Wednesday, October 1, 2014

I am still single (Part 2)

by Marcella Flaorenzia


Before you start reading this post, you better read the part 1 first.. click here


Yup.. post itu aku tulis waktu aku masih berstatus "single" alias "jomblo", hehe.. But ternyata sekarang, setelah aku udah in a relationship and punya pasangan, bukan berarti perjuangan singleness aku udah berakhir.. Justru sebaliknya, I'm going into the next level!

Aku pertama kali ngerti kebenaran tentang singleness, kalo gak salah waktu denger khotbah Ps. Jeffrey Rachmat yang judulnya "Single Forever" (ada yang udah pernah denger?) yaitu tentang arti "single" yang sesungguhnya. Single itu bukan bicara tentang status, tapi lebih ke pribadi kita yang penuh and utuh (whole), gak kekurangan sesuatu apapun juga. Ada pasangan or gak ada pasangan, menikah or belom menikah, kita harus tetep bisa jadi pribadi yang single.. because we have God who makes us whole!



Waktu masih jomblo, kita bisa menjadi pribadi yang utuh dengan build an intimate relationship with God, gak worry soal pasangan hidup.. alone, but not feel lonely.. and learn to trust God's promise.. But waktu kita udah masuk in a relationship, and udah ketemu sama pasangan yang dari Tuhan, tantangannya beda lagi, hehe.. Bahkan kadang lebih susah untuk bisa keep being "single" ketika kita udah punya pasangan :p

Perhatiin ya para ladies yang lagi in a relationship.. Kita bisa dibilang udah gak "single" (utuh) lagi waktu kita udah mulai put our spouse as the 1st priority, more than God.. waktu kita udah mulai love him more than we love God.. we depend on him more than we depend on God.. and even we want him to be like God! Wow.. gak heran banyak wanita yang waktu masih jomblo, luar biasa berapi-api buat Tuhan, all out and bener-bener give her best buat Tuhan.. but pas udah dapet pasangan, pelan-pelan mulai mundur.. jadi males saat teduh, mulai kompromi sana-sini, jadi jauh sama semua orang and udah gak peduli lagi sama hal apapun juga selain si doi!


Aku udah jadian sama DM hampir 10 bulan.. and I learn to keep checking my heart, hehe.. Aku gak mau kehadiran DM malah bikin aku jadi jauh sama Tuhan, but justru sebaliknya.. I wanna be more excited about God dengan kehadiran dia :) Aku belajar untuk tetep put God as my first priority and love Him more than I love DM.. Yes, he is a precious gift from God.. but I need to adore the Giver even more!

Mungkin ada saatnya kita gagal and mulai kelewat batas (apalagi kita sebagai ceweq, hehe..) Kita mulai nuntut supaya cowoq kita bisa begini, bisa begitu, bisa jadi sesuai seperti apa yang kita mau and kita harapin.. and pas hal itu gak terjadi, kita mulai kecewa dsb. Hayo, siapa yang pernah ngalamin? *aku angkat tangan juga!* huehehe.. But bersyukur, aku punya Tuhan yang selalu tegor and ingetin aku.. He always reminds me: "Hayo inget, DM itu bukan Tuhan.." and memang bener, sampe kapan pun, gak akan pernah ada seorang manusia pun yang bisa makes us whole.. cuma Tuhan.. Yes, cuma Tuhan.. karena gak ada pasangan yang sempurna, and gak bakal ada manusia yang bisa 24 jam bareng kita terus sampe kita mati, hehe..

There is a longing in every heart that only Jesus can satisfy. - ODB

And Tuhan juga pernah tegor aku lewat ayat ini:

(5) Beginilah firman TUHAN: Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

(7) Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!

- Yeremia 17:5-8

Aku juga bersyukur God kasih aku kesempatan untuk jalanin LDR. Jadi bener-bener belajar how to keep being "single" while you are in a relationship, haha.. Kalo ada apa-apa jadi larinya ke Tuhan, bukan ke DM :p Perasaan kangen sih pasti ada and it's normal (kalo gak ada malah bahaya and patut dipertanyakan, wkwkwk..) but I hope you can understand what I mean.. Don't try to make your spouse as God to fulfill your loneliness and emptiness in your heart.. It won't work at all.. Trust me :) But let God, the True Lover of your soul, yang mengisi hati kita sepenuhnya..

So, let me close with this: mau ada pasangan or gak ada pasangan, mau menikah or belom menikah.. I am still SINGLE, and I will keep being SINGLE! :D




--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tentang penulis 


Marcella Flaorenzia

Lahir di Jakarta pada tanggal 9 Maret 1986 dan lahir baru di usia 12 tahun. Telah menyelesaikan pendidikan S1 (SarjanaTheologi) pada tahun 2007 dan saat ini ia melayani sebagai seorang Youth Pastor di gereja JKI Galilea, Jakarta serta membuka sebuah tempat bimbingan belajar anak yang diberi nama “Little Candles”. Ia juga penulis bukuR4J (Radical For Jesus), The Matter of Heart dan S.H.E (Single, Happy, Excellent).” 

No comments:

Post a Comment

Share Your Thoughts! ^^