Thursday, January 4, 2018

Prepare my(our) perfect wedding



by Felisia Devi

Hampir setiap wanita suka dengan Wedding Day, punya mimpi sendiri tentang hari pernikahan mereka. Untuk pria gak tau deh pemikiran mereka suka juga dengan wedding day seperti kita, entah bagaimana pemikiran tentang wedding day. Gue pribadi (diluar standard / budaya yang memang menginginkan pernikahan) suka dengan wedding day, karena beberapa hal:

Pertama, karena wedding day biasa identik dengan warna putih, melambangkan suci, kudus, bersih.
Kedua, melambangkan kebahagiaan, sukacita. Belum pernah ketemu penganten yang cemberut selama hari pernikahannya. Gue aja selama beberapa kali jadi brides maid, bisa ngerasain kebahagiaan mereka.

Trus, setiap bride, biasanya WAH, lebih cantik dari hari-hari lainnya.

Pernikahan itu mengubah status dan kehidupan seseorang. 

Tentu kalian juga pasti punya mimpi sendiri dengan hari pernikahan kan? Gue sendiri gak pernah bosen deh liat foto-foto wedding day orang lain.

Tapi mungkin ada yang bertanya, “kapan gue married nya ya? pasangan aja belum ada” atau merasa pasangan yang sekarang gak meyakinkan untuk mengajak menikah atau dengan kata lain belum jelas hubungannya mau dibawa kemana.

Gue, termasuk pernah bertanya pertanyaan yang pertama. Tapi Tuhan kasih tau kebenaranNya yang membuat gue tenang, kalau gue juga pasti akan mengalami wedding day itu suatu hari. Karena setiap kita orang percaya (lahir baru) yang menjadi bagian tubuh Kristus, pada akhirnya pasti akan mengalami Wedding Day, malahan pernikahan yang paling WAH, megah, spektakuler sepanjang sejarah di jagad raya ini.

Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, 
Ia disebut Allah seluruh bumi.
(Yesaya 54:5)

Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.
(Hos 2-18)

Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
(Mat 9:15)

Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."
(Wahyu 19: 9)

Yaitu pernikahan kita (gereja-Nya) dengan Kristus. The groom is Christ and the bride is me (us) setiap kita orang percaya! 

Trus nih, tau donk gimana persiapan orang married, cuma untuk pesta sehari, suka duka nya kaya apa, rempong, pusingnya bisa setahuan lebih. Emang sih gue belum pernah mengurusi hari pernikahan gue sendiri, cuma gue yang udah pernah sedikit bantu udah ketepa serius dan rempongnya mereka, apalagi si bride-nya.Tapi pernah gak memikirkan atau menyiapkan diri untuk pernikahan kita nanti di akhir zaman? Gue sebut itu pernikahan sempurna (perfect wedding), karena groom-Nya Kristus (holy, pribadi paling perfect) dan kita mempelaiNya juga akan disempurnakan serupa dengan Kristus.

Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. 
(Fil 3:20-21)


Apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk perfect wedding ini , untuk 'layak' jadi mempelai-Nya?

Ingat cerita perumpamaan 5 gadis bodoh dan 5 gadis bijaksana dalam menantikan datangnya Mempelai ? Kita yang mana kira2, penuh persiapan atau cuek2 aja karena berpikir gak tau Tuhan dateng kapan palingan masih lama, nikmati hidup aja.

Kristus itu pribadi yang sempurna dan untuk menjadi mempelai / pasangan-Nya, logikanya harus berstandar tinggi juga. Masa kita hidup di dunia adalah kesempatan masa untuk mempersiapkan diri kita menjadi mempelai Kristus. Inget ya your Groom is Christ, perfect, holy. Jadi kalian tau harus bagaimana untuk memang cocok menjadi bride-Nya.

Gue pribadi belajar untuk tidak berpikir 'pendek' hanya sebatas menikah di bumi. Tapi berpikir jauh , beda dari orang dunia yang tidak tau kebenaran yang hanya sampe pada pernikahan dunia. Penantian gue bukan sekedar menunggu pangeran berkuda putih yang melamar gue memboyong dan hapily ever after (dongeng abis, hahah), tapi penantian gue adalah Kristus, mengarahkan pikiran pada hal yang lebih jauh dimana Kristus ada. 

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 
(Kol 3:1-2)

My Groom is the perfect groom, always watches over me, protects me, leads me, cares for me, mengasihi gue, keeps contact with me and does the best for me. Dan jika gue menikah nanti dengan seorang pria di dunia ini, pria itu harus mempunyai perefleksi my perfect groom (mencerminkan karakter kristus). And my Perfect Groom said: "Yes, he is the one. Your partner, who will help you prepare for our perfect wedding. He is one of the men with my reflection, karena dia mau belajar menjadi serupa dengan Ku"

No comments:

Post a Comment

Share Your Thoughts! ^^