang terjadi, ada perubahan rencana yang kami tidak duga. Semua hal itu bisa bikin kesal dan akhirnya bisa bikin kami berantem. Tapi, saat kami ingat ayat itu, kami ingat kami harus berdoa. Kami bawa semua pergumulan kami ke dalam doa pada Tuhan Yesus. Setelah doa, perasaan jadi lebih lega. Kami tahu kepada siapa kami mempercayakan masalah dan pergumulan kami. Kepada Yesus, Jes!

Kami juga selalu bilang dalam doa kami bahwa kami mengundang Yesus untuk hadir di tengah-tengah keluarga kami. Pokoknya our house is HIS house. Tuhan Yesus boleh ikut campur sepenuhnya, Tuhan Yesus selalu diterima pendapat-Nya. Yesus adalah bagian dari keluarga kami. Kehadiran-Nya sangat kami harapkan. Kami ingin terus berkomunikasi dengan-Nya melalui doa dan baca Alkitab bersama. Tenang deh kalau mengandalkan Tuhan Yesus sebagai pemimpin hidup kami.

Jessica: Enak yah kaya gitu.

Vina: Iya Jes. Memang damai kalau begitu. Nah, sekarang kebayang gak kalau lu married nanti,  suami lu gak mau diajak doa bareng ke Tuhan Yesus?

Jessica: Wah... pasti gue sedih banget, Vina. Gue mau punya pernikahan yang mengandalkan Tuhan Yesus. Tapi, kalau suami gue gak mau berdoa bareng, berarti gue berdoa sendiri donk?

Vina: Yah sepertinya begitu... That’s why... sekarang coba deh ngobrol sama Dhanu. Ajakin dia doa bersama. Siapa tahu saat kalian doa bersama, Tuhan Yesus juga semakin menunjukkan kehendak-Nya bagi kalian berdua. Lu bisa tahu apakah memang menikah dengan Dhanu merupakan hal yang diinginkan Yesus buat lu. Yeremia 33:3

"Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui."

Jessica: Iya, nanti gue ajakin Dhanu doa bareng ya. Jadi semangat, nih!

Vina: Sip deh Jessica. Nanti, kalau persekutuan doa kalian berdua semakin kuat, kalian juga akan siap berdoa bagi orang lain. Kalian bisa berdoa untuk keluarga besar kalian, untuk teman-teman yang sedang mengalami pergumulan, dan juga untuk negara tercinta kita, Indonesia.

Jessica: Wuih, gak kepikiran ya. Tadinya gue pikir berdoa berdua cuma untuk hubungan kita ini aja. Tapi bisa menjadi doa syafaat bersama, ya?

Vina: Yup! Betul, Jes. Gue percaya Tuhan Yesus mendengar doa anak-anakNya yang sungguh – sungguh memanggil nama Dia. Met mencoba yah, my sista! God bless you!