Monday, October 6, 2014

Melakukan kebenaran

by Felisia Devi

Banyak dari kita tentu mengetahui bahwa, menjadi seorang Kristen bukan sekedar ke gereja setiap minggu dan terlibat pelayanan. Tapi tentang meneladani hidup Yesus, dengan mempraktekkan kebenaran firman Tuhan dalam hidup kita sehari-hari. Dan dalam kenyataannya melakukan hal ini memang bukan perkara yang mudah, saya pribadi juga salah satu orang yang tidak selalu berhasil mempraktekkan setiap kebenaran yang saya ketahui, karena bertentangan dengan kehendak daging saya.
Banyak tanggapan yang sering terdengar juga dari mereka-mereka yang sulit melakukan kebenaran bahwa, ‘lebih baik tidak tau daripada tau tapi tidak bisa dilakukan.’
 Juga timbul pertanyaan ‘kenapa kita harus susah-susah melakukan kebenaran ini hingga menyiksa diri
Atau bisa juga karena malu, karena tidak banyak yang melakukan hal ini dengan serius dan banyak orang mengaanggap kita aneh, ngawang karena bela-belain melakukan hal ini.
Melakukan kebenaran itu sangat penuh perjuangan, tapi bukan sesuatu hal yang mustahil untuk dilakukan.

Melakukan kebenaran dimulai karena kita mengetahui suatu kebenaran untuk dilakukan. Tapi sayangnya ada yang merasa bahwa kebenaran yang kita ketahui seperti menjadi sebuah beban. Saya sendiri pernah merasakannya, tapi disinilah pengujian tentang hidup menjadi Kristen atau hanya memeluk agama Kristen. Tapi saya coba belajar mencari tahu apa alasan kebenaran itu memang harus melakukannya. Dan saya coba membagikan dari apa yang saya dapatkan.
Kenapa kita harus melakukan?

Mat 7:21   
"Tidak semua orang yang memanggil Aku, 'Tuhan, Tuhan,' akan menjadi anggota umat Allah, tetapi hanya orang-orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. (BIS)


Yang pasti alasan utama karena itu yang Tuhan mau, kita bukan sekedar mengetahui banyak hal tentang kebenaran, tapi tidak melakukan apa-apa seperti orang Farisi dan ahli Taurat yang dikecam oleh Yesus.
Kadar pengertian kebenaran setiap orang mungkin berbeda-beda, tergantung iman orang tersebut. Tapi... sadarkah kita bahwa setiap kebenaran yang kita ketahui itu sesuai kasih karunia yang Tuhan kasih? He is God yang mengetahui segala sesuatu dan pasti benar akan apa yang dilakukan, termasuk Dia tidak akan memberikan suatu yang berharga (kebenaran) kepada orang yang Tuhan tau dia tidak bisa menjaga (melakukan)  atau akan menyia-nyiakannya. Nah, kalau Tuhan ijinkan kita mengerti suatu pengertian tentang kebenaran, berarti karena Dia tau kita bisa melakukannya. Bukankah itu ,sebuah anugrah luar biasa yang sayang untuk disia-siakan? ;p  Jadi kita mengetahui suatu kebenaran, lakukan dengan sukacita karena ada kasih karunia yang menyertai.

Melakukan kebenaran itu bagian dari proses mengerjakan keselamatan.

Setelah manusia jatuh dalam dosa, ‘sistem’ manusia sudah tidak seperti yang sudah Tuhan ciptakan pada awalnya dan makin kesini erornya makin menjadi-jadi. Dari yang enak-enak tinggal di Eden, eh harus susah payah. Tapi Tuhan tidak tinggal diam, Tuhan memberikan kita keselamatan supaya kita bisa kembali kepada rancangan semula, yaitu semakin serupa dengan Kristus. Dan Firman Tuhan adalah seperti cermin kebenaran rohani buat roh kita, apakah roh kita sudah dengan kehendak Allah ini.  Sama seperti kita memandang pada cermin untuk melihat fisik kita, demikan juga kita memandang pada firman Tuhan untuk melihat diri rohani kita. 1    Dalam merenungkan firman, Firman Tuhan akan menyelediki jika ada yang tidak sesuai dengan kehendak Allah dan mengingatkan tentang kebenaran yang harus dilakukan.
Yakobus 1 : 22 – 24
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
Tuhan kasih firmanNya juga untuk menjadi panduan utama tentang standar kita yang sebenarnya sesuai ciptaanNya awal (serupa dan segambar dengan diriNya). Tapi bukan sekedar untuk dibaca, tapi dilakukan untuk membetulkan something wrong in us. Jadi melakukan kebenaran itu ujungnya untuk kebaikan diri kita.

Yakobus 1:25   
Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.


Mat 7:24-26 
"Nah, orang yang mendengar perkataan-Ku ini, dan menurutinya, sama seperti orang bijak yang membangun rumahnya di atas batu.  Pada waktu hujan turun, dan air banjir datang serta angin kencang memukul rumah itu, rumah itu tidak roboh sebab telah dibangun di atas batu.  Dan orang yang mendengar perkataan-Ku ini, tetapi tidak menurutinya, ia sama seperti orang bodoh yang membangun rumahnya di atas pasir.

Lagipula, tugas kita sebagai murid Kristus adalah memberitakan injil keselamatan yang memerdekakan lewat Yesus Kristus. Tapi bagaimana tindakan ini bisa berpengaruh terhadap sekitar, sedangkan kita sendiri tidak melakukan? Kita ‘mengajari’ orang lain tentang firman Allah yang hidup, sedangkan kita sendiri tidak membuktikkan bahwa firman itu hidup dalam diri kita. Lakukan kebenaran itu, untuk membuat kita semakin ‘menyatu’ dengan firmanNya (Tuhan).

Apa yang bisa kita lakukan?


Melakukan kebenaran itu, berarti kita gak cuma status aja sebagai orang Kristen atau gak cuma omdo (omong doank) bahwa kita menagasihi Tuhan.  Dampak dari hubungan kita dan Tuhan, pasti akan terasa disekitar kita. Sama seperti orang yang lagi mengalami jatuh cinta saja bisa terlihat dari aura wajahnya dan biasa akan bisa melakukan apa saja untuk kekasihnya. Seperti itu juga jika kita mengalami hubungan yang intim dengan Tuhan, merespon akan kasihnya, pasti kita akan bisa melakukan apa saja yang Kekasih kita mau-i.

Salah satunya lewat melayani, tapi jangan memandang pelayanan itu hanya sebatas di lingkungan atau yang berhubungan dengan gereja.  Selama kita sadar ada Tuhan dan bertindah sesuai pimpinanNya, selama kita berhubungan dengan orang lain, terutama yang belum percaya, disitulah kita melakukan pelayanan untuk Tuhan. Karena ada orang yang akibat mengkotak-kotakkan hal ini, dia bisa bertindak berbeda-beda tergantung situasi, kondisi atau pribadi yang berhadapan dengannya. Contoh : Bisa all out dalam pelayanan karena berpikir ini buat Tuhan, tapi dalam studi atau pekerjaan di kantor gak all out. Atau melayani di rumah , tidak serajin pelayanan di gereja.  Karena seakan-akan bukan melakukan untuk Tuhan dan tidak ada hubungan dengan jiwa-jiwa atau hamba Tuhan yang melihat. Padahal teman, dosen, guru , bos , dan orang lain yang kita temui setiap hari adalah jiwa-jiwa. Gaya hidup di gereja dan diluar gereja juga berbeda, di gereja atau dengan orang gereja bisa menjaga perkataan dan tingkah laku, tapi diluar gereja beda  .

Tuhan bilang kita adalah garam dan terang dunia, bukan garam dan terang di gereja atau di surga. Jadi memang kita harusnya bisa menjaga dan melakukan kebenaran dimanapun kita berada, menjadi pribadi yang sama dimanapun dan terhadap siapapun. Tuhan melihat apa yang kita lakukan, sekalipun kita ga sadar ada Tuhan melihat. Jadi dimanapun atau apapun yang kita lakukan,  lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Dan biarlah segala yang kita lakukan itu untuk memuliakan nama Tuhan.
1  Wommack, Andrew. 2009. Mengekang Emosi Anda. Light Publshing. 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tentang penulis









Felisia Devi 

A woman who lives in His grace. Likes simple things, travel, adventure, and nature. Loves reading and writing.  




No comments:

Post a Comment

Share Your Thoughts! ^^