Friday, July 31, 2015

Pinkyberry Juice

by Fransisca Kurniawan

Tahukah kamu?
Selain antioksidan, strawberry juga mengandung vitamin C yang tak kalah dengan jeruk, serta mengandung asam folat, serat, potassium dan asam ellagic. Delapan buah strawberry sehari mampu memenuhi kebutuhan serat harian plus vitamin C yang dibutuhkan orang dewasa tiap hari. Selain itu, buah strawberry mampu menghaluskan dan mengencangkan kulit, mencegah proses penuaan akibat
radikal bebas serta memperlambat aktivasi sel kanker.

Yoghurt mempunyai kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan susu karena sudah melalui proses fermentasi. Setiap 100 g yoghurt mengandung 52 kkal, protein 3,3 g, lemak 2,5 g, karbohidrat 4,0 g, kalsium 120 mg, fosfor 90 mg, zat besi 0,1 mg, retinol 22 mcg, dan thiamine 0,04 mg. Manfaat yoghurt adalah menyehatkan pencernaan, antibiotik, menurunkan kolesterol, mencegah osteoporosis, nutrisi untuk diet, bahkan dapat digunakan sebagai masker.

Buah naga mengandung vitamin C, serat, kalsium, zat besi dan fosforus yang berkhasiat untuk menurunkan kadar kolesterol, penyeimbang gula darah, mencegah kanker usus, menguatkan fungsi ginjal dan tulang, meningkatkan daya kerja otak dan membantu kesehatan penglihatan.

Bahan:
15 buah strawberry segar ukuran sedang, buang daunnya, cuci
2 cup yoghurt strawberry ukuran 80 ml
½ buah naga merah, cuci, kupas dan potong-potong
1 sendok makan air jeruk lemon
Air dan es batu secukupnya

Cara membuat:
Campur semua bahan dan masukkan ke dalam blender. Haluskan. Sajikan dalam keadaan dingin agar lebih nikmat.



Tips:
Jika dirasa terlalu asam, boleh ditambahkan gula pasir atau susu kental manis sesuai selera. Jika ingin mendapatkan juice yang kental, takaran air harus lebih sedikit daripada es batu.


Wednesday, July 29, 2015

Let's Talk about... SEX!

by Marcella Flaorenzia


Yes... why not?!

Sex adalah salah satu topik paling penting yang harus kita bahas, khususnya di kalangan anak-anak muda. Banyak gereja yang "takut" mengangkat topik ini, karena kesannya mungkin tabu and sebaiknya jangan dibahas di dalam gereja. But bersyukur akhir-akhir ini banyak gereja yang mulai terbuka, dan banyak juga penulis-penulis Kristen yang mulai membahas tentang sex di dalam artikel-artikel mereka.

Generasi kita dan generasi di bawah kita, mereka perlu tau kebenaran tentang sex. Jangan biarkan mereka "tertipu" dengan semua film yang mereka tonton, buku yang mereka baca, or pergaulan and budaya yang mengajarkan tentang sex before marriage. They need to know about the TRUTH!

Jujur, I feel really really sad melihat kondisi generasi kita saat ini. Pasangan muda yang berpacaran, gampang sekali tergoda dan jatuh dalam hubungan sex sebelum menikah. Sebaliknya, pasangan yang sudah menikah, mereka malah kehilangan gairah untuk berhubungan sex dan mereka gak bisa menikmati keindahan sex yang Tuhan berikan.

SEX is a gift from God that you can open on your wedding day!

Not on the day before!


Sebagai wanita yang sudah menikah, I can say that sex is really really a beautiful gift from God :) That's because we open it on our wedding day, as our wedding present.. and we really enjoy it until now.. Bayangin kalau kita udah buka duluan "hadiah" ini sebelum kita menikah, it won't be precious and special anymore..

1Corinthians 7:14 says.. "The wife's body does not belong to her alone but also to her husband." Di ayat ini dibilang the WIFE (wanita yang sudah menikah) dan bukan wanita single. So selama kita masih single, kita masih punya hak atas tubuh kita dan gak ada satu orang pun yang berhak untuk merebut kekudusan tubuh kita.

Sewaktu aku masih single, I had a commitment (selain untuk pacaran satu kali seumur hidup) aku cuma mau menikahi pria yang bisa menjaga kekudusan dan menghargai komitmen aku dengan Tuhan. Pria yang juga punya standard kekudusan hidup yang sama. And thank God I've found that man, hehe.. Bahkan standard kekudusan kita bisa dibilang bener-bener tinggi :p

By the grace of God, kita berhasil jalanin hands-off relationship, no physical touch and berhasil untuk wujudin "my first kiss is my wedding kiss" juga di depan altar.. It's sooo beautiful!!! Gak bisa diungkapin pake kata-kata, hehe.. Aku masih inget after the wedding, si DM langsung peluk and rangkul aku terus, hihi.. And pas lagi foto post-wedding, dia juga langsung kiss aku terus, wkwkwk.. I can see how proud and how happy he is :) Pas di akhir acara wedding, aku juga sempet said thank you to him (in front of public) karena dia udah bener-bener menjaga kekudusan aku selama masa pacaran, karena dia udah berusaha untuk bener-bener gak menyentuh aku sama sekali, haha.. and I really appreciate it :)


So buat para single ladies, inget bahwa tubuhmu itu adalah Bait Allah.. it belongs to God and to your husband (later!) Don't open it until your wedding day.. jangan pernah turunin standard.. and you'll see how beautiful it is.. :)

Buat yang udah menikah, buat para istri.. remember that your body is no longer yours, but it belongs to your husband. Build intimacy in your marriage life (including sex). Serve your husband with all your heart and enjoy your intimacy with him.. Buat yang udah lama gak pernah physical touch, ayo mulai dibangun lagi.. Hug, kiss and cuddle your husband again.. :)

"It is our prayer that you and your spouse would see sex as a gift from God. A gift to be stewarded. A gift to be guarded. A gift to be enjoyed. And a gift to be shared together for God's glory and your good."


- Mark Driscoll

Monday, July 27, 2015

Indah Pada Waktunya

by Felisia Devi

Belum lama ini, handphone (HP) gue rusak karena kerendem air di tas, karena ada botol minum air yang ternyata tumpah di dalam tas. Ini memang bukan pertama kali-nya HP gue kerendem air dengan cara begini. Tapi berasanya, kali ini lebih parah, karena gue baru sadar hp gue kena air setelah berjam-jam. Klo yang pertama ga sampe sejam sadar klo HP gue kerendem air dan HP gue berhasil diselamatkan dengan cara direndem beras beberapa hari. Jadi, gue berharap dengan cara yang sama untuk menyelamatkan hp gue kali ini. Dengan semangat 45 dan penuh harapan gue rendem beras supaya HP gue bisa diselamatkan! hahaha

Gue panas dingin menantikan kepastian HP gue bakal bisa diselamatkan pa ga.. Apalagi sebelum2ny banyak denger temen2 gue yang mengalami hal sama, dan berakhir di service center dengan harga servis yang fantastis, udah kaya beli HP baru.. Gue bener2 jadi galau mikirin tuh HP, berhasil gak ya kali ini? sayang bgt duit klo kudu service or beli HP lagi apalagi ditengah2 lagi butuh modal kawin,wkwkwkwk.. Klo sampe harus beli HP, Mau beli HP yang kaya gimana ya... berandai-andai, gue akan bakal lebih sayang sama tuh HP klo beneran selamat.. lebai ya, tapi itulah kenyataan yang gue alami...hahah

Akhirnya karena kegalau-an ini, baru sektr 26jam direndem beras gue coba nyalain & nyalaa!!!!
Horeeee gue seneng banget!!! Ahh, aman gue gak perlu ngeluarin duit, yeah!! I love you my HP !!!hahah

Tapi kesenangan gue ternyata cuma sesaat, tiba2 layarnya ndut2an dan semakin redup dup dan layarnya hitam!
DUhhhh...Langsung panik, aduhh duhhhhhh duh duh kenapa nih & mati... YAhhhhhh, pupus sudah...
Tapi gue coba masukin beras lagi dengan berharap, tapi tetep gak berhasil & gue harus menyerah pada service center.

Ini gue bukan sekedar lagi cerita dramatsi kehilangan HP atau lagi mau kasih tips pertolongan atau solusi HP kerendem air ya ...hehehe.. Bukan..Gue mau bagiin pembelajaran dan pengertian yang menarik pas gue renungin hal ini.

Gue belajar mengenali KEKHAWATIRAN & KETIDAK SABARAN yang ada dalam diri gue. Dan tiba-tiba gue jadi ke inget ttg pelajaran indah pada waktunya.(Pengk 3:11)

  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Dulu gue sempet mikir, waktu-NYA ini waktu nya siapa ya? Waktu Tuhan or waktu apa, karena -nya- kecil. Apa yang nulis alkitab terjemahannya salah. Tapi ternyata memang bener -nya- kecil, karena berhubungan dengan waktu hal yang bersangkutan.


Indah pada waktunya, berarti ada waktu tertentu bakal 'indah' sesuai waktu nya. Seperti HP gue mestinya bakal 'indah' (bener) untuk cara itu berhasil misal 2-3 hari setelah direndem beras, tapi baru 1 hari gue dah nyalain, itu gak indah pada waktunya, makanya jadi konslet dan rusak HP gue.

'Indah pada waktunya' berarti diperlukan 'menunggu' untuk tidak melakukan apa2  atau tidak melakukan apa yang memang tidak boleh dilakukan.

Waktunya fokus sekolah, malah sibuk pacaran.
Waktunya belajar, malah maen.
Waktunya kuliah, malah madol.
Waktunya kerja, malah males-malesan.
Waktunya mengenali karakter satu sama lain, tapi sudah masuk ke hub lebih dalam.
Ini ketidak kudusan membangun hubungan yang banyak dilakukan anak muda zaman skrg. Hubungan sex dan satu paket lain nya yang menjurus kesana, harus hanya boleh dilakukan suami istri, tapi zaman skrg gak harus suami istri juga bisa melakukan.

Segala sesuatu ada waktunya! Karena itu kita perlu mengetahui dan menunggu. Dan bukan 'tanpa alasan' kita perlu menunggu. Karena kita sedang menantikan apa yang terbaik & indah pada waktunya.

Jadi, maksud dan arti "indah pada waktunya" :
Klo dilakukan/terjadi bukan pada waktunya, gak terjadi seindah yang semestinya. Jadi bukan yang penting terjadi, tapi kita harus mengerti apakah ini waktunya? Apakah ini waktu yang tepat untuk melakukan ini? Apakah ini waktu yang sesuai rencana Tuhan membuat indah?

Tuhan sudah merancangkan segala sesuatu teratur, bagian kita untuk mengetahui dan SABAR menunggu. Tidak mengambil inisiatif sendiri, apalagi tau klo memang seharusnya belum waktunya.

Jika kita melakukan yang belum waktunya di lakukan, berarti kita 'mencuri waktu'. Mengambil dan merasakan sebelum waktu yang Tuhan tetapkan. Tau sendiri mencuri ini ajaran siapa? (Yoh 10:10)

Ibaratnya, kita makan masakan yang belum mateng. Bisa aja sih dimakan, tapi rasanya apa enak?
Yang penting bukan bisa dimakan, tapi memakannya jika makanan itu sudah layak dimakan untuk kebaikan tubuh & kondisi kita juga butuh makan itu.

Ibarat makan buah yang belum mateng. Bisa sih bisa dimakan, tapi apakah pas makan itu rasanya 'enak', 'ok', 'manis', 'pas'?
Lebih pas klo memang sudah waktunya mateng kan. Ini yang namanya indah pada waktunya. Indah ketika memang sudah waktunya perlu dilakukan.

Belum waktunya bangun hub, tapi pacaran akhirnya sakit hati.
Waktunya diam, tapi malah bicara yang ada konflik.
Belum waktunya lahir, 'pre matur'
Klo hub pria & wanita sudah asal maen ke fisik, ibaratnya penyatuan secara roh&jiwa belum ok, tapi udah maen ke tubuh. Jadi gak heran pada gak merasakan indah-nya sebagaimana mestinya, karena mereka melakukan bukan pada 'waktu-nya'

Buat para single, jangan kebanyakan galau, khawatir atau meratapi status single mu. Tapi pakailah masa single mu sebaik2ny utk memuliakan Tuhan dan sepuas2nya bersama Tuhan. Jangan karena kegalauan mu, terlalu khawatir kamu jadi mengambil keputusan yg bertentangan dgn kebenaran, misal : pacaran tidak seiman.
Ingat, Tuhan merancangkan segala sesuatu indah pada waktunya, just trust HIM!

Buat kalian yang sedang membangun hubungan, jagalah kekudusan dgn tidak melakukan yang seharusnya tidak dilakukan, untuk kamu dapat menikmati keindahan setiap 'fase'.. yang semuanya untuk kemuliaan namaNya... dan kamu dapat menikmati menikmati buah dari ketaatan mu.

Yuk biar kita terus belajar semakin menjadi pribadi yang punya hub sama Tuhan dan firmanNya, supaya kita mendapatkan pemahaman, pengertian tentang kapan waktu2 yang terbaik untuk melakukan segala sesuatu.

Jadilah orang yang sabar 'menunggu', taat, menantikan, berharap dan percaya pada Allah yang telah merancangkan segala sesuatu dengan baik dan tepat.

Thursday, July 23, 2015

Bahaya Pernikahan

by Alphaomega Pulcherima Rambang

Pernikahan benar-benar mengerikan,fiuh.Semua kebusukanku keluar,dan aku sungguh menyadarinya.Dengan seseorang yang hidup bersamaku,mau gak mau aku menjadi diriku sendiri.Tidak ada ruang untuk kepura-puraan,gak pakai jaim,gak sempat mikir sebelum berkata-kata,inilah diriku apa adanya...Sad but true,tapi beberapa bulan bersama abangku,aku makin menyadari betapa parahnya kekeraskepalaanku,kemalasanku,atau mulutku yang ternyata masih susah dikendalikan.Haissss....

Abangku gak pernah mengatakannya sih,tapi aku sempat bertanya-tanya dalam hati,abangku menyesal gak sih menikah denganku,huhuhuhu...*sedih*.Secara,bidadari (oke,abaikan saja ini :p) yang berjanji bersamanya di hadapan Tuhan pada saat pemberkatan nikah berubah menjadi monster pemberontak yang malas bin berlidah pedas.Hiks.Pernikahan mengubahku.Oke,kurang tepat.Pernikahan mengeluarkan sisi terburukku dengan jelas.Tanpa sungkan-sungkan terkadang aku menentang abangku,aku menunda-nunda melakukan sesuatu dan aku berkomentar dengan sadis saat berbeda pendapat dengannya.Tuhan tahu betapa aku berjuang untuk mengubah kelakuaanku,dan aku masih sering gagal.

Dah sadar kalau salah?Minta maaf dong Meg?
Yup,aku dah minta maaf.Dan abangku berulang kali bermurah hati memberikan maafnya.Tapi tetap aja aku berasa gagal menjadi istri yang baik baginya.Boro-boro menjadi istri yang berkenan di hadapan Tuhan,menyenangkan abangku pun aku sering gagal.

Baru-baru ini pun aku mencari alasan untuk tidak mendengarkan perkataannya,aku berusaha membenarkan diriku,untuk menutupi kemalasanku.Apakah abangku memarahiku?Tidak.
Tapi dengan jujur dia menegur kalau alasanku sebenarnya untuk menutupi kemalasanku,aku tertampar.Kemudian abangku tidak pernah berdebat masalah kemalasanku,yang dilakukannya kemudian 'menamparku' lebih keras,dia memberikan contoh melalui perbuatannya,bukan dengam kata-kata.Huhuhuhu,gimana aku gak menyesal.Tobat Meg...Tobat...Aku berusaha berubah.Susah sekali menjadi istri yang rajin.Jadi pengen melambaikan tangan kamera,apalagi kalau membandingkan diri dengan istri yang cakap di Amsal 31,aku juaaaauuuuhhhhhh...banget #sigh.
Lucunya,saat aku bertanya,setelah menikah,apa keburukanku yang nyata benar daripada sebelum menikah.Jawaban abangku adalah...
JRENG...JRENG...
Keras kepalaku makin parah katanya.Aku tidak mau kalah darinya.

WHATTT???
Dia gak komplain tentang kemalasanku,atau mulutku yang kadang pedes (habis dicabein),ternyata eh ternyata kesulitanku menundukkan diri padanya yang jadi perhatiannya.

Mudah untuk menuliskan tentang submit dan obey.Bahkan,saat aku merasa sudah tunduk pun ternyata aku masih keras kepala.Jika di masa pra nikah aku menyadari kekeraskepalaanku dan berjuang untuk tunduk,menikah tidak secara otomatis membuat penundukan diri menjadi lebih mudah.Aku masih perlu berlatih.Tahu kebenaran dan melakukan kebenaran adalah 2 hal yang sangat berbeda.

Benarlah yang dituliskan Gary Thomas dalam bukunya Sacred Marriage:
Karena ada begitu banyak kejahatan di dalam diri kita-bukan hanya nafsu,tetapi juga keegoisan,amarah,hasrat untuk mengontrol orang lain,dan bahkan kebencian-kita harus masuk dalam hubungan yang intim dengan seseorang,sebagaimana yang ada dalam pernikahan.Melaluinya,berbagai sikap dan perilaku jahat kita akan disingkapkan,sehingga kita bisa melihat dengan jelas dan membereskan masalah-masalah dalam diri kita itu.

Aku mengalaminya,masalah penundukan rupanya masih menjadi pergumulan bagiku.Semakin jelas.Apakah aku akan memenangkan pergumulan ini?I hope so.Betapa aku membutuhkan Tuhan mengubahku dalam sekejap sehingga aku gak perlu menyakiti abangku dengan menentangnya.Tapi sayangnya (atau syukurlah?;)),aku harus berproses. Belajar dan berlatih dalam setiap kesempatan yang diberikan Tuhan dalam pernikahanku untuk mengubahku.


Pernikahan sangat berbahaya.Pernikahan dapat mengubah kita menjadi lebih buruk.Atau lebih baik.Yang mana pilihanmu?

Monday, July 20, 2015

Aku pingin jadi Graphic Designer, tapi..... - Part 1

by Febe Soehardjo

Aku paling picky soal nyari kerjaan. Why? Karena tadi'nya aku ga mau involved sama non-believer. Duilehh sombong aje neh ya diriku! hahaha.. Ajaib'nya, aku ga nyadar loh, sampe Tuhan tegur -_- Emang bener perkataan firman yang dibilang balok di mata sendiri ga keliatan, tapi selumbar di mata oranng laen kita jelas buanget liatnya.. wkwkwkwk..

Oh well.. Tadi'nya aku berprinsip kalo aku ga mau ngerjain hal2 yang bertentangan dengan firman Tuhan. Misalnya, kerja di company yang jual majalah remaja.. majalah yang aku maksud di sini tuh majalah2 remaja yang ngebahas soal trend jaman sekarang, dll. Bukan karena aku anti ato benci design majalah (you know I love designing majalah Pearl! hehehe), tapi itu karena majalah2 itu hanya bertujuan untuk keuntungan pribadi dari company majalah itu sendiri. You know lah.. majalah remaja begitu, isi'nya selalu tentang baju yang trend sekarang, gimana buat cowok ato cewek nempel sama kalian, dll. Ga penting lah pokok'nya. Yang penting, audience suka beritanya, dan banyak profit masuk ke company. Dan yang terlebih.. majalah2 itu juga menampilkan model2 yang ga exist! Why? Karena model2 itu kebanyakan hasil Photoshop. 

Ironis'nya, banyak cewek2 ato cowok2 remaja yang jatuh di situ. Mereka pingin jadi selangsing/secakep/sekeren model2 itu, padahal itu juga bukan asli orang'nya aka hasil edit-an. Long short story, aku ga mau kerja as a photo editor/retouching di company majalah, apparel, dll. Belom lagi kalo pas Halloween season, haduhh.. pasti Graphic Designer'nya yang kudu bikin iklan buat product2nya. Ga mau bangettt pokoknya! Intinya aku ga mau involved di something yang Tuhan ga berkenan. Ujung2nya, aku ga apply kerjaan apa2 karena alesan2 diatas.. aku lebih memilih freelance yang (menurut aku) bisa bebas milih kerjaan yang aku mau.

Waktu aku sharing ke temen aku yang udah pengalaman di dunia Graphic Design, dia cuma ketawa dan bilang "mana mungkin Feb? Kamu salah jurusan. Kalo kamu pilih jurusan Graphic Design, berarti kamu udah tau konsekuensi kamu. Kerjaan Graphic Designer, ga lepas dari iklan.. meskipun iklan jaman sekarang isi'nya aneh2, ya kamu jangan ikut2an. Kamu kudu kuat pegang Christian value kamu. Kerja ya kerja aja, don't take it personally." Dalam hati, aku mikir sih make sense yang diomong temen aku itu. Tapi setelah aku inget2 lagi, bukan aku yang pilih jurusan, but Him. 


Aku pernah sekali mau "lari" dari jurusan ini karena ngerasa bukan my place.. tapi selalu batal.. wkwkwkwk.. Saat itu aku cuman doa aja biar Tuhan yang pilihin aku kerjaan karena emang jurusan ini pun Tuhan yang kasi. I believe that He will make a miracle. Nothing is impossible for Him kan? hehehe..

Tapiiiiii.. saat aku doa soal kerjaan, jawaban yang aku dapet malah teguran. huehehehe.. Tuhan ingetin aku supaya aku jangan sombong dengan cara membatasi kerja Tuhan. Kalo emang aku percaya Tuhan itu mau pake aku, kenapa aku membatasi Tuhan? Itu kan sama aja kayak aku minta diutus Tuhan untuk pelayanan, tapi aku milih tempat/bidang pelayanan/orang2 yang dilayani. Huffttt.. 


Setelah dapet teguran itu, aku ga lagi minta dengan kriteria tertentu. Aku doa minta yang terbaik aja.. kalo Tuhan kasi aku bekerja di suatu company, pasti ada alesannya.. pasti ada visiNya.. ga mungkin cuma asal aja kan.. hehehe.. Jadi akhirnya aku pasrah total. Terserah Tuhan maunya gimana.. kalopun aku harus kerja di tempat yang tadinya aku hindarin, aku mau terima.. karena aku percaya, Tuhan juga pasti kasi kemampuan. Bukan kompromi, tapi aku cuma mau yang Tuhan mau. Kalo emang aku ini lilin, ya berarti aku harus bersedia dibakar to be the one He wants me to be.

Tapi emang ketaatan itu ga  mudah. Perlu diasah dari waktu ke waktu, kalo engga.. tumpul dah. Oh no! >_<  Dan saat kita taat, mujizat pasti terjadi.. kita pasti melihat kedahsyatan Tuhan kita :)



However, as it is written: 
"What no eye has seen, what no ear has heard, and what no human mind has conceived" the things God has prepared for those who love Him
- 1 Corinthians 2:9 

To be continued... here


Friday, July 17, 2015

Money can Talk, so can We

by Grace Suryani

Kemaren ini, seorang sahabat saya cerita soal kelas bina pranikah yang diikuti. Dia bilang salah satu hal yang bisa menjadi masalah besar di dalam hubungan suami istri itu soal keuangan. Gue setuju banget.

Kalo denger kalimat, suami istri ribut gara-gara uang itu kesannya kok ‘duniawi’ sekali, atau bayangan kita itu suami istri bangkrut, ga punya duit, selama ini ga nabung atau karena sesuatu dan lain hal, tabungan ludes, so jadi masalah deh. Seolah-olah masalah dengan uang itu pasti SELALU masalah besar. Ya dan tidak. Ya, ada pasangan suami istri yang karena mengalami krisis keuangan besar-besaran trus jadi berantem mulu. Tapi, ga selalu pasangan suami istri berantem karena uang itu artinya PASTI mereka lagi ngalamin krisis keuangan. Kalo menurut gue yang bikin masalah itu bukan uangnya, tapi cara pandang kita terhadap uang dan cara kita memakai uang yang berbeda dengan pasangan kita yang menyebabkan terjadinya masalah.

Yang menarik,dari hasil pengamatan gue terhadap pasangan suami istri di sekitar gue, dari tiap pasang suami istri, pasti ada salah satu yang kecenderungannya lebih ‘boros’ daripada yang laen. Jadi kalo misalnya di pasangan suami istri A dan B, suaminya A lebih boros. Tapi di pasangan suami istri C dan D, istrinya D yang lebih boros. Tapi jangan salah, definisi boros di sini tuh bukan selalu berarti menghambur-hamburkan uang, beli barang-barang mahal melulu. Ga selalu.

Contohnya deh, kalo kalian kenal suami gue, Tepen, pasti kata ‘boros’ itu ga termasuk untuk mendeskripsikan suami gue. :p Suami gue tuh penampilannya sederhana banget, kaos gratisan, tas juga gratisan. Pokoknya ga keliatan typical boros deh. Dulu sebelon married, gue pikir gue bakal lebih boros, eh ternyata oh ternyata, gue justru lebih pelit!

Kita itu sebenernya dah termasuk pasangan yang pandangan tentang keuangan tuh ga beda2 jauh. Biasa, typical Chinese family, menabung nomor 1. Tapi sekalipun kita banyak samanya, tetep ada bedanya. Salah satu ketika kita lakukan budgeting. Misalnya, XX SGD buat entertainment (makan di luar, nonton bioskop, dll). Kalo dah mendekati akhir bulan en cuman baru kepake kurang dari itu, pikiran gue langsung, “Ah, we can save more.” Sedangkan pikiran Tepen, “Ah, we can spend more. Ayok makan di luar.” :p Kalo buat beli barang juga gitu. Tepen ternyata suka yang mahal, gue selalu pilih bukan yang paling mahal. Prinsip ibu-ibu kalo bisa lebih murah 1 dollar,kenapa harus bayar 1 dollar extra?!?!  Definisi Tepen soal Best Buy adalah membeli barang baru yang paling bagus dan paling mahal (teknologi terbaru dan tercanggih), sedangkan definisi gue ttg Best Buy adalah dapet barang yg gue mau dengan harga yang paling miring sekalipun harus nunggu lama (gue dulu biasa beli pakaian musim dingin DI AKHIR musim dingin :p soalnya itu harga paling miring. En gue rela nunggu setaon buat bisa pake lagi hehehe).

Awal-awal tuh bête banget. Kok kamu beda banget sih?!?! Tapi lama-lama, gue jadi sadar, BEDA ITU BAGUS! Kalo gue dapet suami yang sama-sama pelitnya sama gue, sengsaralah gue. Nimbun duit kagak pernah dipake. Kalo Tepen dapet istri yang sama-sama maunya yang paling mahal, bangkrut lah dia. :p Loe beli laptop paling mahal, gue beli sepatu paling mahal. Justru pola keuangan kita yang beda ini lah yang membuat bisa terjadinya keseimbangan. Ada saatnya memang harus menahan diri, ada saatnya emank harus keluarin duit.

Kata orang, money talks. Menurut gue, so can we. Uang bisa ‘ngomong’, kita juga bisa ngomong. Jadi jangan biarkan perbedaan cara mengelola keuangan jadi boomerang buat pernikahan. Justru itu bisa jadi salah satu kekuatan kita untuk membangun pernikahan yang lebih tahan uji. Beberapa hal yang gue pelajari selama bergumul soal perbedaan kita :

1. Always believe in ur spouse’s good intention
Biasanya yang paling bikin ribut bukan pandangan kita beda. Tapi karena kita GA PERCAYA kalo pasangan kita itu memikirkan ‘kesejahteraan’ keluarga kita. Sering kita pikir, yang paling bener itu cara gue. So ketika pasangan kita bilang, “We must spend this amount of money.”, kadang yang langsung muncul adalah, “LOE MAU KITA JADI MISKIN HAH?!!?” Atau mungkin ketika pasangan kita mengingatkan “Kayaknya bulan ini dah kebanyakkan belanja.”, yang ada di pikiran kita adalah, “LOE GA MAU GUE HAPPY YAH?!?! Masak gue kerja cape-cape beli ini aja ga boleh.”

Pikiran-pikiran negative itu muncul karena kita pikir pasangan kita itu tidak peduli dgn our family’s welfare. Padahal belon tentu!! Di dalam banyak ‘perdebatan’, akhirnya gue menemukan bahwa sekalipun solusi kita berdua tuh kadang2 bisa bertolak belakang tapi yang mendasari kita memikirkan solusi itu adalah karena kita memikirkan pasangan kita!!

Jadi pertama, ketika denger pandangan super aneh dari pasangan kita, CALM DOWN! Take time to pray and say to urself, “He loves me … he loves me … he loves our family.”

2. Listen first!
Kita baru bisa mendengarkan dengan efektif kalo kita sudah lakukan point no 1. Selama kita belon bener-bener yakin kalo pasangan kita itu mikirin kita, apapun yang dia ngomong pasti jadi angin lalu dah. Angin mamiri, masuk ke kanan keluar ke kiri.

Setelah kita believe in our spouses. Let them explain. “Kamu kok mikir kayak gitu, apa alasannya?” “Kenapa menurutmu kita harus beli sekarang?”, “Kenapa kau bilang JANGAN beli sekarang?”

Sambil mereka menjelaskan, try to be an active listener. Caranya adalah dengan memastikan persepsi yang kita tangkap itu sama dengan yang pasangan kita maksud. Kita bisa bilang, “Oh jadi, menurutmu jangan beli sekarang karena blablabalabla. Bener ga?”

3. Explain ur way of thinking
Sebagian besar pertengkaran biasanya bisa selesai kalo kita melakukan dua step di atas. :p coz yah sebenernya banyak pertengkaran itu terjadi karena kita punya persepsi yang salah dengan pasangan kita. begitu kita mengerti cara berpikirnya dia, begitu kita ngeh oohh ternyata dia bener-bener mikirin kesejahteraan keluarga, biasanya udah tenang deh.  Tapi kadang sekalipun pasangan kita sudah menjelaskan, persepsinya sudah sama, kita tetep ga setuju. And that’s fine. Setelah dia jelasin, baru kita juga jelasin kenapa kita berpikir hal yang beda. Apa alasannya. Apa pertimbangannya.

 4.   Pray
Dan ga jarang guys, pembicaraan tidak bisa selesai dalam 1 sesi. Mungkin karena udah harus buru-buru ke kantor, atau hal lainnya. En itu juga wajar. So ladies, don’t push ur hubby to solve all conflict NOW! :p kadang cara terbaik untuk menyelesaikan perbedaan pendapat adalah dengan break. Masing-masing pihak2 sama cooling down dan ambil waktu buat berdoa. Minta Tuhan entah ubah hati kita dan bekerja menyatakan maksud-Nya.

Kita tuh hidup ga lepas dari uang. Apakah masalah keuangan bisa menghancurkan pernikahan atau justru memperkokoh itu tergantung kita. Apa kita mau belajar menerima pandangan pasangan yang berbeda, dan ga hanya menerima tapi juga MENSYUKURI bahwa Tuhan kasih kita pasangan yang BEDA BANGET.

Money talks, so can we : )

Wednesday, July 15, 2015

Tugas Wanita Hanya Hamil dan Membesarkan Anak

by Grace Suryani

"Ah zaman sekarang mah udah ga zaman deh, cewek 'cuman/hanya' hamil melahirkan membesarkan anak. Tuhan pasti mau kita lakukan lebih dari itu!!"

erhhh orang yang bilang hamil melahirkan dan membesarkan anak itu HANYA, kayaknya kemungkinan belon punya anak deh. hehehe. Kalo udah punya anak, pasti ngerti yg namanya membesarkan anak itu bukan HANYA. Membesarkan anak bukan CUMAN besarin anak.

Lah wong ngajarin anak pake sendok garpu, say please, say thank you, say I'm sorry aja butuh berbulan-bulan kok, apalagi membesarkan anak yang takut akan Tuhan, mencintai firman-Nya dan kalo pake istilah John Piper their brain is BIBLE SATURATED :p? itu butuh bertahun-tahunn!! Itu bukan hanya.

Membesarkan anak itu full time job 24 hours tanpa hari cuti maupun libur. Siap siaga kapan pun dibutuhkan. Dan yang pasti penuh cucuran air mata keringat dan dibungkus dengan doa.

Gue ga anti dengan wanita bekerja. Faktanya memang ada pekerjaan-pekerjaan yang jauh lebih bagus kalo dikerjakan oleh wanita, contohnya dokter, perawat (kalo sakit lebih suka mana dapet perawat ce atau perawat cowok?), en GURU TK. Pernah liat guru tk co? jarang banget kaaannn ... Gue yakin masih ada bidang2 lain selain yg gue sebut.

Yang gue kurang sreg itu adalah ketika para wanita berpikir bahwa mereka HARUS DO SOMETHING MORE daripada cuman di rumah aja mengasuh anak. kalo cuman di rumah aja ngurus anak maka kualitasnya sebagai wanita berkurang ... atau dirinya kurang berfungsi maksimal bagi kerajaan Allah. menurut gue itu paradigma yang salah.

mengasuh dan mendidik anak di dalam Tuhan itu bukan pekerjaan yang bisa dilakukan sambil lalu. itu pekerjaan PELAYANAN yang harus dikerjakan terus menerus dan terus menerus dan terus menerus. dan JUSTRU karakter kita itu DIBENTUK habis-habisan ketika kita melayani suami, melayani anak2 di rumah. Karakter kita semua borok2 itu dibongkar ABIS ketika kita itu yg kata org 'cuman' melayani suami dan anak2.
seperti yg udah gue bilang berkali-kali, gue ngajar 350 anak, sama ngajar 1 anak lebih CAPE ngajar 1 anak yaitu anak gue sendiri. krn dgn Jane gue terus menerus diasah kesabarannya, diasah kasihnya, di asah penyerahan haknya, di asah untuk terus menaruh org lain lebih utama dari diri gue.

Apakah wanita bekerja bisa mendidik anak dalam Tuhan? JELAS BISA. Dan sebaliknya bisa kah ibu yang tidak bekerja tidak mendidik anak dalam Tuhan? BISA BANGET.

Kunci keberhasilan itu bukan apakah wanita itu bekerja di luar rumah atau tidak. Kuncinya adalah seberapa wanita itu SADAR bahwa mengasuh anak2 itu bukan pekerjaan sambil lalu, mengasuh anak itu ADALAH PANGGILAN KEHORMATAN dari Tuhan, seberapa seorang wanita mau bekerja sama dengan Tuhan dan seberapa seorang ibu sadar mengasuh anak itu dampaknya untuk kekekalan. karena roh anak itu kekal. dan ketika anak terlahir di dunia ... ia masih masuk jiwa-jiwa yang terhilang. Ketika seorang anak lahir di keluarga kristen ia TIDAK OTOMATIS jadi orang kristen. Ia TIDAK OTOMATIS kalo mati masuk surga.

Sama seperti org2 di luar sana yang kita layani supaya mereka mendengar dan percaya injil kristus, anak-anak kita pun HARUS kita layani supaya mereka mendengar dan percaya injil Kristus.

banyak org kristen semangat pelayanan di luar, tapi di rumah LUPA kalo anaknya sendiri masih terhilang.

dari kecil, Jane sudah sering kami ajarkan, "Jane itu manusia berdosa." Saya dan suami saya ga pernah bilang, "Jane nanti kalo mati masuk surga bareng sama daddy dan mommy." ga pernah. karena itu adalah suatu kebohongan. selama Jane belum menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, ga peduli nyokapnya (gue) dah nulis buku2 rohani, ga peduli daddynya (pelayanan misi sana sini), kalo Jane belum menerima Tuhan Yesus, ia masih terhilang. Karena itulah, gue sama Tepen selaluuu berusaha untuk terus menabur firman Tuhan, bahwa Tuhan Yesus sayang sama Jane, Tuhan Yesus mengetuk pintu hati Jane dan Tuhan Yesus sudah mati buat dosa-dosa Jane, dan yang paling penting Jane HARUS membuat keputusan apakah Jane mau menerima Tuhan Yesus atau tidak.

dan itu bukan pelayanan yang bisa dikerjakan sambil lalu ... itu tidak akan bisa tercapai kalau di otak kita, membesarkan anak itu HANYA. Membesarkan anak itu CUMAN.

ga bisa ...

Moms, apakah kalian SAHM full time ataukah kalian working mom full time, ingat we're always FULL TIME MOTHER. dan sesibuk apapun kita, baik sibuk dengan kegiatan rumah ataupun dengan pekerjaan, ingatlah selalu tidak ada pelayanan yang berhasil jika dikerjakan dengan setengah hati.

jadi, jangan pernah katakan lagi, "ah gue 'cuman' besarin anak doank."
mother ... we're our children's warrior. Kita terlibat dalam peperangan rohani untuk memenangkan JIWA-JIWA anak kita bagi kerajaan Allah. Kita terlibat dalam peperangan rohani setiap hari untuk menanamkan benih firman Tuhan di dalam hati dan pikiran anak-anak kita. Kita terlibat dalam peperangan rohani untuk melawan dunia yang berusaha menarik anak kita menjauh dari Tuhan. dan 
kita lakukan itu semua, demi kerajaan Allah. karena di mata Tuhan, jiwa 1 anak itu sangat berharga.