Thursday, September 3, 2015

Resep Membuat Tempe

by Risna  | Majalah Pearl #11

Di Indonesia tempe mudah sekali dibeli di mana saja, jadi kebanyakan orang tidak akan berpikir untuk belajar membuat tempe. Saya sendiri baru belajar membuat tempe setelah tinggal di Thailand, di kota Chiang Mai, di mana tidak ada penjual tempe.
 
Membuat tempe butuh waktu berhari-hari dan terkesan repot, tapi sebenarnya langkah yang dilakukan sedikit saja setiap harinya. Jadi membuat tempe tidak serepot yang dibayangkan. Langkah pembuatan juga semakin mudah jika Anda bisa menemukan kedelai yang sudah dikupas di supermarket.

Kedelai yang sudah dikupas
 
Bahan yang dibutuhkan:
  • Plastik ziplock/daun pisang untuk membungkus.
  • Kedelai yang sudah dikupas 500gr (bila menggunakan kedelai yang belum dikupas, ada langkah tambahan untuk mengupas kedelainya.
  • Ragi tempe.

Ragi tempe - Ragi tempe bisa didapatkan dari beberapa sumber:
  • Cara paling mudah adalah membeli ragi yang sudah jadi (bisa menitip teman di Indonesia). Kesulitannya adalah mencari dan menyimpan ragi dengan baik.
  • Cara kedua adalah dari tempe mentah yang sudah sangat matang dan mulai ada bintik hitam. Karena ragi sulit didapat di sini, saya akan menjelaskan menggunakan tempe yang sudah matang. Tempe hasil pembuatan ini juga bisa menjadi ragi untuk pembuatan tempe berikutnya.
  • Cara terakhir yang agak sulit adalah menggunakan bekas bungkus tempe yang dibungkus daun jati (saya pernah menggunakan cara ini waktu mendapat tempe dari daerah Jawa Tengah).
Cara membuat tempe:


HARI KE-1  |  Membuat ragi dari tempe


1. Iris tipis tempe yang sudah sangat matang dan jemur di bawah matahari sampai kering (saya menjemur kira-kira 2 hari). Tempe kering ini yang akan menjadi ragi.

HARI KE-2  |  Mempersiapkan kedelai
2. Cuci bersih kedelai, rebus sampai empuk, lalu biarkan terendam sekitar 12-20 jam. Pastikan kulit ari kedelai terbuang bersih. Kadang kala dalam bungkusan kedelai yang sudah dikupas pun, masih ada sisa kulit terbawa.

HARI KE-3  |  Peragian kedelai

3. Buang air rendaman sebelumnya, cuci bersih lagi kedelainya dan rebus sekali lagi untuk memastikan kedelai benar-benar empuk. Jika menggunakan kedelai yang belum dikupas, sebelum direbus kupas dulu kulit kedelainya dan pastikan kedelai terlihat terbelah. Proses mengupas kulit kedelai ini cukup memakan waktu dan membutuhkan air yang banyak, maka'nya saya cenderung menggunakan kedelai yang sudah dikupas.
4.  Buang air rebusan, dan tiriskan airnya, dan biarkan kedelai dingin.

5. Blender tempe yang sudah keding sampai halus menjadi tepung/ragi tempe.


6. Campurkan kedelai yang sudah dingin dengan sekitar 4 sendok makan tepung tempe yang sudah diblender. Pastikan tepung tempe merata ke seluruh kedelai. Tepung tempe yang tersisa bisa disimpan dan digunakan untuk pembuatan tempe berikutnya. Jika menggunakan ragi tempe, komposisi yang digunakan sekitar 2 sendok makan ragi dicampur 2 sendok makan tepung beras untuk 500gr kedelai. Jika tempe yang dihasilkan dirasa terlalu berbau ragi, maka untuk pembuatan selanjutnya bisa dikurangi takaran raginya.


 7. Siapkan plastik ziplock ukuran 16.5cm x 15cm (sandwich size) atau kalau mau lebih besar juga boleh. Tusuk-tusuk plastiknya, pastikan tembus dari atas ke bawah untuk sirkulasi udara. Alternatif lainnya menggunakan daun pisang (kalau menggunakan daun pisang tidak perlu ditusuk-tusuk).
8. Isi campuran kedelai yang sudah diberi ragi ke dalam ziplock 3/4 penuh. Saya menggunakan 3 plastik ziplock untuk 500gr kedelai

Ciri tempe yang berhasil:
  • Ada lapisan putih di sekitat kedelai.
  • Pada saat dipotong, tempe tidak hancur.
  • Tercium aroma khas tempe.


    Perlu diperhatikan:
  • Alat yang dipergunakan untuk membuat tempe sebaiknya dijaga kebersihannya karena fermentasi tempe hanya terjadi pada lingkungan yang higienis.
  • Pastikan alat memasak tidak berbau sabun.

     
    9. Simpan di tempat kering dan gelap pada suhu kamar (sekitar 25 derajat Celcius) dan tunggu sekitar 24-36 jam. Semakin panas udaranya semakin cepat jadi. Foto di samping ini kira-kira penampakan setelah dibiarkan 12 jam.



    HARI KE-4  |  Tempe siap dimasak

    10. Perhatikan apakah sudah ada lapisan putih di sekitar kedelai. Biasanya jika sudah terjadi proses fermentasi, tempenya terasa panas. Bila dirasa prosesnya sudah cukup, pindahkan tempe yang sudah jadi ke dalam kulkas dan siap untuk dimasak. Berikut ini foto tempe dari dekat yang sudah siap untuk dimasak.

    Selamat mencoba membuat tempe dan menikmati tempe hasil buatan sendiri :)

No comments:

Post a Comment

Share Your Thoughts! ^^