Showing posts with label Dating/Courting. Show all posts
Showing posts with label Dating/Courting. Show all posts

Monday, November 19, 2018

Ada Mereka di Antara Kita


by Grace Suryani Halim

Widihhhh... Judulnya bow! Hahaha... Ada Mereka di Antara Kita. Well benernya gue mo nulis soal pentingnya komunitas sebelum dan saat pacaran. Karena itu kepikiran bikin judul "Ada Mereka (baca: Tuhan, ORTU, pemimpin KTB/Komsel/Cell Group, temen2) di Antara Kita." 

Pastor Jeffrey Rachmat sekitar tahun 2004 pernah bilang satu kalimat yang kira-kira bunyinya begini, "Apa sih yang salah dengan para artis kita yang suka kawin cerai? Yah, karena ketika mereka pacaran, mereka sembunyi-sembunyi. Ngga ngaku. Tapi begitu mereka married, ada masalah, panggil infotainment. Padahal seharusnya sewaktu mereka pacaran, buka lebar-lebar, dan setelah menikah, tutup rapat-rapat. " 

Menurut gue itu bener banget. Banyak orang pas pacaran, diem-diem, sembunyi-sembunyi, ngumpet2, pas udeh married, kalo ada masalah, telpon mami, curhat ama sahabat. KEBALIK!! Pas waktu masih pacaran, buka semuanya lebar-lebar, undang org2 utk kenal dan menilai pasangan kita. Tapi begitu menikah, TUTUP RAPAT-RAPAT. Sejak gue married sampe sekarang kalo gue berantem ama Tepen, NGGA PERNAH gue kasih tau nyokap gue. Never. Bukan karena gue ngga sayang lagi sama nyokap gue, tapi karena sekarang urusan Tepen dan gue itu urusan INTERNAL kami berdua. 

Tapi ketika masih pacaran, itu harus dibuka... Gue dulu kalo berantem ama Tepen, cerita ama bokap nyokap gue. En seringnya gue yang kena tegur -.- Hehehe... Oke sekarang coba kita bahas satu-satu yah...


// WHAT? 

Apa sih yang gue maksud dengan komunitas itu? Komunitas itu adalah tempat di mana kita mengizinkan orang-orang terdekat yang kita tahu sayang dan mengasihi kita untuk melihat the best, the good, the bad and the ugly di dalam diri kita. Tempat kita bisa saling bertumbuh. 

Allah Bapa di awal penciptaan sudah mengatakan, "Tidak baik jika manusia itu seorang diri saja." Artinya di dalam benak Allah ketika Ia membayangkan manusia, IA TIDAK membayangkan seorang lone ranger - seorang penyendiri, seorang yang asosial. Justru Ia membayangkan manusia itu akan hidup dengan manusia laen. Ia merancang manusia itu menjadi makhluk sosial. Jadi hidup di luar komunitas itu BUKAN rencana Bapa. 

Di dalam PB, ada 39 kata 'saling'. Saling membantu, saling mengasihi, saling menolong, saling mengaku dosa. En sebagian besar dari kata 'saling' itu digunakan dalam konteks gereja Tuhan, jemaat Tuhan yang ada interaksi satu sama lain. 

Menurut gue pribadi, sayangnya Gereja yang tadinya adalah kumpulan orang berdosa yang sudah diselamatkan, kini banyak berubah menjadi perkumpulan orang bae-bae. >.< Semua yang di gereja maunya hanya kelihatan yang baik saja. Kalo sedikit keliatan yang tidak baik, langsung digosipin, dikucilkan, diomongin, "Ih... Org kristen/majelis/pelayan/usher/WL/MC/pianis/pembina/ketua komsel, kok begituuu?!?!" Dan lupa bahwa gereja itu BUKAN kumpulan org BAE. Gereja itu kumpulan ORANG BERDOSA yang... DIBENARKAN hanya oleh darah Kristus, bukan yang udeh bener dari sononyee. Jadilah ketika ada orang-orang yang bermasalah deangan perzinahan, dengan pornografi, mereka ngga berani bilang... takut... >.< En komunitas ini gagal menjadi gereja yang Tuhan sebenernya rindukan. Yaitu di mana ada tempat bagi pengampunan dan PEMULIHAN. 

Tapi ngga papa, Tuhan selalu rindu ada anak-anak-Nya yang mau membawa perubahan, en kalo kalian baca note ini, en kalian manggut2 pada paragraf di atas itu artinya YOU ARE THE ONE that must offer a grace and forgiveness in your church. :)) You're the one that must pray for YOUR church so that your church can really be the Church of Christ. Bukannya trus malah ngomel2 en bilang, "Betullll banget cik Grace, kemaren tuh di gerejaa gueee..." en jadi gossip ngalor ngidulll... No... Tuhan rindu kalo kalian merasa ada sesuatu yang kurang, itu artinya ada sesuatu yang bisa kalian berikan untuk gereja kalian :)) 

Nah untuk masalah pacaran ini, tidak semua gereja memang menawarkan pembinaan yang khusus. But If your church don't have it, you can personally ask beberapa org2 di gerejamu yang menurutmu cukup dewasa secara rohani untuk membantu dan jadi mentor kalian selama kalian menjalin hubungan. Dulu gereja gue juga ngga ada begini2an, yah gue cari pembimbing sendiri loh di gereja gue hahaha... Gitu aja kok repot :p 


// WHO? 

Siapa sih orang-orang yang bisa kalian jadikan "mereka" untuk berada "di antara" kalian dan calon pasangan kalian?? 

1. ORTU -> ini hukumnya wajib. :p 
"Tapi cik... Ortu gue tuh belon percayaaa... Trus pikirannya kolot abiss!! Bener-bener bertentangan ama FT deh." 

Ini komentar paling sering yg gue dengerrr :p You know what guys, baca alkitab kalian en tidak pernah sekalipun ditulis, "Hormatilah ayahmu dan ibumu KALO MEREKA KRISTEN," atau "Hormatilah ayahmu dan ibumu, kalo mereka sudah dibaptis," atau "Hormatilah ayahmu dan ibumu kalo mereka rajin ke gereja." Ngga pernah guys. Kecuali Alkitab kalian beda sama Alkitab gue :p Di alkitab LAI punya gue sih itu cuman tertulis "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu." 

Tidak ada prasyarat. Hormat kepada orang tua itu hukumnya WAJIB. TITIK. 

Papa mama mertua sampe detik ini masih belon percaya. Kita terus berdoa supaya Tuhan jamah hati mereka. But selama gue pacaran ama Tepen mereka belon percaya. Prinsipnya beda donk!? Oh ya pasti ada yang beda. Tapi TIDAK SEMUA prinsip mereka salah. Tidak semua sesuai FT, iya, tapi ngga sedikit juga prinsip Papa Mama yang bagus. 

So ortu HARUS dijadikan dan dimasukkan ke dalam orang yang kita mintai pendapat tentang pasangan hidup karena mereka punya 3 kriteria penting yang tidak dimiliki oleh hamba Tuhan yang paling penuh urapan sekalipun. 

A. THEY LOVE YOU. Orang tua itu orang yang BENAR-BENARRRRR sayang sama kalian. Hamba Tuhan belon tentu sayang en bener2 peduli sama kesejahteraan kalian tapi ortu kalian itu sangat peduli!! 

B. THEY KNOW YOU. Orang tua itu kenal sama anaknya. 

"Cik Grace salaahhh... Bonyok gue ngga tau apa-apa tentang gueee. They don't understand me..." 

Well, kadang keliahatannya mereka ngga tau kalian. Ngga ngertiii isi hati kalian. Tapi sebenernya secara naluri mereka itu tau kalian. Mereka tau titik-titik lemah kalian yang org laen ngga tau. Mereka tau kecenderungan2 kalian. 

C. Because God said so :) Karena itu perintah Tuhan. Tuhan yang menempatkan mereka untuk menghadirkan kalian ke dunia ini, merawat kalian, mendidik kalian dan Tuhan juga memberikan otoritas kepada mereka untuk mengarahkan kalian. 

-

Guys, percayalah ketika kalian menghormati ortu kalian, even ada hal2 tertentu yang tidak kalian setujui, berkat dari Tuhan akan mengalirrr di dalam hubungan kalian. 

2. KAKAK ROHANI YANG JENIS KELAMIN SAMA :p (bisa pemimpin komsel, KTB, cellgroup, atau seseorang yang kita liat cukup dewasa karakter dan imannya).
Kenapa ada penekanan harus sejenis? Well itu untuk mengurangi conflict of interest. Hehehe... Alias siapa tau kalo ternyata Kakak KTBnya co, en diem2 naksir sama anak KTBnya dan anak KTBnya itu naksir co laen, heem bisa2 pandangannya kurang obyektif. Hihihi... :p 

En kakak rohani ini haruslah seseorang yang kamu TEMUI dalam KEHIDUPAN NYATA. Bukan nemu di FB, atau di website.

Kenapa gue perlu nyatakan itu dengan jelas? Well, sejak gue nulis notes di FB, banyak email yg masuk. Banyak yang cerita, curhat, en gue menerima semua email. Tapi masalahnya, kadang gue bener2 ngga tau mesti jawab apa. Terutama kalo pertanyaan2nya model:

"Jadi, cik, gue perlu putusin pacarku nga ya?" 
"Menurut jie2 is he the one?" 
"Kapan kira-kira aku perlu cerita ttg masa laluku yang rada kelam sama dia?" 

Waduh, I CAN'T ANSWER!! Kenapa?? Karena semuaaa pertanyaan itu sangat erat kaitannya dengan karakter kamu dan pasanganmu, dengan kepribadian kalian, kematangan kalian, kerohanian kalian yang jelas-jelas TIDAK BISA KELIHATAN hanya dari beberapa kali email... Itu butuh org2 yang melihat kalian dalam kehidupan sehari-hari. Orang-orang yang tau dan kenal kalian!! 

Kalo udeh dapet pertanyaan begitu, biasanya gue cuman bisa berdoa, "Oh Tuhan... Mesti jawab gimanaa?!?!" :p 

Paling banter gue cuman bisa kasih kalian few insights, and pray for you, but I will strongly recommended you to go back to your church and find someone that you can trust and ask for his/her guidance. :)) 

Why? Karena guys... Semua tulisan yang gue tulis ini sebenernya gue tulis untuk mendukung Tubuh Kristus alias Gereja. Kalo kalian diberkati, go back to your church and bless your church! I want to partner with the Body Of Christ... karena untuk itulah sebenernya semua pelayanan kita. untuk membangun tubuh Kristus. Dan bagian2 yang tidak bisa gue lakukan, itu pasti bisa dilakukan oleh org laen dalam tubuh Kristus. :) Dalam hal percurhatan dan per-kakak rohanian ini gue yakin bisa dilakukan dengan lebih bae oleh pembina2 di gereja kalian. :)) 

But gimana oh gimana kalo saat ini di sekitar kalian sepertinya tidak orang yang cocok buat jadi kakak rohani? 

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan."
(Matius 7:7-8)

Kalau kalian bener-bener rindu punya komunitas punya kakak rohani tapi saat ini kalian belon punya, maka don't worry. Pray and Ask God!! 

Awal tahun kemaren ketika gue pindah ke Sg, gue juga sempet merasa sedih dan kering. Waktu itu gue baru ikut lomba Weddingku en di situ ketemu dengan banyak amazing woman (Ershinta, Lia, Farida, Deanna, dll). Buat gue yang baru married berteman secara maya dengan mereka2 ini sangat menguatkan. Gue bolak balik kembali diingatkan untuk put my husband first, buat jadi istri yang bae, dll. Dari sharing2 dengan mereka gue tuh sangat diberkati. But... sometimes gue begitu kangen, begitu rindu punya kakak rohani yang NYATA, yang bisa gue ajak hang out. Yang bisa gue denger suaranya di telpon... So I prayed... and God gave me ONE. :D Dia ternyata kakak kelas gue di SMA dulu yang sekarang lagi lanjut kuliah teologi di Sg. and we're in the same church!! We share a lot of common things, have the same value, en dia juga yg nemenin gue nangis2 ketika sebuah impian retak. 

So guys, jangan patah semangat. Ask God... 

3. SAHABAT-SAHABAT YANG PUNYA NILAI YANG SAMA
Penting juga untuk kalian share dengan sahabat-sahabat kalian yang punya nilai-nilai yang sama. Contohnya: NO SEX before married, no backstreet, jaga kekudusan, pacaran bukan utk maen2. 

Alkitab bilang,

"Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik."
(1 Kor 15:33)

Untuk sahabat itu hukumnya wajib mencari yg punya nilai-nilai yang sama. Selera cowok bisa beda but at least kalian punya kesamaan nilai-nilai. Apa yang baik, apa yang benar, mana yang tidak benar. Karena kalo ngga, bukannya kalian dikuatkan, didukung yg ada malah bisa-bisa mereka ngeledekkin kalian, CAPEE DEEHHH... :p 

So menurut gue, untuk sahabat kalian harus cari yg punya nilai-nilai kristiani yang sama. Bukan hanya sekedar Kristen dan pelayanan tapi bener2 punya prinsip hidup yang jelas. 


// WHY? 

Kenapa sih penting ada komunitas di antara kalian?

Yang pertama, krn itu perintah Tuhan. Udeh ada ayatnya di atas. 

Yang kedua, org2 itu penting untuk membantu menjaga batasan-batasan fisik dan emosi yang kalian sudah buat. Kita perlu ada org2 yang bisa mengingatkan, menegur kalo kita sudah melanggar batasan. Orang-orang ini juga penting krn biasanya org laen lebih bisa melihat dengan jelas dibanding dengan kita yang sedang dimabuk cinta... Oh la la laaaa :p 

Terutama utk ortu yang belon percaya, sekalipun mereka itu kadang kritis en kadang menurut kita ngga nyambung but somehow mereka itu punya kemampuan untuk melihat kemunafikan lebih jelas. en kalo ada yang ngga bener, biasanya cepet banget mereka sadar. Hehehe. 


// WHEN? 

Idealnya, kalian sudah terlibat dalam komunitas SEBELUM kalian pacaran :p Jadi pas masih naksir lirak-lirik kalian sudah dibantu dengan berbagai macam pihak (ortu, kakak rohani, sahabat2) untuk menseleksi para kandidat hehehe. En juga untuk membuat kalian tetap MENJEJAKKAN KAKI KE BUMIII!! 

Karena guys pas kita lagi oh jatuh cintaaaa... Kapan saja selalu berjuta-juta rasanyaaaa... En kadang kalo kita jalan jadi ngga menjejakkan kaki ke tanah!! Krn itu org2 di sekitar kita inilah yang bisa jadi pagar buat kita. 

Tapi kalo ternyata kalian sudah pacaran, don't worry... kalian tetep bisa mulai kok. Ajak pacar kalian ke rumah. Kenalkan dengan ortu. Ajak pacar kalian pergi dengan komunitas kalian, dgn temen2 cellgroup/komsel. Selalu ada kesempatan kalo ada kemauan :)) 


// HOW?

Nah di bagian sini gue bakal bahas HOW nya dengan lebih detail. 

Gimana sih caranya melibatkan 'mereka' untuk ada di antara kita dan pasangan kita? 

1. UNDANG MEREKA
Itu kunci pertama. Kita harus mengundang mereka. Kita harus bilang dulu sama mereka kerinduan kita untuk membawa mereka terlibat ke dalam pergumulan kita mengenai masalah CPH alias calon pasangan hidup. 

Terutama dengan ortu, kita harus nyatakan dengan jelas bahwa kita pengen mereka bantu kita, kasih kita input, dan nyatakan kalo kita akan menghargai semua masukan mereka. Kenapa gue bilang kita harus NYATAKAN? Coz ortu zaman sekarang itu beda guys. Mereka rata-rata menghargai anak2 mereka en mereka juga tau bahwa urusan pacar tuh urusan 'anak-anak muda'. Pernah denger kata-kata, "Yah, kita jadi ortu mah ngikut aja, kalo anaknya udeh suka yah udeh." 

Keliatannya oke yah guys? :p But benernya that's NOT what God wants! Tuhan pengen para ortu itu berperan aktif, dan sebenernya para ortu juga pengen berperan aktif. But mereka takut kalo terlalu bawel, ntar anaknya malah marah trus ngga mau ngomong lagi. >.< So sad huh... Karena itu sebagai anak kita yang harus bilang sama mereka bahwa we know that they care about us, they want the best for us so we invite them utk ikut membantu kita. 

Gue ama dd cewek gue dulu bikin perjanjian ama bokap gue. Ada beberapa point tapi intinya, kalo ada co yang mo deketin gue (ngajak gue jalan bareng BERDUA SAJA) maka gue akan suruh dia kenalan ama bokap gue, en gue ngga akan membicarakan masalah pernikahan dengan seorang cowok sampe dia bicara sama bokap gue. 

Sehabis gue bikin perjanjian itu, gue balik ke China en bokap gue di Jakarta.

"Emank bisa jaaalaaaannn?! Kan loe jauh dari bokap loe?" 

Guys, sekarang itu zaman udeh majuuuu!!! Jarak itu bukan lagi masalah. :p Waktu Tepen mo ngajak gue jalan, dia di Singapore, gue di Jakarta. Ketika dia mau ngajakkin gue jalan pas dia balik, gue bilang, "Gue ada perjanjian ama bokap gue utk kagak bakal jalan berdua sama cowok sebelon cowok itu minta izin ama bokap gue. Loe kalo mo ajak gue jalan, sana gih minta izin ama bokap gue. Loe mo email kek, mo telpon kek, mo kirim surat kek, terserah elu." 

Co laen gue gituin senyam senyum en keder lalu kaburrr :p Tepen, gue gituin, minta email bokap gue. En dia email bokap gue. Minta izin mo ngajakkin gue jalan. En my father was impressed. :p 

Gals, melibatkan ortu dalam hubungan itu MELINDUNGI KITA TAU. Melindungi dari banyak co-co ngga serius. Coz yakin deh kalo itu co ngga serius, cuman mau maen2, cuman mau isenk-isenk, cuman mau seneng-sneng, loe suruh kenalan ama bokap loe or engko loe or abang loe pasti KABUR! :P Tapi kalo dia serius or paling ngga bener2 mau coba kenal elu, dia pasti berani maju. En that will PROTECT YOUR HEART dari co-co ngga bertanggung jawab yang cuman mau seneng2 tapi ngga mau komitmen!! 

Pas Tepen mo ngelamar, he also know the rule. Grace ngga akan mau bicara soal marriage kalo cowok itu belon bicara sama bokapnya. So dia... kirim surat. :p En itu kejadian di tahun 2008 bukan di tahun 1908!!! Kirim surat masih zaman kok sekarang hehehe. (cerita lengkapnya bisa dibaca di Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta).

2. TERBUKA 
Setelah kita mengundang mereka, en mereka mulai 'masuk' siap-siaplah merasakan ketidak nyamanan. :p Akan ada saran-saran yang ugghhhhh membuat kuping gatel, akan ada pertanyaan-pertanyaan yang bikin hati gerah. That's natural and that's healthy! Kalau org-org yang kamu ajak untuk terlibat itu benar-benar orang-orang yang sayang dan peduli denganmu, mereka akan BUKA MATA mereka lebar-lebar en menyelidiki pasanganmu dari atas, bawah, kiri, kanan, depan, belakang. En itulah tujuan utama mengundang mereka :p Untuk membuat kita bisa melihat pasangan kita dari sudut-sudut yang berbeda. Di mata kita, pasangan kita pasti yang bae. Pasti bener. Kita pasti SELALU bisa mengerti pasangan kitaaa *maklum lagi jatuh cintaaaa*, tapi di mata org laen yang tidak punya ikatan emosi, mereka akan bisa melihat dengan lebih jernih. 

So ketika mulai ada masukan-masukan, kritikan, tegoran, BUKA kuping dan MATA mu lebar-lebar. Jangan keburu cembetut. Jangan keburu ngambek. Inget itu konsekuensi mengundang orang laen masuk ke dalam hubungan kalian :)) But tiap kali kalian merasa bete, pikirkan hal ini, "They love me en mereka bilang begitu untuk supaya gue hati-hati dan berpikir bae-bae." 

Don't worry, kalo pasanganmu itu bener-bener bae en bener-bener serius, mereka juga akan bisa melihat hal-hal yang bae dan hal-hal yang bagus di dalam dirinya. :)) Bahkan mungkin mereka bisa melihat hal-hal bae dari pasanganmu yang kamu sendiri NGGA BISA lihat. :p 

Jadi guys, pentingggg bgt utk juga spend time dengan mereka bersama dengan pasangan kalian. jadi mereka tuh bisa melihat pasangan kalian apa adanya. :) 

*** 

Membawa 'mereka' ke dalam hubungan pacaran itu bener-bener banyak manfaatnya. You'll never walk on in this relationship, en kalo ada masalah, kalian tau ada MEREKA yang siap dan ada buat kalian. :)

Wednesday, October 17, 2018

Galau Pranikah


by Natalia Setiadi

Berkaca dari pengalaman, biasanya ini nih yang ada di pikiran para calon penganten:

Galau.
Bimbang.
Takut salah melangkah.
Masih belum sreg, belum ‘yakin 100%’.
Senang dan excited sih, tapi... - banyaaaak banget tapinya, bener apa betul? ;) 
Apa sebaiknya ditunda aja ya?


Di film2, kita dicekokin drama yang serem2: ‘salah pilih suami/istri’, krn menikah pas dimabuk cinta, padahal cinta sejatinya ternyata sahabatnya sendiri (inget film Ayat-ayat Cinta? Atau Kuch Kuch Hota Hai?); atau ditinggal di altar karena pasangan mendadak batalin menikah (inget film Runaway Bride?); atau setelah menikah suami dan mertua baru keliatan belangnya, meneror dan menyiksa sambil morotin hartanya si istri (ini mah sinetron banget, maap saya ga ada referensi judulnya heheheh...)

Trus kalo denger cerita, tingkat perceraian meningkat, baik di kalangan orang biasa, public figure, tua atau muda, udah lama nikah atau baru nikah, bahkan di antara para pemuka agama sekalipun. Duh hati jadi miris dan ciut ga sih dengernya? 

Sebagai orang yang udah been there, done that alias udah pernah ngalamin bergumul dalam membuat keputusan menikah, saya bisa bilang bahwa: GA YAKIN 100% ITU WAJAR. Sangat wajar. Coz keputusan menikah adalah salah satu keputusan terbesarrr dalam hidup. So ga boleh salah dong… Saya malah ragu-ragu, apa bener ada orang yang 100% yakin bahwa keputusan menikah dgn calonnya adalah keputusan yang benar. 

Kenapa saya bilang ga yakin 100% itu wajar? Karena kita manusia ga tau masa depan. Dan kita manusia takut sama apa yang kita ngga tau. Itu udah sifat dasar. Kita takut & nervous pas hari pertama kerja, atau kalo harus masuk ke komunitas baru, sebagian besar karena kita ga tau bakal ngadepin apa. 

Meskipun ragu-ragu itu wajar, bukan berarti bisa diabaikan begitu aja, hayok maju terus pantang mundur, HAJAR BLEH! Sama sekali bukan. 

Kalo hubungan kalian dirasa belum mantep, atau belum ada restu dari keempat ortu, atau masih ada ganjelan /masalah besar (misalnya masalah agama, belum ada penghasilan tetap, beda visi misi, masih ada masalah keluarga atau hal-hal lain yang prinsip), adalah bijaksana utk bener2 mempertimbangkan kembali keputusan buat menikah. Bukan berarti kalo ada masalah2 di atas ga mungkin bisa menikah, tapi dengan masalah2 prinsip yang belom teratasi, bakal jauh lebih sulit ngejalanin pernikahan. 

Karena PERNIKAHAN TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH. Pernikahan justru membawa masalah. 

LHO? Serem amat sih… 

Saya bukan nyumpahin, cuma mau meluruskan, karena banyak orang memutuskan menikah utk ‘menyelesaikan masalah’. Misalnya masalah ga direstui, terus nekad kawin dan nikah, jadi para ortu mau ga mau KUDU MAU merestui. Terpaksa. 

Ada juga yang memutuskan utk menikah supaya bebas dari keluarga asal yang terlalu mengekang.
Ada juga yang menikah utk dapetin bantuan finansial (kawin ama rentenir kaleeee…). 
Ada juga yang menikah utk menaikkan status atau menyembunyikan aib. 
Macem-macem dah.

Pernikahan memang bisa mengubah keadaan. Tapi biasanya tidak bisa menyelesaikan masalah. 

Yang udah merit mungkin tau ya, betapa susahnya menyatukan 2 hati, 2 pikiran, dan 2 kepala yang semuanya beda. Plus menyatukan 2 keluarga besar, keluarga asal suami & keluarga asal istri. Menyatukan kebiasaan2 yang beda. Pola pikir, nilai-nilai, dan segunduk beda-beda lainnya. Tahun-tahun pertama pernikahan biasanya menjadi masa2 adaptasi yang ‘seru’ :P Belom lagi kalo udah ada anak. Tambah ribet, dijamin! 

Lantas apa mendingan ngga usah nikah aja? Ya bukan gitu.

Yang saya mau bilang adalah, kalo udah ngelewatin PERSIAPAN YANG MATANG, you should brace yourself and go for it. Kuatkan hati dan jangan takut buat melangkah maju. 

// Persiapan yang matang kek gimana sih?

Wah bisa-bisa saya rempong kalo kudu me-review semua teori tentang persiapan pernikahan. 
So, saya bakal sebut intinya aja di tulisan ini, secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya (Proklamasi kali…):

1. Sudah sama2 berdoa dan dapetin jawaban doa bahwa Tuhan memang menghendaki kalian menikah.
Mungkin ini yang paling susah ya. Tau dari mana bahwa ini kehendak Tuhan? Feeling doang apa beneran Tuhan udah jawab? Ini akan butuh penjelasan di satu posting-an blog tersendiri :P

2. Udah melalui masa perkenalan yang cukup.
Cukup = 1-3 taon, idealnya, tapi ini menurut saya doang hehehe… Saya pernah denger and setuju banget sama perkataan yang bilang bahwa setelah 2 taon pacaran/courtship, saatnya membuat keputusan, apakah akan menikah atau putus. Karena kalo seudah 2 taon you still don’t have a clue if you two should tie the knot, this probably isn’t a healthy relationship, atau hubungan ini belum berhasil dibina dengan mantap, (atau mungkin juga kalian mulai pacaran terlalu dini, belom cukup umur utk mikirin nikah :P). Dan kalo udah lewat 2-3 taon, apalagi 5 taon dst, hubungan pacaran masih jalan tapi ganjelan prinsipil yang ada belom juga terselesaikan, akan semakin susah utk membuat keputusan berpisah. Karena keburu males utk start over with someone new (kudu mulai dari awal lagi: naksir2an, usaha pedekate, abisin waktu utk penjajakan, dst), atau udah males banget mikir ‘tanggung jawab kekeluargaan’ alias sungkan ama keluarga besar dan handai taulan yang udah telanjur kenal baik dgn pasangan kita. Nantinya setelah kamu start over dengan pasangan & relationship yang baru, biasanya akan lebih susah buat pasangan barumu ini utk ngerasa secure, karena ‘riwayatmu doeloe’ dengan mantan yang kelewat lama & udah dalem. Again, ini ga ada dasar yang kuat, cuman hasil pengamatan dan renungan pribadi doang ;)

3. Udah menyepakati prinsip-prinsip dasar untuk hidup bersama setelah menikah
(contoh: udah sepakat bahwa setelah merit/punya anak istri akan tetep kerja atau jadi ibu RT; akan tinggal terpisah atau gabung dengan keluarga asal; visi & misi 5-10 tahun ke depan; dan sejenisnya).

4. Kedua pasangan udah dewasa.
Artinya udah siap menjalani hidup dengan tanggung jawab sebagai orang dewasa: mampu menyelesaikan masalah secara dewasa (ga sedikit2 minta tolong ortu);

“Karena itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.”
(Matius 19:5)

dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri, istri/suaminya, dan kelak anak-anaknya.

5. Sadar bahwa hidup ini dinamis, tidak statis.
Segala sesuatu berubah (keadaan akan berubah, dan yup, suami/istri pun PASTI AKAN BERUBAH, baik fisik/mental/spiritual). Perubahan itu bisa ke arah yang lebih baik, bisa juga ke arah yang lebih buruk. Bersiaplah menyesuaikan diri dengan perubahan dan terus maju dengan optimis meskipun ada perubahan.

6. Komit untuk menjalani peran sebagai suami/istri sesuai “kodrat”nya 
“Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”
(Efesus 5:25)

“Hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.”
(Kolose 3:18)

7. Ingatlah bahwa marriage is for a lifetime.
Once you enter it, there’s no way out, sampai maut memisahkan. Divorce might seem to be a choice, but seperti halnya menikah tidak menyelesaikan masalah, demikian juga bercerai tidak menyelesaikan masalah. Sesaat tampaknya seolah-olah perceraian akan menyelesaikan masalah/menghilangkan beban-beban tertentu. Tapi perceraian juga menabur banyak benih-benih dosa & masalah di kemudian hari.

“Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel”
(Maleakhi 2:16a)

Kalo entar mentok karena ada masalah mega dahsyat yang tak tertanggungkan lagi begimane dong?? Terus terang saya ga tau jawabannya, kudu nanya ke konselor or hamba Tuhan kali :P 

But satu hal yang pasti, we have a mighty God who will carry us and our marriage all the way through. Yang penting banget dari awal mindset kudu di-setting dulu, to NEVER CONSIDER DIVORCE AS A WAY OUT. Pikiran yang berbunyi “merit aja dululah, entar kalo ada masalah tinggal cerai” kudu DIHAPUS bersih2 dari pikiran kita. BIG NO NO. PAMALI. TABU. HARAM! 

8. Em… apa lagi ya? Belom kepikir, to be continued aja ya di tulisan selanjutnya tentang MARRIAGE :P

Biar mantep, saya anjurkan supaya para calon penganten baca sendiri buku-buku YANG WAJIB DIBACA selama membina hubungan dan sebelum menikah. Contohnya:

1. Lima Bahasa Kasih – Gary Chapman
2. Love for A Lifetime (saya lupa judul Indonya, kalo ga salah Cinta Kasih Seumur Hidup) – Dr. James Dobson

Banyak temen saya yang juga merekomendasikan buku-buku ini, tapi baru sebagian yang saya baca, so ga berani bilang wajib deh. But sebaiknya sih dibaca juga, buat “bekal”, siapa tau ada beberapa buku yang bisa ngejawab pertanyaan yang mengganjal di pikiran :)

1. Sacred Marriage – Gary Thomas
2. This Momentary Marriage – John Piper
3. Love Must Be Tough – Dr. James Dobson

Hidup penuh liku-liku (jadi lagu dangdut deh halaaah…), ga tau kapan nanjak, kapan turun, kapan belok kiri or belok kanan. Kaya naik roller coaster. Dalam kegelapan total :) Tapi selama kita naik roller coaster-nya bersama Tuhan, hidup berjalan bersama Tuhan, menikah di dalam Tuhan dan menjadikan Dia sebagai yang terutama dalam hidup pernikahan kita, we can trust Him. He will be there along the way. Pasang baik-baik sabuk pengamannya, merem kalo takut, and ENJOY THE RIDE! 

Ga ada jaminan bahwa di depan sana semua bakal indah terus. Bakal penuh pelangi dan bintang, ga ada hujan atau panas matahari. Bunga-bunga di mana-mana, ga ada ulatnya. Malah sebaliknya, yakinlah bahwa di depan sana pasti ada banyak tantangan. But we know He holds the future. Buang aja segala kuatir, taroh di bawah salib. Have faith that with Him, you & hubby/wife will make it through. Just walk together, by faith, not by sight.

Saya berdoa buat kalian semua yang akan memasuki pernikahan, semoga baca tulisan ini jadi dapet pencerahan (bukan tambahan kebimbangan wkwkwk… or kalo pun ada kebimbangan, semoga itu kebimbangan yang membangun ya). Kalo ngga dapet apa2 mah kasian deh lu, udah panjang2 baca sampe sakit mata :P

"Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam* terhadap yang lain; sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, perbuatlah juga demikian. Di atas semuanya itu, kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil dalam satu tubuh. Dan bersyukurlah."
(Kolose 3:13-15)


(* kata dendam ini dalam versi bahasa Inggrisnya adalah grievance, yang artinya a cause or reason for complaint, atau bahasa prokemnya GANJELAN alias UNEG-UNEG).

Monday, September 24, 2018

Ketika Kasih Berkata Tidak


by Grace Suryani Halim

Guys, akhir-akhir ini gue lagi beresin file-file lama gue en nemu beberapa tulisan yang gue suka. :p Salah satunya puisi ini. Puisi ini gue tulis di saat gue habis putus. :p

Banyak orang kecewa sehabis putus karena sehabis putus yang katanya 'baik-baik', kok ex nya menjauh dan sulit dihubungi. :p Katanya kita putus baik-baik, kok loe sekarang jadi gitu sih!?!?!? Well the truth is, abis putus, hal terbaik yag bisa kau lakukan utk ex mu dan untuk dirimu sendiri adalah... memutuskan segala jenis kontak sampai hati kalian berdua bisa lebih pulih kembali.

Coz kalian butuh waktu dari kata "kita" kembali ke kata "saya". Butuh waktu untuk menetralkan kembali isi hati. Butuh waktu untuk menangisi segala impian yang terkoyak. Butuh waktu untuk sendiri dan menangis bersama dengan Dia.

Puisi ini gue tulis di masa-masa itu. En gue bersyukur karena mantan gue cukup tegas utk tidak memberikan harapan apapun. :p No hope, no promise that maybe we can be together again. Menyakitkan?! Sangat. Gue 3 bulan jadi zombie. Hahahaha. Hidup segan mati tak mau. :p En itu masa menjelang ujian akhir SMA. But itu juga masa di mana Tuhan memeluk gue dengan sangat erat.

Itu masa-masa ketika gue belajar bahwa kadang yang terbaik adalah hal menyakitkan yang sedang gue alami saat ini! Gue belajar satu sisi dari Tuhan, bahwa kadang kasih itu berkata tidak. :)


***

KETIKA KASIH BERKATA TIDAK

Seringkali manusia salah menangkap
Makna kasih
Bagi banyak orang
Kasih berarti
YA!!
Apa buktinya kau mengasihiku?
Ehm….
Apa yah?!
Mau ngga mengantarku ke mall?
YA
Pergi ke gereja yuk
YA
Do u love me ?
Oh YES
A big YES

Anggapan umum
Kasih sama dengan YA
Tapi pernahkah kita berpikir
Kasih juga berarti TIDAK

Pernahkah kita berpikir
Seperti apa
Perasaan Tuhan ketika IA harus berkata, "Tidak!"
Seringkali kita menuduh IA jahat ketika
"TIDAK" keluar dari mulut-Nya.

Kita mencaci maki-Nya, kita mengatakan IA tidak peduli, IA tidak mengerti

Adakah hal yg lebih menyakitkan
Selain disalah mengerti oleh seorang yang anda kasihi?

Apa reaksi-Nya
Ketika kita mencaci-Nya, ketika kita menuduh-Nya
Adakah IA mencabut kesakitan kita
Supaya kita mengatakan IA BAIK?!
Adakah IA menurunkan standar rencana-Nya utk kita
Supaya kita berhenti menuduh-Nya?
Adakah IA berhenti memurnikan kita
Supaya kita memuji nama-Nya?!

Perlukah ALLAH menyogok kita utk berhenti menghujat DIA ?

Pernahkah kita mau membayangkan
Perasaan Tuhan ketika
Kita menjalani ujian-Nya
Siapa yang lebih sakit?
DIA
Karena Dia yang menanggung semua dosa dan kesalahan kita
Dia yang mengerti hati kita yang terdalam

"Tuhan, kalau Kau tidak mencabut rasa sakit ini, aku akan meninggalkan-MU"
"Tuhan, kalau Kau tidak mengembalikan ayahku, lebih baik aku mati"
"Tuhan, kalau Kau tidak menyembuhkanku, aku akan berhenti ke gereja"
"Tuhan, kalau Kau tidak mengizinkan aku dengan dia, lebih baik aku berhenti pelayanan"
"Tuhan, SAKIT……."
"Tuhan, tidakkah KAU mencintaiku ?”

Apa yang Ia lakukan
Ketika mendengar doa-doa yang penuh dengan ‘ancaman’
Apakah IA berbalik dan menuruti ancaman kita?
Apakah IA takut lalu memutuskan untuk mencabut semua rasa sakit?
Apakah IA berpikir, "Ya sudahlah karena AKU mengasihinya, biarkan saja"
Itukah KASIH ?

Kasih berkata tidak
Ketika Tuhan ingin memberikan yang lebih baik buat kita
Kasih berkata tidak
Ketika IA menghajar kita supaya kita berbalik
Kasih berkata tidak
Ketika IA tetap memukul kita, sekalipun kita menghujat DIA
Bukan karena IA jahat
Tapi karena IA ingin kita sempurna
Karena Ia mengasihi kita

Kasih tidak takut untuk dibenci
Kasih tidak takut untuk ditinggalkan
Kasih tidak takut untuk dihujat
Karena kasih sabar menanggung segala sesuatu
Kasih mengharapkan segala sesuatu
Kasih percaya segala sesuatu

Ia mengharapkan segala sesuatu
Ia berharap
Suatu hari nanti
Kita bisa menjadi anak-anak yang bisa Ia banggakan
Ia berani berharap karena
Ia percaya pada kita

IA percaya pada kita
Bahwa suatu hari nanti
Kita akan mengerti
Segala sesuatu yang terjadi
Hanya karena IA mengasihi kita

Ketika IA berkata
TIDAK
Dan Ia melihat kita menangis
Ia pun menanggis lebih keras daripada kita

***

Batavia, 29 Juni 2002

Special thx to JESUS, thx for saying NO!!
And also thx to pfk.
Terima kasih utk bersikap tegas.
Sekalipun itu menyakitkan.
I know that’s the best way for us.

**

Guys, baca yang foot note terakhir sih sekarang gue ketawa-ketawa. :p Tapi ketika gue nulis itu, hati gue hancur sehancurnya. En footnote itu sengaja ngga gue hapus, so that all of you can know, God really have wonderful plan for each of His children that loved Him. :)

Wednesday, July 11, 2018

When Two Pray



by Stephanie Gunawan

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.
(Matius 18: 19-20)

Di hari Minggu yang cerah, seusai ibadah, Jessica dan Vina sedang sama-sama menikmati mie ayam yang ada di seberang gereja. Keduanya memang dekat sejak masih di bangku SMA. Mereka sering berbagi cerita dan saling memberi nasihat. Kali ini, tampaknya Jessica sedang galau dan ingin bercerita pada Vina.

Jessica: Vin, gue mau cerita nih... *wajah galau*

Vina: Mau cerita apa Jes? Tentang si doi yaaa?

Jessica: Iya, Vin. Gue bingung...

Vina: Bingung kenapa?

Jessica: Selama ini kan gue udah pacaran sama si Dhanu, dan Dhanu udah mulai ngomongin soal pernikahan. Gue rasanya... bimbang gitu... Dhanu sih oke. Kita sering sharing firman Tuhan, cerita soal pelayanan kita masing-masing, kerjaan kita, teman-teman kita, keluarga kita, yah sudah hampir semuanya kita ceritakan. So far, gue melihat dia kandidat yang oke.

Vina: Lalu?

Jessica: Tapi, apa pernikahan adalah langkah yang tepat untuk kami sekarang? Ini kan keputusan sekali seumur hidup, Vin. Gue gak mau salah bikin keputusan. Tapi gue juga gak berani memutuskan, karena gue tau gue gak sempurna. Gue orang yang berdosa. Pasti bisa aja gue membuat keputusan yang salah. Rasanya gak mantep, Vin. Padahal gue udah berdoa lho sama Tuhan Yesus... Gue tanya dalam doa gue, apakah menikah dengan Dhanu adalah keputusan yang tepat, apakah itu yang Tuhan Yesus inginkan bagi gue... Tapi, kayanya gue kok clueless yah kali ini. Gue gak merasa dengar jawaban Tuhan. Gue gak tau Tuhan maunya apa.

Vina: Hm... Apakah lu udah pernah berdoa berdua sama Dhanu, mendoakan hal ini?

Jessica: Berdoa berdua? Yang bener, Vin? Memangnya perlu yah berdoa berdua?

Vina: Ya iyalah Jes. Kalian perlu banget berdoa bersama, berdoa berdua. Keputusan ini bukan cuma penting untuk lu doank, tapi juga penting untuk Dhanu. Saat kalian berdoa bersama, kalian bisa saling memberkati, saling menguatkan, saling menjaga dan saling menambahkan iman kepada Yesus Kristus.

Jessica: Maksudnya? Gue belum pernah lho berdoa berdua sama seorang cowo, apalagi kalau cowo itu pacar gue.

Vina: Maksudnya gini... Kalian bisa saling memberkati. Lu bisa doakan Dhanu agar dia diberi hati yang bersukacita di dalam Yesus, sukacitanya penuh di dalam Yesus. Lalu, supaya Dhanu selalu mengutamakan cinta akan Yesus daripada cinta akan yang lain, bahkan cintanya ke elu, Jes. Inget Galatia 1:10

"Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus."

Doakan juga supaya Dhanu sehat, aman dalam perlindungan Tuhan. Bukankah itu memberkati Dhanu? Kemudian, kuatkan dia juga saat imannya melemah. Kalau dia sedang cape, gak sempet baca Alkitab, lu doakan agar Tuhan Yesus yang menyegarkan roh Dhanu. Minta agar Dhanu semangatnya menyala-nyala dalam mencari Yesus, kerinduannya akan Yesus terus bertambah. Doakan agar Dhanu bisa menyelesaikan semua tugas pelayanannya dengan baik. Yang ini inget Roma 12:11

"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah Rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." 

Kuatkan dia, Jes. Berdoa bersama juga bisa membantu kalian saling menjaga. Jes, gue tahu gak mudah pacaran zaman sekarang. Kita selalu punya kesempatan untuk berduaan sama pacar kita. Buntut-buntutnya, pacaran kita bisa gak kudus. Bahaya kan? Makanya, saling mendoakan agar Tuhan Yesus jagain pikiran kita. Jangan mikirnya yang ngga-ngga, maunya deket secara fisik terus. Tuhan Yesus aja bilang di Matius 26:41.

"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Jadi, mendingan pas berduaan itu, kalian gunakan waktunya untuk berdoa bersama. Lebih baik kan? Nah, kalau sudah berdoa demikian, pasti deh kalian semakin beriman pada Yesus. Kalian tahu, bahwa satu-satunya sumber kekuatan dan penghiburan kalian ada pada Yesus, bukan pada pasangan masing-masing. Ibrani 12:2

"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah."

Jessica: Oh, gitu yah Vin.. Terus, lu sendiri selama ini berdoa bareng Kenny?

Vina: Iya Jes. Sejak pacaran, gue udah berdoa bareng Kenny. Gak dari awal-awal sih. Tapi sejak kami lebih serius berpikir tentang pernikahan, gue ajak Kenny berdoa. 

Jessica: Lho? Bukannya mestinya Kenny yang ngajak yah? Setau gue, cowo yang harus lebih memimpin.

Vina: Ya betul, memang sebaiknya cowo yang memimpin. Saat itu, gue diberi tahu oleh kakak rohani gue. Terus gue cerita sama Kenny. Gue bilang, “Ken, tadi aku telponan sama kakak rohani. Dia ingatkan kita untuk berdoa bersama, agar kita saling menjaga satu sama lain, supaya kudus hubungannya. Dia bilang sangat penting untuk berdoa bersama.” Kenny setuju tuh, Jes. Setelah dia setuju, baru deh gue tanya, “Kenny, maukah kamu yang memimpin doa bersama kita?” Kenny pun mau. Jadi, dia punya kesempatan melatih dirinya menjadi imam di keluarga kami nantinya. Hati juga tenang kan kalau tahu calon suami kita mau berdoa dan mengandalkan kekuatan Tuhan Yesus dan bukan kekuatannya sendiri?

Jessica: Oh begitu yah... Iya betul, Vina. Gue juga ingin punya calon suami yang menjadi pemimpin rohani di keluarga gue nantinya. 

Vina: Nah, lu yang berikan kesempatannya, Jes. Izinkan Dhanu latihan memimpin doa kalian.

Jessica: Oke, Vin! Terus, sekarang setelah married sama Kenny, apakah kalian masih berdoa bersama?

Vina: Ya tentu donk, Jes. Sangat mudah bagi kami meneruskan kebiasaan berdoa bersama ini. Sebelum tidur, pasti kami berdoa bersama. Sebelum Kenny berangkat kerja, kami juga berdoa bersama. Kami selalu ingat ayat yang kami pasang di undangan pernikahan kami. Lu inget donk Jes, ayatnya? Kan gue bagi lu satu. Hehe...

Jessica: Iya, iya gue inget! Ayatnya dari... Mazmur 127:1. Bunyinya "Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya." Betul kan?

Vina: Betul! Ternyata ada orang yang membaca undangan pernikahan gue dengan seksama. Haha. Gitu Jes, gak mungkin rumah tangga gue bisa berjalan dengan lancar tanpa Tuhan Yesus. Ada banyak hal baru yang harus kami sesuaikan, ada miskomunikasi yang terjadi, ada perubahan rencana yang kami tidak duga. Semua hal itu bisa bikin kesal dan akhirnya bisa bikin kami berantem. Tapi, saat kami ingat ayat itu, kami ingat kami harus berdoa. Kami bawa semua pergumulan kami ke dalam doa pada Tuhan Yesus. Setelah doa, perasaan jadi lebih lega. Kami tahu kepada siapa kami mempercayakan masalah dan pergumulan kami. Kepada Yesus, Jes!

Kami juga selalu bilang dalam doa kami bahwa kami mengundang Yesus untuk hadir di tengah-tengah keluarga kami. Pokoknya our house is HIS house. Tuhan Yesus boleh ikut campur sepenuhnya, Tuhan Yesus selalu diterima pendapat-Nya. Yesus adalah bagian dari keluarga kami. Kehadiran-Nya sangat kami harapkan. Kami ingin terus berkomunikasi dengan-Nya melalui doa dan baca Alkitab bersama. Tenang deh kalau mengandalkan Tuhan Yesus sebagai pemimpin hidup kami.

Jessica: Enak yah kaya gitu.

Vina: Iya Jes. Memang damai kalau begitu. Nah, sekarang kebayang gak kalau lu married nanti,  suami lu gak mau diajak doa bareng ke Tuhan Yesus?

Jessica: Wah... pasti gue sedih banget, Vina. Gue mau punya pernikahan yang mengandalkan Tuhan Yesus. Tapi, kalau suami gue gak mau berdoa bareng, berarti gue berdoa sendiri donk?

Vina: Yah sepertinya begitu... That’s why... sekarang coba deh ngobrol sama Dhanu. Ajakin dia doa bersama. Siapa tahu saat kalian doa bersama, Tuhan Yesus juga semakin menunjukkan kehendak-Nya bagi kalian berdua. Lu bisa tahu apakah memang menikah dengan Dhanu merupakan hal yang diinginkan Yesus buat lu. Yeremia 33:3

"Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui."

Jessica: Iya, nanti gue ajakin Dhanu doa bareng ya. Jadi semangat, nih!

Vina: Sip deh Jessica. Nanti, kalau persekutuan doa kalian berdua semakin kuat, kalian juga akan siap berdoa bagi orang lain. Kalian bisa berdoa untuk keluarga besar kalian, untuk teman-teman yang sedang mengalami pergumulan, dan juga untuk negara tercinta kita, Indonesia.

Jessica: Wuih, gak kepikiran ya. Tadinya gue pikir berdoa berdua cuma untuk hubungan kita ini aja. Tapi bisa menjadi doa syafaat bersama, ya?

Vina: Yup! Betul, Jes. Gue percaya Tuhan Yesus mendengar doa anak-anakNya yang sungguh – sungguh memanggil nama Dia. Met mencoba yah, my sista! God bless you!

Monday, March 12, 2018

Blood Covenant and Virginity



by Nelly

Bagaimana kalo kamu sudah kehilangan keperawananmu sebelum menikah?

Tulisan ini terdapat di majalah pearl edisi no.10 :)


Nah setelah gue ketemu Jesus dan bertobat di taon 2002, gue beberapa kali kesaksian tentang masa lalu gue yang seks bebas. Jadi sebenernya udah ada beberapa orang yang tahu. Semakin gue mendalami Tuhan, semakin gue menggebu-gebu kesaksian soal itu. Jadi smakin banyak orang yang tau hehe. Dan salah satunya adalah calon suami gue (call him G). Saat itu kita masih baru aja kenal di taon 2006, dan bisa dibilang di pertemuan kita ke empat kalinya, gue udah bersaksi di depan dia dan satu anak youth cewe hehe. Saat itu gue tau gue sedang direstorasi sama Tuhan dan mengalami pemulihan, jadi untuk bersaksi bahwa gue dulu terlibat free sex (berarti udah ga perawan) itu sepertinya ga ada masalah sama gue.

Namun ternyata luka lama bisa terkuak kembali. Tahun 2007, gue pegi misi ke salah satu desa di Indonesia. Saat itu pelayanan gue adalah Love, Sex and Dating seminar. Dan gue bersaksi di depan anak-anak muda. Dan waktu salah satu dari kita bertanya pada mereka, “Maunya punya cewe perawan apa ga perawan?”, Ada salah satu cowo yang dateng, bilang, “Tentu aja mao yang perawan. Yang udah ga perawan kan berarti udah bekas.” Perkataan itu ternyata menyakitkan sekali buat gue. I thought I had already passed that, udah recovered etc. Tapi to my surprise, hati gue masih terluka denger itu. Seharian gue nangis dan nangis. But slowly God mengobati hati gue and menguatkan gue lagi.

Selama beberapa bulan kemudian, Tuhan terus membawa dan membukakan panggilan gue. Smakin kelihat kalo Tuhan mao gunain gue terus menekuni panggilan gue di anak-anak muda, terutama tentang Love, Sex and Dating. Gue hanya focus mengejar panggilan di bidang misi saat itu. Dan bagian tentang keperawanan gue, gue sudah kubur dalam-dalam. Yang gue tau dan gue pegang, Tuhan udah restorasi total. Jadi gue udah ga pernah pikirin sama skali tentang keperawanan.

Nah pada suatu hari, selama tiga hari berturut- turut, gue diingetin tentang my sexual past. Gue hanya bisa nangis dan nangis dan meminta maaf, padahal dulu udah pernah minta maaf ama Tuhan, tapi ga tau kenapa saat itu dibuka lebih dalam lagi sama Tuhan, the weight of my sin. Tapi Tuhan berjanji saat itu sama gue, that He would restore everything as new. Pas gue lagi mandi, gue liat my blood (maaf), darah menstruasi gue ngalir. And tiba-tiba terbersit kata-kata ‘blood covenant’ (ikatan perjanjian darah). Gue langsung terasa ‘jleb’ karena gue udah ga ada. In marriage, persatuan tubuh suami istri dilambangkan dengan tumpahnya darah keperawanan. Di Alkitab, the strongest covenant between human and God, always involved blood. Through animal sacrifice. Saat Tuhan membuat covenant dengan manusia to save mankind from eternal sin, He used Jesus’ blood. God uses Blood to symbolize covenant in many examples. Even in marriage. 

Ever wonder why kok Tuhan kasih yang namanya keperawanan? Dan kita cewe-cewe bisa berdarah di malam perkawinan? Tuhan mao symbolize persatuan kita sebagai husband and wife dengan pertumpahan darah. Maka itu seks adalah hubungan sangat-sangat kudus yang diberi Tuhan. Ikatan perjanjian antara suami istri di depan Tuhan. Bersatu menjadi satu tubuh, jiwa dan roh. It is called Blood Covenant. Itu adalah perjanjian seumur idup. 

Thats why when we had sex before marriage, kita berdosa karena menodai sesuatu yang kudus, perjanjian antara laki-laki dan wanita untuk seumur hidup (belon tentu kan dikau bakal merit ama cowo itu) dan membuatnya menjadi kutuk. Bisa Aids lah, penyakit kelamin lah, dan meskipun ga sampe kena penyakit kelamin, itu bisa berdampak ke perkawinan kita nanti.

Nah waktu kata ’Blood Covenant’ itu tiba-tiba terbersit di pikiran gue pas liat my menstrual blood, gue jadi sedihhhhhhh bgt. Karena gue udah ga ada. I won’t have any blood covenant with my future husband. Pas gue sadar itu, gue nangis. Tapi Tuhan bilang sangat lembut... “My grace is enough for you...“ and Tuhan bukain tentang pengorbanan Jesus for me. Karena itulah DARAH YESUS DITUMPAHKAN. 

For me.

Gue ga bisa menumpahkan darah keperawanan lagi, but thats why Jesus shed His blood for me. To cover my sins. And His blood is enough to cover EVERYTHING. Karena gue udah kehilangan blood covenant in marriage, Jesus udah tebus itu dengan darah-Nya. Darah Yesus itu cukup untuk my covenant nanti ama calon suami. Waktu gue dapat revelation itu, gue udah dikuduskan, disucikan dan diperbarui, darah Yesus itu cukup, bahwa darah ditebus dengan Darah, hati gue jadi tenangggggg banget. 

Nah saat ini adalah saat dimana gue lagi bener-bener doain pasangan idup, alias G. Ga kebetulan Tuhan buka lagi tentang my keperawanan, He wanted me to deal with it sebelum gue masuk perkawinan. Karena yes, this is a major issue. Harus deal with it way before marriage. Karena kalo ditutup-tutupin akan ada masalah yang timbul nantinya. 

Setelah melalui masa-masa itu dan pergumulan mendoakan G selama 3 taon, skarang gue udah menikah sama G selama dua taon. Gue kmaren ngobrol sama dia about this article. Dan tim redaksi pingin tau sisi cowo itu gimana kalo tau cewenya ga perawan lagi. Ini adalah hasil dari our discussion... 

1. Cowo yang di dalam Tuhan akan lebih mudah menerima cewenya yang udah ga perawan. Tapi dia harus benar-benar di dalam Tuhan, bukan cuma Kristen KTP. Kalo dia ngerti yang namanya kasih karunia Tuhan, dan bahwa kita semua adalah orang yang berdosa, termasuk dia, but yet Tuhan masih mengampuni. Cowonya akan menerima si cewe dan mengampuni masa lalu cewenya. Cowo itu akan meneruskan kasih karunia dari Tuhan buat sang cewe. (Red: Bisa baca buku Joshua Harris Boy Meets Girl, di situ ada pergumulan Joshua untuk menerima calon istrinya yang sudah ga perawan lagi. Yah that’s hard but God helped him through it)

2. Nah cowo yang ga di dalem Tuhan ini yang repot. Akan susah menerima. Mungkin juga dia Ok-ok aja, but ini akan jadi masalah nanti di perkawinan. Bisa membanding-bandingkan hubungan intim saat kalian udah menikah, dengan pasanganmu yang dulu. Meskipun ga ngomong, hal itu bisa dipendem di hatinya. Dia bisa aja menjadi menuntut banyak hal dalam perkawinan, karena dia merasa dia ‘lebih’. Bisa juga mengungkit-ungkit masa lalu. Selingkuh karena ga puas dll.

Nah kalo dari sisi G, gimana reaksi dia saat dia tau kalo pasangannya dah ga perawan? Sebenernya G sendiri masa lalunya berantakan juga. Hampir juga jadi gigolo wkwkkwwk. Akhirnya dia bertobat dan fokus melayani Tuhan. 

G pernah pacaran sama satu cewe, sama-sama pelayanan di gereja. Dan cewe ini cantik bgt, idola para cowo-cowo dan juga rohaninya bagus, sempat masuk Miss Indonesia lagi wkwkw. Si G sempet nanya sama Tuhan, kenapa kok dia bisa sama si cewe cantik ini padahal masa lalu G jelek abis. Dia heran aja kenapa bisa dapet sesuatu yang bagus. Nah Tuhan bilang sama dia , karena dulunya G itu rusak banget, dia ga bisa appreciate woman’s beauty. Dia bisa ngerusak wanita dengan gitu gampang, and bisa nelanjangin wanita dengan matanya. Nah waktu G jadian ama cewe cantik ini, Tuhan bilang that G now could learn how to appreciate God’s beauty for woman. Mereka pacaran selama 2 taon. Dan karena beberapa hal, mereka akhirnya putus baik-baik. 

Kira-kira 2 taon kemudian, Tuhan bilang sama dia kalo gue itu buat dia dari Tuhan. G sempet protes dan ga mao sama gue, karena kok sekarang dikasih yang sama-sama rusak backgroundnya? Bukannya dulu, waktu pacaran sama cewe cantik itu, Tuhan mao ajarin dia tentang appreciate woman’s beauty. But Tuhan terus meneguhkan bahwa gue emang buat dia. And after so much struggle, confirmation and dihancurin Tuhan selama 2 tahun itu, akhirnya G mao tunduk hehe. Dan Tuhan pelan- pelan menumbuhkan rasa cinta G buat gue, no matter what my past was. Tuhan juga ingetin G tentang kasih karunia. Tuhan udah memulihkan G dan membuatnya jadi baru, dan Tuhan juga lakukan hal yang sama buat gue. So akhirnya G udah ga ada masalah lagi dengan masa lalu gue karena Tuhan sudah berbicara.

So girls, kalau pacarmu itu bener-bener sudah di dalam Tuhan dan sudah menerima kasih karunia Tuhan (sekali lagi bukan cuman sekedar Kristen dan pelayanan), Tuhan bisa bicara sendiri padanya dan mengubah hatinya. And it’s much much much MUCH better to confess to our boyfriend lonngggg wayyy before merit. Jangan confess pas waktu kalian udah mao merit besoknya gitu. Itu mah terlalu nyerempet wkwkwk. Emang GA GAMPANG untuk ngaku. That’s why u really need to know and dig deeper about who u are in God. Saat kamu secure and aman dalam Tuhan, kamu akan mendapatkan kekuatan extra untuk mengaku.

Waktu gue kesaksian gue udah ga perawan dll ke depan anak-anak muda dan sekolah-sekolah, yang jumlahnya bisa sampe 800 students dalam satu aula, of coz gue gemeteran. Di desa and kota-kota kecil di Indo lagi. Yang tentunya hal begini masih tabu. Apalagi gue belon merit and masih single. But what made me keep going on ya karena the big burden in my heart to share how God rescued me and healed me, gave me second chance. Itu yang bikin gue maju dan meskipun jatuh bangun, gue bisa bangkit lagi karena Tuhan kasih extra kekuatan. And He gave me a purpose. And hasilnya adalah ga sedikit anak-anak cewe (students2) itu dateng ke kita2 para missionaris dan minta didoakan, ada yang slama ini memendam rahasia kalo dia waktu kecil udah diperkosa dan ga ada satu pun yang tau, ada yang dilecehkan sama cowonya dll. Dan saat mereka mengaku, mereka mengalami pelepasan.

What I’m saying is, rahasia dosa yang kamu simpan, lama- lama akan menjadi busuk. If u don’t confess that kamu udah ga perawan sama ur pasangan, rahasia ini akan menyerang balik kamu. Dalam perkawinanmu nanti, atau dalam hubunganmu yang sekarang. Kamu ngerasa takut kalo ketahuan, so ur relationship now ada sesuatu yang disembunyikan, ga tulus, ga bebas dalam Tuhan. Nanti ini bisa dibawa sampai ke perkawinan. Akan terus menggegorotimu dari dalam.

Kalo kamu mengaku, akan terjadi kelepasan yang luar biasa di hati. But u have to be ready with the consequences. Apakah kamu siap bayar harga? Bagaimana kalo cowomu bakal ninggalin kamu? To be able to do all these, u have to be really secure in God and mendapatkan kekuatan dari Dia. Kuatkan dirimu dulu dalam Tuhan, He will never fail u. He will give you strength. And misalnya cowo mu meninggalkan kamu, kamu masih bisa berdiri karena kamu tahu Tuhan masih sayang kamu no matter what. Dan Tuhan will give you the best. Dia rindu memberi kamu yang terbaik. Apakah Tuhan adalah segala- galanya bagimu? Or cowo mu adalah segala-galanya bagimu? Or maybe cowo ini bukan dari Tuhan? Kasarnya... praise God, kamu dibukain sekarang, daripada nanti sudah menikah, malah banyak masalah :) Kalo sudah menikah, u can’t go back. Jangan sesali nanti waktu sudah menikah.

Yang gue yakin banget, kalo dari Tuhan, cowo mu ga bakalan pegi jauh-jauh. Tuhan pasti bisa ngomong sama dia. (Red: Ingat cerita Maria dan Yusuf orang tua Yesus? Yusuf sudah hampir menceraikan Maria, tapi Tuhan sendiri campur tangan dan menyakinkan Yusuf) Tuhan juga pasti bisa memulihkan hatinya. 

Nah gimana kalo cowonya ga didalam Tuhan? Alias belon lahir baru dll. Yah tetep aja kamu harus confess. Kalo dia meninggalkan kamu, don’t be sad. Jesus has redeemed u and make you HIS LOVER. He is the greatest lover a woman can ever have. Cowo bisa ninggalin kamu, Jesus will not. Belajarlah to put Him above everything else. Kehilangan cowomu akan terasa lebih ringan waktu kamu tahu kamu lakuin semua ini for Him. And He honors that. 

Before confessing, u just need to strengthen your heart and said to God, ‘”Please help me to be ready“. Jangan ngomong terus ke hati kamu ‘aduh, gue ga mao deh ngaku. Ga bakal ngaku. Gue pendem terussss’. Kalo kamu ngomong gitu terus ya susah. Harus belajar buka hati untuk mengaku. Nanti juga Tuhan akan menguatkan.

When u are really secured in His love and know that He is with you no matter what, you will be ready to let your boyfriend go. No matter he will leave you or not, God is still good and you can still praise Him. You put Him above your guy. :) 

The most important thing is, are you willing to surrender to His will? When u said u trust Him, do you really trust Him? 

Don’t be sad kalo kamu udah kehilangan keperawanan kamu. Tuhan sudah restorasi total. You are a brand new woman, full of His grace and mercy. Saat kamu dalam Tuhan, Dia sedang mempercantik kamu luar dalam... and trust me, one day a godly man will come and notice you :) Kalo dia ga notice pun, Tuhan bakal templak and bikin dia notice... HAHAHA seperti kisah gue and my husband :) 


———-

For those who are still perawan, be proud in saving your virginity for your wedding night. Biarin aja kalo dunia bilang bego kenapa nyimpen perawan sampe merit. Forgive them Lord as they don’t know what they are doing...

Wednesday, February 14, 2018

Bangkit dari Kegagalan Cinta



by Grace Suryani Halim


Ini pertanyaan yang ditanyakan oleh beberapa orang:
Gimana sih caranya bangkit dari patah hati/ditolak/habis putus/cinta bertepuk sebelah tangan etc etc?

Well, gue tuh dulu sering banget yang namanya patah hati/gayung tak bersambut/cinta bertepuk sebelah tangan/bagai pungguk merindukan bulan *ciah... malah jadi pantun -.-* . Pokoknya segala macem kegagalan cinta dah. Dari yang diputusin, cowok yang kasih sinyal-sinyal tapi kagak pernah maju, cowok yang udeh maju tapi langsung ngibrit begitu ketemu face to face, cowok yang kasih sinyal-sinyal dan maju ketemu face to face trus telpon-SMS tapi akhirnya kagak pernah nembak. You name it lah, Guys. :p Sampe dulu gue mikir, rasanya lebih gede kemungkinan gue nemu perusahaan/univ/yayasan/organisasi yang mau biayain gue sekolah sampe S3 daripada ketemu cowok yang mau married sama gue. En gue tau banget kayak apa sakitnya ketika sebuah impian kandas... Rasanya gue waktu itu hidup segan mati tak mau, udeh kayak zombie, sampe yang paling paraaahh gue pernah kagak mau masuk surga >.< Muke gile~ Untung Tuhan mendengarkan tapi ngga anggap serius doa orang patah hati yang kehilangan akal budi ini!! 

"But loe kan akhirnya married!! Nah itu gimana tuh cara ngatasinnyaaa??" 

Nah itu alasan gue nulis ini, Guys. Hehe. 

1. Run to God! 
Nah, ini mah yang kudu pertama kali dilakukan. Tiap kali gue broken heart, kecewa, putus asa, sakit hati, marah, kesel, terluka, satu-satunya tempat teraman untuk curhat di dunia yah di kaki Yesus. Dijamin kagak bakal bocor, en Tuhan selalu sabar mendengarkan keluhan gue yang itu-itu lagi dan itu-itu lagi...

"Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidakakan Kau pandang hina, ya Allah."
(Mazmur 51:19)

Pas gue habis putus, dua bulan pertama, tiap hari jam 4 pagi gue udeh terbangun en kerjaan gue duduk trus nangis. Saat teduh tuh isinya nangis muluu... "Tuhan, hatiku sakit...", "Tuhan ini air mata, kok, ngalir sendiri ya?", "Tuhan, kangen... tapi bukan sama Kamu... maap loh Tuhan", "Tuhan, nanti kalo hari ini ketemu gimana?", "Tuhan mataku udeh bengkak tapi, kok, ini tetep nangis." Gitu muluu. Baca Alkitab tuh sambil berlinangan air mata. Baca apa kagak tau hahaha. Waktu itu yang gue inget cuman ayat ini, 

aku bodoh dan tidak mengerti, aku seperti binatang di hadapan-Mu. Namun aku tetap di dekat-Mu, Engkau memegang tangan kananku.
(Mazmur 73 : 22-23)

Gue bener-bener ngerasa ngga ngerti. Gue ngga tau gimana caranya untuk pulih, gue ngga tau gimana caranya buat bangkit lagi, gue bahkan ngga tau gimana caranya untuk bikin gue berhenti nangis. Tapi gue mau belajar kayak Pemazmur yang sekalipun kagak ngerti, sekalipun bodoh… tapi yang penting tetap di dekat Tuhan. Baru setelah beberapa waktu, pelan-pelan Tuhan mulai ngomong lewat saat teduh, lewat bacaan Alkitab. 

So guys, kalo baru ngalamin patah hati dkk, cepet-cepetlah datang kepada Tuhan. Tell Him everything that you feel. Jangan jaim. Jangan muna. Kalo sakit, bilang sakit... Kalo marah, bilang marah. Kita ngga bilang pun Tuhan tau, tapi Tuhan mau kita jujur sama Dia bukan buat Dia tapi buat kita sendiri! Kadang kita tuh kagak sadar sebenernya apa yang kita rasakan, en dengan terbuka seterbuka-terbukanya sama Tuhan, He'll show us the real condition of our heart. :)) En hubungan kita sama Tuhan juga jadi bisa dekeetttt :D 

2. Be Patient with urself!!
Ketika bergumul untuk bangkit, ada saatnya kita merasa kuat, utuh, berhenti menangis, en kita merasa, "Gue dah pulih!!" But, ada juga saatnya kita tiba-tiba ngerasa down lagi, mellow lagi. Ada saat di mana pagi hari sehabis SaTe kita merasa kuat di dalam Tuhan, eh pas lunch time tiba-tiba denger lagu kenangan trus mewek lagi... :p Atau setelah dua bulan, kita ikut banyak kegiatan en merasa sudah pulih, sudah move on, eh tiba-tiba kenangan lama menghujam en kita terpuruk lagi. 

En ketika saat-saat itu terjadi, siap-siaplah mendengar tipuan jelek dari si setan bau, "Waduh... elu mah kagak bakal pulih!! Baru denger lagu aja udeh mewek lagi. Udehlah... loe bakal selamanya ngga bisa lupain dia!" atau,

"Yaaahhh, baru tadi pagi pas denger khotbah merasa dipulihkan, sekarang lemes kayak gini. emank loe payah sih! anak Tuhan kok loyo. Tuhan mah malu punya anak kayak elu!",

atau "Eh elu liat tuh si Tini, baru sebulan putus udeh dapet pacar baru. Lah eluuu... udeh 3 bulan masih aja nangisin mantan loe itu. Ckckck... kagak bakal ada cowok yang mau sama loe...",

atau bahkan pake kata-kata rohani, "Kemaren si Ratna sekali didoain ama pendeta, langsung pulih! Lah elu, udeh doa sampe nungging-nungging Tuhan tetep kagak pulihin. Udeh sampe doa puasa, tetep aje loe kalo ngeliat dia nangis kagak jelas. Tuhan tuh kagak mau pulihin elu. Kalo emank Tuhan mau yee, udeh dari kapan-kapan deh Dia pulihin elu!! Buktinya sampe sekarang loe masih sakit kan?!?! Loe ngga bakal bisa move on deh."

Ennn masih ada segudang kalimat yang udeh sering banget gue denger dari si setan jelek itu! Pas awal-awal gue masih bego, gue pikir itu suara gue sendiri. So gue percayalah... But lama-lama Tuhan ajarin gue. Itu tuh kebohongan setan! Tuhan MAU pulihin gue, Tuhan BISA pulihin gue en Tuhan SEDANG pulihin gue. Cuman emank itu butuh waktu...

Guys, bayangin dah, elu abis dioperasi. Begitu loe selesai dioperasi emank langsung seger? KAGAK laahh. Pasti lemes banget, pusink, badan ngga enak. Beberapa hari setelah operasi pun bisa masih ada keluhan. Proses recovery tuh, biasanya 1-3 bulan; tergantung operasinya. Nah, selama proses itu, pasti ada saat loe ngerasa enak ada saat loe ngerasa ngga enak. Tapi ketika loe ngerasa ngga enak apakah itu artinya operasi itu gagal?? Ngga kan... itu namanya loe dalam proses pemulihan! 

Demikian juga dengan hati kita. Cuman camkan satu hal baek-baek, Guys, TIME CAN'T HEAL YOU!
Waktu tidak menyembuhkan. So, jangan coba-coba membodohi diri dengan bilang, "Ah, cuekin aja. Ntar sembuh sendiri!", KAGAK BAKAL SEMBUH! Kalo kita berlagak bego, berlagak ngga sakit, emang untuk beberapa saat kita bisa lupa en keliatannya itu ngga sakit lagi. Tapi LUKA itu tetep ada. En once ada sesuatu yang mengingatkan kalian akan luka itu, WUZZZZ... rasa sakit itu akan kembali. Bahkan mungkin berlipat kali...

Kabar baiknya, JESUS CAN and WANTS to heal you!! :D Tapiii... ada kalanya Tuhan juga perlu waktu dalam menyembuhkan :)) Trus apa bedanyaa?? Well, yang gue rasakan sih, Tuhan menyembuhkan gue itu ngga instan. Abis gue putus, gue perlu 2,5 TAHUN untuk bener-bener pulih. Ehh, tenang aja, guys. Ngga semua orang prosesnya selama gue kok. Gue waktu itu rada bebal en Tuhan emang siapin gue untuk pelayanan khusus: menghibur temen-temen yang sakit hati. Hahaha. Tapi asli loh, karena proses gue yang lamaaaa banget en terkesan lambaaaatttt banget, gue tuh, bisa sabar sama temen-temen gue yang bahkan udeh ngga sabar sama diri mereka sendiri hehehe. En bedanya itu Tuhan yang menyembuhkan—bukannya waktu—adalah... setelah proses itu selesai, kalo ada hal-hal yang berhubungan dengan mantan, gue ngga lagi merasa sakit or ada rasa nyeri di hati gue. I still can remember, but there's no pain :) No pain at all :)) 

So guys, SABARLAH ketika kalian dalam proses pemulihan. Kalo setelah bangkit eh mellow lagi, datang sama Tuhan. Inget ayat ini:

"Sebab tujuh kali orang benar jatuh namun ia bangkit kembali. "
(Amsal 24 : 16)

Orang benar, anak Tuhan bisa jatuh! Tapi yang membedakan, mau jatuh sampe tujuh kalipun, ia akan bangkit kembali! :D 

Kenapa? karena ada janji Tuhan di Mazmur:

"apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya."
(Mazmur 37 : 24)

So, ketika kalian lagi mellow-mellow en merasa jatuh lagi, lawan aja itu setan dengan dua ayat di atas! Katakan kencang-kencang, "Tujuh kali orang benar jatuh namun bangkit kembali!! Kalopun aku jatuh lagi, mellow lagi, nangis lagi, aku tidak akan sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tanganku! Setan jelek jangan macem-macem! Aku ngga percaya dengan kebohonganmu. Aku pasti pulih dan akan bangkit kembali!" 

3. TEGAS!!
Nah selama masa recovery, kalian harus tegas. Tegas sama diri kalian sendiri. Tegas sama perasan kalian. Banyak cewek terlalu didominasi perasaan. Gals, kita wanita itu memang lebih perasa, kita memang lebih banyak bergerak dengan feeling; tapi itu sama sekali BUKAN ALASAN untuk membiarkan diri kita dikuasai oleh perasaan. Diri kita harus dikuasai oleh Roh kudus. Gimana caranya? Yaitu dengan membawa setiap pikiran dan perasaan dan menundukkannya di bawah kaki Yesus. Caranyaa?? Yah dengan berdoa dan bilang, "Tuhan aku merasa blablablabla... tolong aku mengatasi perasaan ini!" 

En salah satu cara tegas yang laen yaitu dengan berani memutuskan dan menghindari kontak-kontak yang ngga perlu. Waktu gue putus, gue punya cara pikir yang salah, "Karena gue anak Tuhan, gue harus tunjukkin bahwa gue tetep bisa berteman sesudah putus." En dengan hati yang masih porak poranda, emosi yang labil, gue berjuang keras untuk menunjukkin anak Tuhan itu 'beda'. Yang ada malah gue lebih babak belur >.< Sampe seorang sahabat gue di dalam Tuhan bilang, "Grace, waktu kamu putus, kamu butuh untuk sendiri. Kamu butuh waktu dari kata 'kita' kembali menjadi 'gue'. Karena itu, kamu butuh waktu untuk sendiri dan menata hatimu." 

WAAHH... itu kayak revelation yang dibukakan buat gue hahaha. Abis itu, gue mengumpulkan keberanian untuk ngumpulin semua barang 'kita' dan gue buang. Lalu gue minta tolong sahabat gue untuk masuk ke e-mail gue en HAPUS semua e-mail dari si doi. En yah, gue stop berdoa buat doi :p Sekalipun godaan untuk menjadi wanita-baik-rohani-berbudi-pekerti-luhur-yang-selalu-mendoakan- kebahagiaannya-dan-supaya-Tuhan-memberikan-jodoh-yang- terbaik-untuknya itu gede bangeett (!!), but gue mikir, I can't move on kalo gue tetep berdoa buat dia. So gue doain dia untuk terakhir kalinya en minta Tuhan jaga dia en gue bilang sama Tuhan, "Be... this is my last prayer for him ya. Please take care of him. Amen." 

4. Isi waktu dengan banyak kegiatan bermanfaat
ini saran paling klise jadi gue taroh paling bontot. Hahaha... Tapi saran ini berguna, kok :P So, daripada meratapi si doi di kamar mulu, mending keluaaarrr... shopping sama mami, baking sama si mbak, maen-maen sama si doggie, ikut pelayanan baru di gereja, baca buku-buku rohani, rajin komsel, beli CD-CD khotbah, etc.

Yah, begitulah, Guys :D Selamat bangkit dari kegagalan cinta bersama dengan Babe.

Monday, November 6, 2017

Emotional Affair (Part 3)


by Sarah Eliana

Kemaren kita bahas Do's dalam membangun hubungan yang sehat dengan pasangan. Nah, hari ini kita akan bahas Don'ts supaya kita gak terjatuh dan malah melakukan emotional affair dengan orang lain. 


DON'Ts:
  • Jangan menggunakan waktu dengan satu orang melebihi waktu yang kita habiskan bersama suami.
Of course kalo teman kerja kan, udah pasti kerja bareng and gak bisa dihindari. Tapi kalo udah kerja ya udah, jangan malah pergi-pergi berdua. Ini nih, yang kayaknya sering banget jadi batu sandungan. Abis kerja bareng, "Ah udah malem, istri pasti udah tidur... makanan udah dingin, kita makan dulu deh di warung mie depan kantor. Kan cuman makan mie doank, paling lama juga 30 menit.” Hati-hati!! Kita bisa dekat dengan orang itu kan butuh proses; dari detik ke menit, ke jam, sampai ke hari. Dan ini berlaku gak hanya untuk lawan jenis, tapi sesama jenis juga. Misalnya, para IRT di rumah gak ngapa-apain... akhirnya siang-siang pergi ke mal sama sahabat... eh keterusan sampe malem, deh. Pulang-pulang suami udah diurusin ama pembantu. Gawat toh? So, my point is... jangan sampe kita menghabiskan waktu denga satu orang tertentu melebih waktu yang kita habiskan bersama suami. By the way, spend time ini juga gak berarti hanya face to face lho. Spend time "digitally" lewat chatting just with one specific person juga termasuk spending quality time that can also lead to emotional affairs!

  • Kalo kita udah masuk mulai main rahasia-rahasiaan ama suami, ini artinya lampu merah udah kudu kelap kelip nih.
Misalnya, dengan seizin suami kita pergi reunian SMA sendirian... Eh, waktu pulang hujan, gak ada taksi. Dianter pulang deh, sama mantan kita. Suami tanya, kita jujur, "Oh, dianter pulang sama si itu tuh". Dan suami nggak masalah dengan itu. OK, good. Tapi eits! Minggu depannya si itu tuh, telpon dan kita mulai SMS-an. Trus, suami tanya; dan bukannya bilang, "SMS-an sama si itu tuh", kita bilang, "Bukan siapa-siapa. Cuman teman lama". Yach bener sih teman lama, tapi kenapa gak sebut nama lagi?? Hayoo... kenapa rahasia-rahasiaan???

  • Jangan "berfantasi" tentang orang lain!!
Jangan ngeliat acara masak Farah Quinn, trus berpikir "Ah... seandainya istri aku pintar masak dan seksi kaya’ dia". Harusnya LAMPU MERAH udah langsung kelap kelip di kepala, nih!! Jangan ngeliat suami orang lain trus berpikir, "Seandainya suami aku menatap aku dengan tatapan seperti itu, seandainya suami aku lebih sering tell me that he loves me kaya’ suami si itu... seandainya... seandainya... seandainya...". Gawat nih. Kalo udah berandai-andai, itu artinya you are not satisfied with your spouse or your marriage anymore. Love tank is running on low! Uh oh! Itu artinya kita kudu bertobat, and spend time together lagi... get to know each other lagi. Remember again what you love about your spouse that you decided to marry him/her! =)

  • Jangan berduaan doank dengan lawan jenis (apalagi kalo udah married)!
Termasuk kalo berduaannya "cuman" di dunia maya. Banyak nih, cerita-cerita tentang para IRT yang suami sibuk kerja, istri pun sibuk sendiri di dunia maya "berduaan" dengan orang gak dikenal. "Lah kan gak apa-apa toh? Wong gak kenal... gak bakal pernah ketemu". Jangan salahhhh... Buanyak banget lho, cerita rumah tangga yang berantakan karena istri mencari "emotional closeness" dari orang lain. Jangan kasih celah bagi iblis untuk menghancurkan rumah tangga kita. If you think your husband is not fulfilling your emotional needs, tell him! =)

  • Nah... ini penting nih: kalo istri/suami is telling you that you are not fulfilling his emotional needs, jangan langsung defense mode on.
Misalnya si istri nanya, "Honey, koq kamu gak pernah bilang kamu cinta aku sih?". Jangan langsung galak-galak, "AISHH... aku bukan tipe kaya’ gitu lah… ngapain pake bilang ‘I love you’ segala. Yang penting kan, kamu dicukupi makannya, ada rumah untuk bernaung, dll. Jangan coba-coba ngubah aku dehhh... Aku bukan orang romantis kaya’ gitu. Dari dulu juga kamu kan udah tau". *duengggg* Aku dulu kayak gini nih waktu baru married. Kalo hubby bilang sesuatu tentang aku, aku langsung defense diri aku, "Aku kan bukan orang kayak gituuuu... Jangan coba-coba ngubah aku, deh!! Kalo loe betul-betul cinta aku, loe akan terima aku apa adanya". *huft huft* Itu tuh definisi cinta yang salah "menerima apa adanya". True love changes you to be someone better for God, for yourself, and for your spouse! =)

Alrighty... jadi panjang, nih. Kalo ada yang mo nambah silakannn =D Mari sama-sama keep the fire going in our marriages for the glory of God! =)