Friday, November 28, 2014

Kenal, Percaya, & Dipercaya

by Glory Ekasari


Seandainya ada seseorang yang kamu gak kenal, datang ke kamu dan bilang, “Saya pinjem uang dong, saya perlu Rp 100.000,00…” Kira-kira bakal dipinjemin ga? Paling-paling kamu bakal bilang kamu ga bawa uang, dan dengan berbagai alasan kabur dari TKP, terus ngomel-ngomel dalam hati, “Ih, kenal juga kagak, kok mau pinjem duit.”

Tapi gimana kalau yang perlu uang itu sahabat kamu? Karena satu dan lain hal usahanya kena masalah dan dia perlu uang Rp 1.000.000,00 buat bayar barang dagangan. Aku rasa, tanpa diminta (kecuali ente pelit banget) kita akan menawarkan bantuan. Kalo ga punya uang nganggur sejumlah itu, ya pokoknya kita bantu sebisanya.

Wednesday, November 26, 2014

Orang benar itu ...

by Felisia Devi

Orang baik belum tentu benar, tapi orang benar pasti orang baik. Benarkah?
Memangnya apakah yang dimaksud dengan orang benar itu?
Orang yang hidup benar. Orang yang melakukan kebenaran. What else?
Tapi 'benar' bagaimana nih? Cukup orang yang melakukan apa yg benar? Itu saja...?Atau apa yang pada akhirnya bisa membuat kita tau seseorang itu benar atau tidak?

Benar bagaimana yang di katakan benar?
Bagaimana dengan mereka yang merasa/ mengaku dirinya melakukan hal yang benar?

Saya banyak melihat, sekarang kebanyakan sesoerang akan merasa melakukan hal benar ,karena apa yang dilakukan itu, dilakukan juga oleh banyak orang.


Wednesday, November 19, 2014

Hanya Minum Susu

by Mega Rambang
 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat. Ibrani 5:13-14
“Udah Din nenennya, kamu udah besar.”, Dina-sepupuku, akan berusia tiga tahun pada bulan Oktober nanti dan fakta kalau dia tidak mau berhenti menyusui mamanya hingga sekarang membuat mamanya sering berucap demikian. Dan Dina tentu saja tidak mau mendengarkan, hahahaha, dengan cueknya, tetap saja dia menyusu. Lucu melihatnya. Tapi tidak akan lucu lagi saat mamanya menolak menyusui dan Dina menangis sejadi-jadinya ^^’ Heran juga, dia sudah bisa makan makanan keras tapi susah melepaskan yang namanya susu (dan ASI).  Pada akhirnya mamanya tidak tega dan kembali menyusui Dina. Jika Dina terus melakukan itu hingga bertahun-tahun mendatang dalam hidupnya, bukan lucu lagi namanya, tapi tragis. Sudah berusia belasan atau puluhan tahun dan masih menyusui? Membayangkannya saja membuat merinding. Tidak ada yang salah dengan minum susu hingga dewasa, terkadang saya juga masih melakukannya. Tapi disusui hingga dewasa? Mengerikan, hahaha.

Monday, November 17, 2014

Melayani dengan Profesi

by Mekar A. Pradipta


Sudah pertengahan bulan Maret dan baru ada satu postingan di blog tersayang ini. Pheeewww, emang lumayan sibuk sih di awal bulan kemarin. Dua minggu berturut-turut bolak balik Jakarta - Manado. Ternyata Manado itu bagus loooh, begitu nyampe langsung ngerasa at home banget disana. Trus amazed banget pas ngeliat Monumen Yesus Memberkati. So big, so white, so impressive! Langsung ngebayangin saat Tuhan Yesus datang kedua kali, mungkin juga kaya gitu yah feelnya, trus masih ditambah cahaya bersinar-sinar penuh kemuliaan, hehehe...

Agak blur, soalnya pake bb dan ngelawan cahaya pulak, >,<
Patung ini dibikin sama Ir. Ciputra, salah satu pengusaha sukses kita. Fyi, patung ini adalah patung Yesus tertinggi kedua di dunia setelah patung Yesus di Brazil. Tingginya 30 meter dan dibangun diatas ketinggian 242 meter dari permukaan laut, dengan ketinggian 20 derajat (weeww, jadi kaya Yesus terbang^^). Sebagai pengusaha yang bergerak di bidang properti, yang udah bikin banyak bangunan dan landmark di Indonesia, membuat patung Yesus ini adalah cara Pak Ci untuk melayani Tuhan. Mengutip kata-kata Pak Ci tentang Monumen Tuhan Yesus memberkati ini, "Ini merupakan tanda ungkapan cinta kasih yang paling dalam kepada Tuhan."

Friday, November 14, 2014

Surat untuk Anakku

by Sarah Eliana


My dearest dearest son,


Beberapa hari yang lalu teman Mama bertanya kepada Mama, ”Kalau ada 1 hal saja yg bisa kamu ajarkan kepada anakmu, apakah hal yang ingin kamu ajarkan itu?”. Tanpa ragu – ragu Mama menjawab ”teachability”.


Teman Mama itu bertanya lagi, ”Kenapa memilih teachability?”.


Kamu tau mengapa, Nak? Karena Mama mengasihimu. Sebagai seorang ibu, Mama mau melihatmu sukses dalam hidup ini. Tapi … apa itu sukses? Apakah punya rumah seharga 10 milyar dollar artinya kamu sukses? Apakah punya istri cantik bertubuh bak supermodel artinya kamu sukses?Apakah menjadi pemimpin berarti kamu sudah sukses?


Tidak,anakku. Sukses menurut Firman Tuhan dapat kita baca di Mazmur 1 : 2 -3


Blessed is the man who walks not in the counsel of the wicked, nor stands in the way of sinners, nor sits in the seat of scoffers; but his delight is in the law of the Lord, and on his law he meditates day and night. He is like a tree planted by streams of water that yields its fruit in its season, and its leaf does not wither. In all that he does, he prospers.


Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa sukses yang sejati adalah saat kita mengikuti dan menaati Firman Tuhan. Kita sukses saat kita dekat kepada Tuhan, saat kita ”delight in the Lord”. Sukses yang sejati menurut Firman Tuhan adalah saat kita begitu dekatnya kepada Tuhan sehingga kita menjadi seperti pohon yang tumbuh didekat air dan menghasilkan buah.
Anakku, engkau hanya bisa sukses jika engkau dengan tidak jenuh – jenuhnya berada dekat kepada air hidup. Sukses sejati adalah saat engkau berbuah karena pekerjaan Roh Kudus dalam hidupmu.


Anakku, Mama rindu melihat kamu tumbuh menjadi pria yang mengasihi Tuhan, yang menempatkan Tuhan sebagai prioritas pertama dalam hidupmu. Doa Mama adalah supaya kamu berbuah dan menjadi semakin serupa Kristus.That, darling, is true success.


Tapi, sayangku, kamu tidak bisa menjadi sukses kalau kamu tidak punya hatidan spirit yang ”teachable” – bisa diajar. Dengarkan apa yang Firman Tuhan katakan:


Whoever loves discipline loves knowledge, but he who hates reproof is stupid.
Proverbs12 : 1


Give instruction to a wise man, and he will be still wiser; teach a righteous man, and he will increase in learning.
Proverbs9 : 9


All your children shall be taught by the Lord, and great shall be thepeace of your children.
Isaiah54 : 13


Honey, God promises peace, knowledge, and wisdom to those who are open to teaching and instructions. Karena itu doa Mama untukmu adalah supaya kamu punya a teachable heart and spirit. Mungkin kamu bingung seperti apa sih a teachable heart and spirit itu? Seperti apa orang yang”un-teachable” itu? Here's how someonewho does not have a teachable spirit look like, hunny:


* Menolak untuk keluar dari comfort zone baik dalam pekerjaan, study, relationships (with God and with people). Selalu hanya mau ambil jalan yg gampang saja. My darling, kalau kamu mau semakin dekat dengan Tuhan, jangan cari jalan pintas. Luangkan waktu untukNya. Baca FirmanNya setiap hari. Berbincang – bincanglah denganNya setiap hari. Jangan hanya mau bertanya kepada orang lain supaya orang lain yang mengartikan Firman Tuhan untukmu. That's not going to help you to grow, honey. YOU yourself need to spend time with Him and develop a relationship with Him.

*Menolak untuk mendengarkan nasihat, opini dan teguran dari orang lain. Hanya mau berbicara dan berbicara tentang diri sendiri, masalah diri sendiri dan opini diri sendiri, terutama saat sedang bersama orang yg lebih berpengalaman ... padahal seharusnya banyak hal bisa dipelajari dari orang yang lebih berpengalaman itu. Melewatkan kesempatan untuk belajar … betapa sedihnya!

* Menolak untuk mencari dan menerima bimbingan, arahan, dan nasihat dari ortu, guru, hamba Tuhan, orang – orang yang lebih berpengalaman, orang - orang yg lebih dewasa secara spiritual, dll.

* Menolak bertanggung jawab atas kegagalan dan kesalahan diri sendiri, malah menyalahkan orang lain dan situasi. ”Aku gak akan marah dan menggunakan kata – kata kasar seperti ini kalau kamu tidak begini .. atau begitu”. Sayangku, jangan pernah keluar kata – kata alasan atas perbuatanmu yang salah.

* Gak ”take notes” .. hanya mendengarkan sambil lalu supaya tidak terlihat ”tidak sopan”.

* Tidak bisa menerima kritik, koreksi, nasihat tanpa resentment (kemarahan, kebencian) dan retaliation. Jika kamu dinasihati orang lain, dan kamu menjadi marah dan defensive … Jika kamu dinasihati orang lain, dan kamu tidak dapat menerima nasihat itu tanpa membalas dengan perkataan, ”Ah aku juga gak suka kamu seperti ini dan ini dan itu, dll” … itu artinya kamu punya hati yang tidak teachable. Kenapa? ”Bukankah baik untuk saling ”terbuka” dan membangun karakter, Ma?”, mungkin itu pikirmu. Tapi ...dengarkanlah Mamamu ini, anakku. Ketika ada orang lain menasihati kamu, dan kamu merasa perlu membalas dengan menunjukkan kekurangan orang itu juga … apakah itu kamu lakukan karena kasih, atau kamu lakukan karena kamu tidak senang hati sudah dinasihati? Be very honest with yourself. 99% of us do it because we just want to retaliate … because our ego and pride is hurt.

* Tidak bisa menerima kritik, koreksi, nasihat dengan hati terbuka. Saat dinasihati mungkin kelihatannya mendengarkan, tapi didalam hati tidak senang. Setelah dinasihati bukannya merenungkan dan mendoakan nasihat tersebut, malah memilih untuk marah – marah, mengadu dan mencari ”pembelaan” dari orang lain yang kamu tau pasti akan membela kamu. Anakku, dengarkan nasihat mamamu. Orang yang betul - betul mengasihimu tidak akan memberi pembelaan untuk dirimu jika kamu memang salah. Ia pasti akan membantumu untuk mendengarkan nasihat dan melihat aspek - aspek apa dalam hidupmu yang perlu diperbaiki. Belajarlah dari Papamu yang tidak pernah membela Mama secara buta saat Mama dinasihati orang lain. Apa yang ia lakukan? Ia mengajak Mama berdoa untuk menenangkan Mama dan supaya Mama mendengar dari Tuhan tentang kebenaran nasihat yang baru Mama dengar. Mama bisa menghormati Papa justru karena ia tidak "lick Mama's wound for Mama" .. dia tidak membela Mama secara buta, tapi berani untuk 'take up his God-given responsibility and role as the head of the family and make sure that his wife grows in character to be more like Christ'.

Membaca sifat - sifat diatas, dapatkah kalu lihat bahwa orang yang tidak memiliki teachable spirit memiliki Karakter yang ungodly dan sama sekali tidak menarik? Sayangku, doa Mama adalah supaya kamu punya a teachable spirit. Seperti apa orang yg punya teachable spirit itu? Seperti ini, anakku:

* Kamu menyadari keterbatasan pengetahuan dan kemampuanmu.
* Kamu berani untuk mengakui keterbatasanmu dan ketidakmampuanmu kepada orang lain yang dapat mengajar dan membantumu.
* Karena kamu menyadari keterbatasanmu, kamu selalu membuka mata lebar – lebar untuk ”teachable moments” dari orang – orang yang Tuhan tempatkan disekelilingmu.
* Kamu sekarang hidup dalam zaman dimana internet dan media (termasuk media cetak, media sosial, dll) memainkan peran yang cukup besar dalam hidup kita. Anakku, bukalah juga matamu utk ”teachable moments” dari media2 ini to instill godly character in you. Dari pengalaman Mama pribadi, akan ada waktu dimana kamu membaca status temanmu atau blog orang lain dan kamu merasa tertegur atau tersinggung. Saat kamu dihadapkan dalam situasi seperti ini, kamu bisa pilih 1 dari 2 reaksi berikut: 1. Marah dan merasa orang itu sok tau, sok pintar, dll. Atau kamu bisa: 2. Be teachable. Ingatlah .. mungkin kamu tertegur dan tersinggung karena Roh Kudus ingin berbicara melalui status, notes, atau blog yang kamu baca itu. Hunny, my prayer is that you choose the 2nd option karena hanya dengan hati yang terbuka seperti itulah kamu bisa tumbuh dan tumbuh.
* Kamu berani meminta bantuan, instruksi, saran, teguran dan nasihat dari orang lain. Kamu tidak menunggu sampai kamu ”berkubang” dalam pergumulanmu untuk minta bantuan, instruksi dan teguran dari orang lain.
* Belajarlah dari siapapun yang Tuhan tempatkan disekitarmu. ”Catatlah” apa yang orang lain katakan. Pakai setiap nasihat, instruksi, dan teguran untuk membantumu dalam pertumbuhan iman dan karaktermu.
* Dengarkan nasihat dan teguran dari orang lain dengan sabar, dan dengan keinginan untuk belajar dari orang lain. Be grateful! Ingat, gratitude - rasa terima kasih - bisa dilihat dengan jelas dari sikap dan respondmu saat dinasihati dan ditegur, bukan hanya sekedar dari ucapan "terima kasih" yang keluar dari bibirmu.

* Keluarlah dari comfort zonemu. It's ok to make mistakes. It's fine to ”look stupid”. Don't be shy to ask questions. Be brave to try something new. Jika ada banyak orang menegur kamu dengan 'masalah' yang sama, itu artinya orang - orang ini melihat ada satu aspek dalam karaktermu yang betul - betul perlu untuk diperbaiki. Jangan jadi defensive. Dengarkanlah mereka.
* Jangan menyerah ketika kamu ”jatuh”. Pegang tangan Tuhan, dan bangunlah lagi. Selalu fokus kepada Tuhan. Jangan sekali – kali menjauhkan pandanganmu dari Tuhan. Look at God! Hold His hands! Don't even be tempted to stray away from Him to lick your wounds! Let Him deal with your wounds. Don't deal with it yourself, and definitely don't ask other people to lick your wounds for you! God is there for you, He is your comfort and your strength ... and He is more than enough, hunny. Focus on Him please.
* Ketika orang lain menasihatimu, jangan sekali – kali menjadi defensive. People give you advice because they care, and you should be grateful for that. Sometimes you may not like how or where or when the other person is giving you the advice, but please remember NOT to be defensive. Open your ears and listen to godly instructions, hunny. Dan yang terpenting, jangan sekalipun kamu retaliate nasihat orang lain dengan perkataan ”Aku juga gak suka dengan sifat kamu yang seperti ini atau itu”. Jika memang ada karakter dari orang itu yang butuh untuk dibentuk, pakailah waktu lain, bukan saat kamu sedang dinasihati. Jadilah bijak, sayangku :) There is a time for everything .. ada waktu untuk dinasihati dan ada waktu untuk menasihati :)
* Take everything as an opportunity to grow to be more like Christ, darling. Be grateful that people care! Be grateful and accept every advice and every instructions with a heart that wants to be moulded to be more like Him.Dan sekali lagi, ingat ... rasa terima kasih dilihat dari sikap dan respond kamu saat dinasihati, bukan hanya sekedar dari ucapan "Thank you. I am grateful". Action speaks louder than words! :)

So, this is my prayer for you: that you have a teachable spirit. Jadilah anak yang mau dan bisa dikoreksi. Ada saatnya koreksi dan nasihat dari orang lain (termasuk dari Tuhan dan orang tuamu) terasa seperti”pisau yang tajam”, tapi ingatlah … ”pisau” itu dipakai ”to chip off the sharp edges ofyour character” … supaya kamu semakin serupa Kristus! Mama tau kamu mengasihi Kristus dan kamu mau menjadi serupa denganNya. Oleh karena itu, anakku, ingatlah ayat ini:

”Now then, My children, listen to Me; blessed are those who keep My ways. Listen to My instruction and be wise; do not disregard it”. Proverbs 8 : 32 –33


Hunny,remember what I'm going to say now: There is another word for teachability. It is : HUMILITY. And nothing sets a person so much out of the devil's reach as humility! (Jonathan Edwards)


Much love and prayers,


Your mama
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tentang penulis




Sarah Eliana

Daughter of the King of kings. A happy wife & a proud mommy. Her passion is in missions, literature ministry, and education. Loves to travel, eat Asian food, read, write, and swim. 
(picture drawn by Jules)

Wednesday, November 5, 2014

Peran Wanita dalam Rumah Tangga



by Yunie Sutanto

Womanhood Day (Hari Wanita) dirayakan setiap tanggal 30 September di Amerika Serikat. Hari ini dicanangkan oleh (alm) Helen Andelin, pengarang buku bestseller Fascinating Womanhood. Hari Wanita dirayakan sebagai sebuah usaha untuk mengapresiasi dan merayakan peran wanita dalam sebuah rumah tangga. Cara merayakannya bisa dengan mengenakan busana dan gaya dandan yang feminin, memasak hidangan favorit suami serta anak-anak, bersyukur atas suami dan anak-anak yang kita miliki, dsbnya. :)

Namun hari Wanita tidak harus dirayakan tiap tanggal 30 September aja kan? Let's celebrate womanhood everyday! :)

Menyambut Hari Wanita ini, saya posting kembali artikel lama saya, dari blog lama saya, tentang Peran wanita dalam rumah tangga (A Woman’s Roles at her Home). 

Wanita dalam rumah tangga itu bisa siapa saja yang berperan sebagai homemaker. Bisa saja seorang single mother yang merangkap kepala keluarga, atau seorang wanita karir yang juga bertanggung jawab mengurus rumah selepas pulang kerja... Pastilah ada person in charge yang melakoni semua peran-peran ini dalam sebuah rumah tangga!

Peran wanita dalam rumah tangga itu memang multifungsi dan ragam banyaknya. 

Mengagumkan sekali bagaimana seorang wanita dipercaya oleh Penciptanya dengan begitu banyaknya peran-peran penting. Alasannya? Oh, tentu saja karena ia adalah seorang ratu dalam rumah tangganya! Jabatan ratu kan memang tidak main-main tuh...

Ada tiga peran utama seorang ratu rumah tangga:
1. Isteri (wife)
2. Ibu (mother)
3. Manajer rumah tangga (homemaker)

Tiap-tiap peran diatas dibagi-bagi lagi dalam sub-sub peran.

PERAN SEORANG ISTERI

Pengantin Wanita (bride) / Seorang wanita memasuki kehidupan berumahtangganya pada saat janji-janji nikah diucapkan. Semua peran yang ada diawali dengan peran yang "satu" ini... when the bride says "I do".








Kekasih (Lover) / Masa-masa indah setelah pesta pernikahan, saat pasangan bisa saling menikmati "cinta" satu sama lain tanpa batas lagi! Kalau dulu masih tahap pacaran dan tunangan, masih harus menghormati batasan masing-masing dalam memadu kasih. Namun kini, kita bisa menyebut pasangan kita "kekasih". Kita sudah mengenalnya dengan intim. 

Sedihnya, setelah lama menikah, seringkali peran menjadi kekasih ini terabaikan...





Penolong (Helpmeet) / Hawa diciptakan untuk menjadi "Penolong" bagi Adam. Seorang isteri diciptakan untuk menjadi penolong suaminya dalam berbagai hal yang memang adalah kapasitasnya.





Sahabat (Friend) / Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. Seorang sahabat selalu hadir dalam suka maupun duka, dalam keadaan sakit atau sehat dalam keadaan kaya atau miskin.







Rekan Sekerja (Partner) / Beberapa rumah tangga ada yang menjalankan bisnis rumahan, entah ini adalah sumber penghasilan utama atau sebagai penghasilan sampingan. Istri menjalani peran sebagai rekan sekerja dalam bisnis bersama suami. Hati suaminya percaya kepadanya, ia tidak akan kekurangan keuntungan!





Belahan Jiwa (Soulmate) / Peran ini sangat spesial sekali, karena roh seorang isteri seolah-olah punya kontak batin dengan suaminya. Jika suami yang nun jauh bertugas disana sakit atau gundah, si isteri bisa merasakannya. Memang suami istri itu MFEO (made for each other). Itulah mengapa doa seorang isteri buat suaminya seringkali sangat besar kuasanya dan pengaruhnya. 

note: Pictures taken from my HMB cover.





Indah banget menjadi isteri yang benar-benar berfungsi sesuai peran yang dirancang oleh Tuhan. Penuh berkat saat melakoninya dan banyak belajar juga dari kesalahan-kesalahan yang sudah dibuat. 

I am grateful to be a wife! :)

"No job, no hobby, no activity on Earth can compare with the drama and the exhilarating experience of living with a man, loving him, doing your best to understand his infinitely complex mechanism and helping to make it hum and sing and soar the way it was designed to do."
- Ruth Peale, isteri Normant Vincent Peale -


PERAN SEORANG IBU

Saat merenungkan peran yang satu ini, saya tidak habis pikir betapa banyaknya hak istimewa yang dianugerahkan pada kaum hawa... Peran ini kayaknya penuh dengan hak-hak istimewa... Saya jujur saja merasa gak pantes banget nulis artikel ini, karena saya sebagai ibu banyak banget kekurangannya... Saya sering merasa gagal menjadi ibunya anak saya... Hm, namun memang segala sesuatunya adalah proses belajar yah... Banyaknya sub-sub peran seorang ibu yang membuat peran ini tak kalah penting dengan peran sebelumnya.

Nah, apa saja sih sub-sub peran seorang ibu?

Pendidik (Teacher) / Hak istimewa berikutnya adalah mendidik sendiri anak-anaknya di rumah sejak dini! Tidak harus komitmen jadi homeschool momma untuk mendidik anak-anak di rumah, kan? Pembentukan pola pikir, pembentukan kebiasaan-kebiasaan baik (dan tidak baik juga wakaka), nilai-nilai moral, dan disiplin hidup yang sejak dini ditanamkan ke benak anak-anak lewat teladan kita. Yang baik dan yang buruk dicontoh oleh anak-anak. :) Sesungguhnya setiap ibu adalah pendidik a.k.a "guru pertama" anak-anaknya! Seorang ibu yang walk the talk akan memberikan dampak yang luar biasa buat anak-anaknya!

So, for me, I think, to be a momma, one should dedicate her life to be lifetime learner... Coz nobody's perfect right? Kita harus terus belajar dan belajar - jadi murid seumur hidup - kita mau ditegur, mau diajar, mau disuruh untuk membentuk karakter kita agar semakin hari semakin indah. Setiap rumah selayaknya punya aura dan semangat belajar seperti ini.


Penasehat Rohani (Spiritual coach) / Seorang ibu adalah pembimbing rohani anak-anaknya. Ini hak istimewa yah? Nilai-nilai dan keyakinan yang dihidupi dengan benar oleh seorang ibu akan tersalur dalam kehidupan anak-anaknya.

Sahabat (Friend) / Seorang anak yang telah dewasa suatu hari nanti akan meninggalkan sangkar. Ada musim dalam menjadi orangtua. Ada masa-masa anak-anak masih kecil dan begitu tergantung pada orangtuanya. Ada pula masa-masa mereka beranjak dewasa dan mulai mandiri, dan akhirnya terbang dari sangkar kita. Dari otoritas ke pengaruh, dari menjadi ortu kemudian menjadi sahabat mereka. :) Saya terharu banget kalau ingat bagaimana mama saya membesarkan saya. :) Thank you for being such a great momma. Saya berharap anak saya pun punya kesan yang sama suatu hari nanti :)

Duh jadi sentimentil nih...


PERAN SEORANG MANAJER RUMAH TANGGA

Peran yang ketiga dari seorang wanita dalam rumah tangganya adalah menjadi manajer yang mengelola sumber daya yang tersedia dalam jumlah terbatas dengan se-efektif dan se-efisien mungkin, sehingga manfaat yang dikecap oleh anggota keluarga dapat dimaksimalkan :)

Ooops... bahasa saya mendadak formal banget. Flashback: Tiba-tiba terngiang-ngiang kembali suara dosen pengantar manajemen di bangku kuliah semester awal dulu.

Masih teringat materi kuliah beliau yang membahas teori manajemennya Henry Mintzberg sang pencetus Manajerial Roles (Peran-peran seorang Manajer).

Nah, lantas pikiran saya yang lancang ini mulai tergelitik dengan pertanyaan berikut:

"Bagaimana dengan Peran-peran yang dijalani seorang Manajer Keluarga?"

Dalam kasanah Home Management, peran-peran apa saja yang seyogyanya wajib dilakoni sang manajer rumah tangga?

Banyak juga ya ternyata sumber daya yang harus dikelola dengan baik.

Time Planner / peran sebagai event organiser. Tentu saja sumber daya yang paling langka (menurut saya) di era yang super "sibuk" ini adalah waktu! Waktu yang tidak bisa diputar kembali, harus dikelola sebaik-baiknya. Jangan membuang-buang waktu yang Tuhan sudah karuniakan. Jika 24 jam cukup untuk berkarya bagi Anne Bradstreet, Hellen Keller, Susannah Wesley, dll... maka 24 jam yang sama juga cukup untuk berkarya bagi kita! Manfaatkan waktu yang ada sebaik-baiknya. Bagaimana kita memanfaatkan waktu-sesungguhnya adalah cerminan prioritas hidup kita.

Financial Planner /  peran sebagai penanggung jawab: budgeting, purchasing, book keeping. Sumber daya yang dibutuhkan untuk transaksi jual beli adalah uang. Uang kas yang digunakan sehari-hari harus diatur dengan baik pos-pos pengeluarannya. Manajemen kas yang baik akan memperlancar pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Manajemen kas yang baik juga adalah cerminan adanya penguasaan diri dalam hal keuangan. Manajemen kas yang baik bisa membedakan mana kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Berhubung saya orangnya gila buku, butuh banget deh penguasaan diri kalau mampir lewat toko buku. Apalagi lihat-lihat situs jual buku online... wadauwww godaannya besar ya... Tapi berhubung sudah sepakat ada target jumlah buku yang dibeli bersama suami, ya wes... baca-baca aja deh buku display-nya. Keinginan kan tidak sama dengan kebutuhan ya, kudu saya inget2 terus kalau mulai tergoda dan lapar mata serta gatal tangan.

Diet Planner / peran sebagai nutritionist and cook.
Sumber daya yang tak kalah pentingnya untuk dikelola adalah kesehatan. Stamina tubuh akan terjaga dengan baik jika ada perencanaan pola makan yang sesuai. Banyak mencari tahu info kesehatan lewat dokter keluarga, seminar, buku, maupun blog kesehatan akan sangat membantu banget deh. Mengatur menu yang sesuai dengan kebutuhan asupan gizi dan disukai anak dan suami juga butuh kreatifitas yang tersendiri ya. Saya kenal seorang ibu di sekolah anak saya yang kreatif pisan mengatur jadwal menunya, mengikuti tema-tema, wah salut banget! Juga ada ibu yang kreatif menghias lunchbox anaknya dalam bentuk bento yang lucu-lucu dan menggemaskan! Untuk lebih lanjut tentang menu planning bisa baca postingan saya Rotasi menu dan menu planning.

Cleaning Department / wah, perannya sebagai apa nih? Kepala cleaning service! hahaha --> ini bagi yang punya PRT, kalau yang tidak punya PRT, ya jabatannya sebagai cleaning service alias janitor! Kalau yang ada PRT tinggal delegasi bagian rumah sebelah mana aja yang rutin perlu dibersihkan dan dijaga kebersihannya. Gorden 2 minggu sekali dicuci, lap kursi dan pintu-pintu dua hari sekali, vacuum sofa dua hari sekali, dsbnya. Ada situs yang inspiratif banget buat scheduling kebersihan -- flylady.net, buka deh... menarik dan banyak banget ide-idenya yang bisa ditiru!





Public Relation / peran menjadi humas penting juga loh! Gak bisa disepelekan dan dianggap lalu. Bagaimana menjaga hubungan dengan keluarga besar, tetap menjalin tali silahturami serta mengatur waktu untuk ikutan acara kumpul-kumpul keluarga saat hari raya dan perayaan adat (bagi keluarga yang masih memegang adat istiadat).

Semuanya bisa dipelajari dan jadi kenikmatan tersendiri saat menjalaninya. Apalagi saat dua budaya berpadu dalam suatu pernikahan. Saya kenal teman yang keturunan Batak menikah dengan keturunan Jawa, nah dua budaya melebur dan banyak penyesuaian yang perlu dibuat. Wah... anak-anak kita bisa diperkaya untuk belajar keunikan akar budaya kedua orangtuanya! ;) Juga saat saudara, kerabat dan teman keluarga ada yang berulang tahun, berhari raya, berhari jadi, kita bisa menyempatkan menelpon, sms atau mengirim kartu dan bingkisan. Hal-hal kecil semacam ini bisa jadi salah satu cara untuk membangun hubungan dan menyatakan kepedulian buat kerabat keluarga kita. Simpan buku khusus aneka tanggal-tanggal penting dan hari ultah kerabat. Juga address book dan buku kartu nama yang terorganisir dengan baik, sehingga saat mau ngirim kado atau telpon ke yang bersangkutan tidak lama nyari-nyari no hp nya :)

Saya suka banget peran ini... apalagi saat menghubungi teman-teman lama... Just say hi to them makes my day so colorful!

Clothing Department / perannya sebagai fashion stylist dan laundry expert... Hahaha. Sebagai fashion stylist, kalau ke undangan yang ada dress code-nya menyiapkan sesuai yang diminta. Juga jika pergi make sure tidak saltum (salah kostum). Juga satu hal yang saya belum berhasil adalah mengatur lemari pakaian agar tetap dalam kondisi rapih. Saya stress jika lemari pakaian berantakan, namun sudah dibereskan ya tetap saja berantakan lagi dan lagi...! Any ideas to solve this issue? Sebagai laundry expert, harus tahu bagaimana mencuci aneka jenis bahan pakaian. Ada aneka simbol laundry yang tertera di pakaian dan bahan. Saya sih ga terlalu ngeh soal ini dan cenderung cuek... sampai pakaian saya ada yang kelunturan dan nyusut, lalu saya baca artikel tentang simbol-simbol laundry dan cara mencucinya, link ke artikelnya klik ini.

Interior Designer / Wah, seni menata dan meletakkan perabotan. Pemilihan warna seprai yang serasi dengan aksen ruangan. Pemilihan taplak meja yang cocok dengan mejanya. Kayaknya setiap detil rumah jadi ekspresi kepribadian si ibu rumah tangganya :)

Saya rasa aneka peran yang lain masih banyak, yang tidak terlintas dalam benak saya dan tentunya tidak tertulis dalam artikel ini. Namun sebagai ibu rumah tangga, yuk sama-sama menikmati dan menjalani setiap peran! :)


A well-kept home isn’t the one with a stainless sink,
Or the one with no dust in every corner,
Or the one with a spotless carpet,
Or the one that looks like a five-star hotel!
It is a home well-stocked with plenty of love, laughter, attention, kisses, hugs and a warm meal served fresh from the oven!
Let the spirit of every home created an open heaven on earth!


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Tentang penulis 

Yunie Sutanto

Sesuai namanya terlahir di bulan Juni di kota Solo, 30 tahun yang lalu. Saat ini menetap di Jakarta, telah menikah sejak tahun 2005 dan dikaruniai dua orang anak (6 tahun dan 2 tahun). Membaca buku dan menulis jadi passion buat ibu yg punya prinsip hidup “Segala sesuatu seijin Tuhan, tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini.”

Monday, November 3, 2014

Stand Alone

by Felisia Devi


 Ada bau gak enak dikamar tidur gue. Baunya gak enak banget,  mengganggu tidur gue berhari-hari..
Begitu menginjakkan kaki di pintu kamar, bau nya strong benerrr...
Tapi kok, klo kelamaan dikamar, bau nya agak 'berkurang' ya. Mungkin karena indra penciuman gue sudah terbiasa atau beradaptasi.

Dari kejadian ini, jadi di ingatkan tentang pandangan atau penilaian kita terhadap sesuatu yang tidak benar. Awalnya kita tahu itu salah (dosa), Kita risih, gak nyaman dan sebagainya...
 Tapi klo kita sudah 'masuk' atau ada di dalamnya,...
Apakah kita akan tetap terus peka akan adanya ketidak beresan itu, atau akan terbiasa?

Ehmm...
For me, hidup di tengah dunia yang bisa dikatakan tidak semakin 'baik'.
KEMUNGKINAN besar kita bisa terbiasa dan lebih parahnya terpengaruh / terserat atau sejenisnya...

Oleh karena itu sebenarnya sangat kasih karunia dan kebenaranNya untuk bisa terus tetap hidup sesuai kehendak Tuhan.  Dan hanya dengan semakin menjaga dan mengenal Tuhan dan kebenaranNya, membuat kita tahu apa yg tidak beres.

Jadi bangunlah hub sama Tuhan sedalam-dalamnya lewat doa dan firmanNya

Tapi bagaimana jika kita diperhadapkan dengan situasi, melihat banyak orang melakukan apa yang kita tau tidak sesuai kebenaran firmanNya, apakah kita masih tetap menilai yang benar tetap benar dan yang salah tetap salah? Dan tetap mempertahankan nya?
Atau malah cuek,  atau malahan ikut2an melakukannya karena dengan semua orang melakukannya.
Menyebut tetap mempertahankan kebenaran itu kuno, tidak relevan dengan zaman sekarang.


Tetaplah setia melakukan apa yang benar menurut Dia yang sudah memiliki hidup kita, sekalipun tidak banyak yang melakukan, sekalipun kanan kiri mencemooh.
Karena hidup kita bukan untuk menyenangkan orang lain, juga bukan untuk diri sendiri, tapi untuk menyenangkan Dia yang sudah menebus hidup kita.Jadi kita hidup bukan berdasarkan apa kata orang, tapi apa kata Dia yang sudah menciptakan kita.

Kedua,
komunitas orang percaya. Biarpun dalam kesehariaan kita sepertinya melakukan 'sendirian', percayalah ada banyak anak-anak Tuhan lain dibagian belahan dunia lain atau dimana, yang sama-sama berjuang untuk semakin serupa dengan Kristus.

Contohnya daku bisa ketemu para blogger dan saling membangun lewat dunia maya ini, bisa pelayanan bareng pula. Tuhan selalu.

Janganlah hanya sekedar ikuti trend dunia ini. Biarkan Allah trus membentuk pribadimu , supaya kalian semakin berubah menjadi semakin serupa dengan Kristus. Dengan demikian kalian mempunya kepekaan untuk mengetahui kemauan Allah--yaitu apa yang baik dan yang menyenangkan hati-Nya dan yang sempurna.(Roma 12:2)  Sebab yang dianggap bijaksana oleh dunia adalah bodoh pada pemandangan Allah. (1 Kor 3:19, BIS) Dunia dan segala sesuatu di dalamnya yang diinginkan oleh manusia, sedang lenyap. Tetapi orang yang menuruti kemauan Allah, tetap hidup sampai selama-lamanya.(1 Yoh 2:17)

Amsal 1:1-6 
Berbahagialah orang yang tidak mengikuti nasihat orang jahat, tidak mencontoh orang berdosa dan tidak bergaul dengan orang yang menghina Allah, tetapi yang suka melakukan Perintah TUHAN dan merenungkannya siang malam. Orang itu berhasil dalam segala usahanya; ia seperti pohon di tepi sungai yang berbuah pada musimnya dan tak pernah layu daunnya. Sebaliknya orang jahat: ia seperti sekam yang dihamburkan angin. Orang jahat akan dihukum Allah, hakimnya dan dipisahkan dari umat-Nya. Sebab orang taat dibimbing dan dilindungi TUHAN, tetapi orang jahat menuju kepada kebinasaan.  
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tentang penulis









Felisia Devi 

A woman who lives in His grace. Likes simple things, travel, adventure, and nature. Loves reading and writing.